Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA TIANG BARISAN DAN DERET GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Utami, Wulan Putri; Nurhikmayati, Iik
JP2MS Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.1.56-65

Abstract

Pembelajaran matematika merupakan aspek penting dalam kegiatan pendidikan. Namun, minat yang dimiliki siswa dalam belajaran matematika masih tergolong  rendah.  Penelitian ini  merupakan penelitian dan pengembangan yang  mengembangkan alat peraga Tiang Barisan dan Deret Geometri untuk meningkatkan minat belajar siswa menggunakan model pengembangan ADDIE (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan. Instrumen penelitian terdiri dari angket minat belajar, lembar validasi, dan lembar kepraktisan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase minat belajar, validitas, dan kepraktisan berdasarkan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga dinyatakan valid dengan persentase  dari ahli media dan  dari ahli materi. Selain itu, alat peraga juga dinyatakan praktis oleh guru dengan persentase  dan siswa dengan persentase . Skor angket minat belajar menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa sebesar . Meskipun demikian, minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika masih dalam kategori “cukup”. Alat peraga tersebut dapat dinyatakan valid karena sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa, serta memiliki desain yang menarik. Alat peraga dinyatakan praktis karena penggunaannya yang cukup mudah dan ukuran yang sesuai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang lebih baik di masa depan.
Mapping research trajectories on didactics and praxeology in mathematics education: A bibliometric analysis Nurhaeni, Puput Indiriyani; Ismayanti, Syifa; Utami, Wulan Putri; Hartanto, Ahmad Iqbal
Al-Mufid Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ijr.v2i2.2523

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of research on didactics and praxeology in mathematics education between 2007 and 2024. Drawing on 312 Scopus-indexed publications, the analysis maps publication trends, citation performance, thematic clusters, and country-level contributions. Findings reveal three phases of research development: early epistemological debates (2007–2012), expansion into teacher education and professional development (2013–2018), and a recent focus on didactical design, learning obstacles, and cultural relevance (2019–2024). Citation indicators highlight foundational works by Chevallard, Straesser, and Winsløw, alongside emerging contributions linking theory to classroom practice. Thematic cluster analysis identifies four main domains: didactic foundations, teacher education, learning processes, and equity in mathematics education. Geographically, Europe remains the intellectual hub, but growing contributions from Indonesia, Brazil, and South Africa signal increasing global diffusion. The study concludes that didactics and praxeology have evolved into a legitimate and dynamic research domain that bridges theoretical discourse with practical applications, offering implications for researchers, teacher educators, policymakers, and classroom practice
Pendampingan Guru Matematika SMA di Kabupaten Majalengka dalam Pemanfaatan Sumber Daya Digital untuk Pengembangan Profesionalisme Jatisunda, Mohamad Gilar; Hartanto, Ahmad Iqbal; Utami, Wulan Putri
Papanda Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v4i1.2495

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru Matematika SMA di Kabupaten Majalengka melalui pendampingan berbasis penguatan literasi digital. Metode yang digunakan meliputi workshop interaktif, coaching dan mentoring, serta evaluasi dan refleksi dengan pendekatan knowing–doing–reflecting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi digital, keterampilan penggunaan aplikasi interaktif (GeoGebra, Desmos, Quizizz, dan Kahoot), serta kepercayaan diri guru dalam merancang RPP berbasis digital. Evaluasi menunjukkan bahwa 82% guru memperoleh keterampilan baru, 76% lebih percaya diri, dan 88% menilai program relevan dengan kebutuhan profesional mereka. Meskipun terdapat kendala teknis berupa keterbatasan perangkat dan jaringan internet, kegiatan ini terbukti mampu memperkuat profesionalisme guru Matematika serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Program ini disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna menyesuaikan keterampilan guru dengan perkembangan teknologi pendidikan di era digital
Didactical Situations and Learning Obstacles in Geometric Sequences among High School Students Utami, Wulan Putri; Jatisunda, Mohamad Gilar; Juraev, Davron Aslonqulovich; Azman, Mohamed Nor Azhari
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 12, No. 1, May 2026
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v12i1.30595

Abstract

This study examines didactic situations by integrating an analysis of students’ learning obstacles in mathematics education, particularly on geometric sequences, which remains a persistent source of conceptual difficulty for students. The purpose of this study is to analyze didactic situations based on the Theory of Didactical Situations and to identify the types and emergence of students’ learning obstacles within each stage of the learning process. A descriptive qualitative approach was employed involving 36 eleventh-grade students divided into six groups. Data were collected through classroom observations, conceptual tests, and semi-structured interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion-drawing techniques. The findings show that all stages of the Theory of Didactical Situations—action, formulation, validation, and institutionalization—were implemented systematically, each characterized by distinct patterns of students’ activities and interactions with the milieu. Nevertheless, students still encountered ontogenic obstacles during the action phase related to readiness and confidence, epistemological obstacles during the formulation phase in the form of misconceptions and difficulties in identifying multiplicative patterns, and didactical obstacles during the validation phase, characterized by limited participation and weak argumentative skills in discussions. These results indicate that learning obstacles are closely associated with the characteristics of each stage of the didactical situation. This study contributes an integrated analysis linking didactic situations with the emergence of students’ learning obstacles at each stage of the TDS through interactions with the milieu. The findings emphasize the importance of adaptive, student-centered instruction to strengthen conceptual understanding and reduce obstacles to learning in mathematics.
Problem-Solving Ability and Self-Efficacy: The Effect of Mathematics Instruction-Based Theory of Didactical Situation Jatisunda, Mohamad Gilar; Saefuloh, Nandang Arif; Utami, Wulan Putri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i1.30901

Abstract

This study investigates how Theory of Didactical Situations-based mathematics training affects problem-solving and self-efficacy. A quasi-experimental approach with pre- and post-tests and a control group was used in this study. The research sample comprised 58 students and was allocated into two groups: an experimental group, which received TDS intervention, and a control group, which received traditional explanatory learning. The two-way analysis of variance (ANOVA) results indicated a substantial interaction between the teaching methods employed in mathematics instruction, the early mathematical skills of the students (EMS), and the link between class and EMS. This interaction significantly improved students' capacity to solve arithmetic problems. Similarly, these characteristics have a notable impact on the degree of self-efficacy. The study emphasises the practical consequences of the necessity for teachers to consider students' cognitive abilities when planning mathematics instruction carefully. Additionally, it underscores the importance of designing learning environments that align with specific learning goals. This study further enhances the existing empirical evidence about the correlation between the learning environment, mathematical problem-solving abilities, and self-efficacy. Penelitian ini menguji efek dari pengajaran matematika berbasis Teori Situasi Didaktis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental yang menampilkan kerangka kerja pre-test dan post-test, serta melibatkan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dialokasikan ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen, yang menerima intervensi TDS, dan kelompok kontrol, yang menerima pembelajaran eksplanatori tradisional. Hasil analisis varians (ANOVA) dua arah menunjukkan adanya interaksi yang substansial antara metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika, kemampuan awal matematika siswa (EMS), dan hubungan antara kelas dan EMS. Interaksi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah aritmatika. Demikian pula, karakteristik ini memiliki dampak penting pada tingkat efikasi diri. Penelitian ini menekankan konsekuensi praktis yang muncul dari perlunya guru mempertimbangkan kemampuan kognitif siswa ketika merencanakan pengajaran matematika dengan hati-hati. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya merancang lingkungan belajar yang selaras dengan tujuan pembelajaran yang spesifik. Penelitian ini semakin memperkuat bukti empiris yang ada tentang korelasi antara lingkungan belajar, kemampuan pemecahan masalah matematika, dan efikasi diri.