Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELUARGA SAKINAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM Achmad Thorik; Fauzi Rahmat Pamula
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v7i1.23572

Abstract

Keluarga memiliki posisi sentral dalam Islam sebagai institusi pembentuk nilai moral, spiritual, dan sosial. Konsep keluarga Sakinah yang dilandasi mawaddah dan Rahmah merupakan cita ideal dalam ajaran Islam. Namun, dalam kehidupan masyarakat modern, nilai-nilai tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, pergeseran peran gender, dan pengaruh globalisasi yang sering kali mengaburkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga sakinah dari perspektif sosiologi hukum Islam serta menilai penerapannya dalam masyarakat Muslim kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari literatur primer seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, serta regulasi hukum keluarga di Indonesia. Analisis dilakukan melalui pendekatan sosiologi hukum, membandingkan antara norma ideal (das sollen) dan kenyataan sosial (das sein). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai keluarga sakinah telah diatur secara komprehensif dalam hukum Islam, realitas sosial menampakkan adanya kesenjangan implementasi. Ketidakseimbangan peran, lemahnya pemahaman agama, dan kurangnya dukungan institusional menjadi faktor penghambat. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi hukum keluarga Islam yang kontekstual serta penguatan nilai keagamaan dan komunikasi dalam keluarga sebagai solusi untuk membangun keluarga sakinah yang berkelanjutan. Kata kunci: Keluarga sakinah, hukum Islam, sosiologi hukum.
D Dinamika Perceraian di Kalangan Keluarga Muslim Indonesia Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam Achmad Thorik; Sayehu; Muhammad Iqbal Sugandi; Fikri Prasetya
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 04 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i04.11154

Abstract

Perceraian merupakan persoalan sosial yang semakin menonjol di kalangan keluarga Muslim Indonesia. Meskipun hukum Islam telah menyediakan konstruksi normatif yang komprehensif dalam mengatur pernikahan dan perceraian, realitas sosial menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai ideal syariat dan praktik kehidupan berkeluarga. Kondisi ini menegaskan bahwa perceraian tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan hukum normatif, melainkan sebagai fenomena sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis perceraian keluarga Muslim di Indonesia melalui perspektif sosiologi hukum Islam dengan menempatkan perceraian sebagai gejala disfungsi sosial dalam implementasi nilai-nilai hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah terakreditasi, buku akademik, dan laporan statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian dipengaruhi oleh faktor multidimensional, seperti krisis ekonomi, kegagalan komunikasi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, ketidaksiapan emosional, serta pergeseran nilai akibat modernisasi. Temuan ini menegaskan bahwa meningkatnya perceraian bukan disebabkan oleh lemahnya norma hukum Islam, melainkan oleh kegagalan internalisasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga diperlukan pendekatan integratif serta peran aktif lembaga keagamaan dalam penguatan ketahanan keluarga Muslim.