Nanda Tiara Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DAN KONVENSIONAL: KAJIAN KOMPARATIF BERBASIS LITERATUR Ely Elsanti; Nanda Tiara Dewi; Putri Rahmawati; Rana Asmaul Latif; Suci Hayati
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2025): APRIL
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to compare the concept of money in the perspectives of Islamic economics and conventional economics, as well as to identify the implications and challenges in implementing the Islamic economic system in Indonesia. In conventional economics, money is viewed as a commodity that can be bought and sold to generate profit through interest or usury. Conversely, in Islamic economics, money serves solely as a legitimate medium of exchange and cannot be used to generate profit that contradicts Sharia principles, such as usury. This study shows that while the conventional economic system promotes rapid economic growth, it often leads to economic instability and social inequality. On the other hand, Islamic economics, which prioritises justice, transparency, and fair risk sharing, has the potential to create a more sustainable and inclusive economic system. However, the implementation of Islamic economics in Indonesia still faces several challenges, including low sharia financial literacy, gaps in understanding among the public, and regulations that are not yet fully supportive. Nevertheless, with greater support from the government, Islamic financial institutions, and the public, the Islamic economic system holds promising prospects for contributing to a more equitable and sustainable economic growth in Indonesia in the future.
Analisis Ekonomi Politik Krisis Minyak Goreng: Dampak Sosial dan Kebijakan Publik Annisa Rakhma Dewi; Inggis Shalama Zahira; Nanda Tiara Dewi; Putri Vika Nurwinda; Dian Merza Zaxhela; Hotman
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f4brf717

Abstract

Krisis minyak goreng di Indonesia merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, struktur pasar domestik, serta kebijakan publik yang diambil pemerintah. Dari perspektif ekonomi politik, krisis ini dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional, yang berdampak langsung pada kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng di dalam negeri. Krisis minyak goreng yang melanda Indonesia pada tahun 2021 hingga 2022 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dinamika ekonomi politik dapat memengaruhi kestabilan sosial dan efektivitas kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis minyak goreng dari perspektif ekonomi politik dengan menyoroti peran aktor negara, korporasi, dan masyarakat dalam proses produksi, distribusi, dan pengambilan kebijakan. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ini tidak semata disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan oleh kegagalan tata kelola dan dominasi kepentingan oligarki dalam sektor komoditas strategis. Dampak sosial yang ditimbulkan meliputi meningkatnya beban ekonomi rumah tangga miskin, ketimpangan akses, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Di sisi lain, kebijakan publik yang diterapkan bersifat reaktif dan kurang transparan, seperti larangan ekspor dan penetapan harga eceran tertinggi, yang justru memperparah distorsi pasar. Studi ini merekomendasikan reformasi kebijakan berbasis keadilan sosial dan transparansi dalam tata kelola komoditas pangan strategis sebagai langkah mitigatif jangka panjang.