Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Escape in the Scroll: Academic Stress and Cyberloafing Behavior among University Students: Stres Akademik dan Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Rohmah, Syifa Nur; Barokah, Ummi; Ziyan, Muhammad Azka; Syabania, Mayla Zahwa; Apriandi, Ridho Maulana
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 3 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i3.1004

Abstract

Cyberloafing, defined as using the internet for non-academic activities during learning, has become a pressing issue in higher education. Guided by the Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984), this study examines whether academic stress is positively associated with cyberloafing among students of the Faculty of Da'wah and Communication, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta. Using a quantitative causal-associative design, data were collected via an online questionnaire from 91 active undergraduates (cohorts 2021–2024). Academic stress was measured with a modified Student-Life Stress Inventory (Puteri, 2024; α=0.824), and cyberloafing with the Indonesian Academic Cyberloafing Scale (Fuadi et al., 2025; α=0.915). Simple linear regression analysis (SPSS v27) revealed that academic stress significantly predicted cyberloafing (β = .25, SE = .10, t = 2.43, p = .017, 95% CI [.04, .45]), but with a small effect size (R² = 0.062). These results suggest that while academic stress contributes to cyberloafing, the majority of variance is explained by other factors such as self-regulation, motivation, and digital habits. Practical implications include structured tech breaks, phased learning tasks, and self-regulation training to mitigate cyberloafing in academic settings. Future research should employ multivariate models and cross-program replication to better capture the multidimensional drivers of cyberloafing.
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Mental Melalui “Seminar Mental Health Berarti Di Desa Mojopuro” Syabania, Mayla Zahwa; Arwan, Artiarini Puspita; Afrilya, Adhwaa
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/yjmpme67

Abstract

Kesehatan mental pada remaja merupakan faktor krusial yang memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan hidup, menjalin hubungan sosial, serta mencapai keseimbangan psikologis. Meskipun demikian, masih banyak remaja terutama yang tinggal di daerah pedesaan yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara menjaga kesehatan mental dan mengelola stres secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan pemahaman serta kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental setelah mengikuti kegiatan seminar “Mental Health Berarti” di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan enam orang remaja sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, disertai kemampuan menerapkan strategi coping stress dan regulasi emosi yang lebih positif. Para remaja mulai menerapkan kebiasaan seperti relaksasi, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, serta melakukan aktivitas produktif untuk mengurangi tekanan emosional. Kegiatan seminar dinilai bermanfaat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan remaja di lingkungan pedesaan. Dengan demikian, seminar “Mental Health Berarti” berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi serta kesadaran remaja tentang kesehatan mental, sekaligus menjadi bentuk intervensi edukatif yang efektif dalam memperkuat keterampilan psikologis dan kesejahteraan emosional mereka.