Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa BPI Putri, Jihan; Afrilya, Adhwaa; Ramba, Halimatussa; Dari, Fitriani; Suharyo, Dhiya
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4309

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh konformitas teman sebaya terhadap pola hidup mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif dan desain korelasional, penelitian ini melibatkan 30 partisipan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dengan kriteria memiliki tingkat interaksi tinggi dengan teman sebaya dan terpapar pada tren sosial yang ada. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa. Nilai R Square sebesar 0,624 menunjukkan bahwa 62,4% variasi dalam gaya hidup mahasiswa dapat dijelaskan oleh konformitas dengan teman sebaya, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar lingkup penelitian ini. Uji ANOVA menunjukkan bahwa model regresi adalah signifikan, dengan nilai F sebesar 110,997 dan signifikansi p = 0,000. Koefisien regresi yang mencapai 0,420 dengan nilai signifikansi p = 0,000 mengindikasikan adanya hubungan positif antara konformitas dan gaya hidup, di mana semakin tinggi tingkat konformitas, semakin besar kemungkinan mahasiswa menyesuaikan gaya hidup mereka dengan kelompok sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan sosial dari teman sebaya, baik melalui interaksi langsung maupun di media sosial, berperan penting dalam membentuk pola hidup mahasiswa BPI. Keadaan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari lembaga pendidikan untuk membina karakter mahasiswa agar mereka dapat menyeimbangkan tuntutan sosial dengan nilai-nilai Islam yang dianut. Penguatan identitas diri, pemahaman akan nilai, serta pembinaan lingkungan sosial yang sehat adalah langkah penting untuk mendukung mahasiswa agar tetap berpegang pada prinsip hidup Islami di tengah pengaruh konformitas yang kuat.
Konflik Komunikasi Interpersonal Dalam Longdistance Relathionsip (LDR) Studi Kasus Pada Mahasiswa Afrilya, Adhwaa; Azzahra, Kayla; Nasichah; Thagrina Syarifah
Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 5 No. 01 (2024): NOSIPAKABELO: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING KEISLAMAN
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/nosipakabelo.v5i01.3182

Abstract

Long-Distance Relationship (LDR) menjadi fenomena umum di era globalisasi saat ini, terutama di kalangan mahasiswa yang sering terpisah jarak geografis akibat kegiatan belajar atau karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konflik yang muncul dalam komunikasi interpersonal dalam konteks LDR, dengan fokus pada pengalaman mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima pasangan mahasiswa yang sedang menjalani LDR. Studi ini juga menyoroti strategi yang digunakan oleh pasangan dalam mengatasi konflik, seperti komunikasi terbuka, kesadaran akan perbedaan individual, dan penggunaan teknologi yang tepat sebagai sarana untuk menjaga keintiman dan meminimalkan kesalahpahaman. Interpersonal Communication Conflict in Long Distance Relationships (LDR) Case Study of College Students Long-distance relationships (LDR) have become a common phenomenon in the current era of globalization, especially among students who are often separated by geographical distances due to study or career activities. This research aims to explore the conflicts that arise in interpersonal communication in the context of LDR, focusing on students' experiences. The research method used is qualitative with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with five student couples undergoing LDR. This study also highlights strategies couples use to resolve conflict, such as open communication, awareness of individual differences, and appropriate use of technology to maintain intimacy and minimize misunderstandings.
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Mental Melalui “Seminar Mental Health Berarti Di Desa Mojopuro” Syabania, Mayla Zahwa; Arwan, Artiarini Puspita; Afrilya, Adhwaa
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/yjmpme67

Abstract

Kesehatan mental pada remaja merupakan faktor krusial yang memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan hidup, menjalin hubungan sosial, serta mencapai keseimbangan psikologis. Meskipun demikian, masih banyak remaja terutama yang tinggal di daerah pedesaan yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara menjaga kesehatan mental dan mengelola stres secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan pemahaman serta kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental setelah mengikuti kegiatan seminar “Mental Health Berarti” di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan enam orang remaja sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, disertai kemampuan menerapkan strategi coping stress dan regulasi emosi yang lebih positif. Para remaja mulai menerapkan kebiasaan seperti relaksasi, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, serta melakukan aktivitas produktif untuk mengurangi tekanan emosional. Kegiatan seminar dinilai bermanfaat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan remaja di lingkungan pedesaan. Dengan demikian, seminar “Mental Health Berarti” berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi serta kesadaran remaja tentang kesehatan mental, sekaligus menjadi bentuk intervensi edukatif yang efektif dalam memperkuat keterampilan psikologis dan kesejahteraan emosional mereka.