Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Sibaliparriq: Penanganan Masalah Perkawinan Usia Anak Secara Sinergis–Integratif–Preventif– Kuratif–Holistik di Provinsi Sulawesi Barat Hajati, Kartika; Barambangi, Jamil; Musdar; Amaliah, Nur
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.944

Abstract

Perkawinan usia anak masih menjadi persoalan kritis di Provinsi Sulawesi Barat, yang mencatatkan angka prevalensi tertinggi di Indonesia. Masalah ini dipengaruhi oleh norma budaya, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta lemahnya implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk merumuskan Model Sibaliparriq yang berbasis lokal dan menekankan prinsip sinergis, integratif, preventif, kuratif, dan holistik. Model dikembangkan melalui tahapan dalam model Plomp, yakni investigasi awal, desain, realisasi, pengujian, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan di Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah melalui dokumentasi, wawancara, dan validasi ahli untuk menilai kelayakan dan relevansi model. Hasil menunjukkan bahwa perkawinan usia anak di Sulawesi Barat merupakan persoalan kompleks yang berakar pada faktor struktural dan kultural, dengan intervensi yang ada masih terfragmentasi dan kurang efektif menjangkau kelompok rentan. Model Sibaliparriq dikembangkan sebagai kerangka strategis yang mengintegrasikan upaya preventif dan kuratif dengan muatan nilai-nilai lokal. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya pengembangan regulasi teknis, prosedur operasional baku lintas sektor, dan sistem informasi terintegrasi guna mendorong kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menguji efektivitas model ini di lapangan.
Fostering Digital Literacy by Using Powtoon as an Innovative Media in Physics Learning Susilawati , Susilawati; Shandi, Tiara; Mahzum, Elmi; Musdar; Saminan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 14 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v14i3.92108

Abstract

The 21st-century industrial revolution demands increased digital literacy among students. However, data shows that the digital literacy level of Indonesian students remains relatively low. This gap is challenging, especially in schools with limited access to technology-based learning media. This study aimed to examine the effectiveness of Powtoon as a learning medium to improve students' digital literacy. This study used a quasi-experimental design with purposive sampling, involving 67 students divided into experimental and control groups. The experimental group used Powtoon, while the control group used PowerPoint. Digital literacy was assessed through pre- and post-tests across five indicators: information, communication, content creation, security, and problem-solving. A t-test analysis showed significant differences across all indicators, with the experimental group showing a higher N-gain. The most significant improvement occurred in communication and security, highlighting Powtoon's role in fostering an interactive and engaging learning experience. These findings suggest that Powtoon is an innovative medium that enhances students' digital literacy while improving subject understanding. This study underscores the potential of integrating Powtoon into education to create a more dynamic and effective learning environment. This research suggests that using Powtoon as an innovative medium in physics learning can improve students' digital literacy and strengthen conceptual understanding through engaging and interactive visualizations. This demonstrates the importance of integrating creative technology into learning to support 21st-century skills.