Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Membuat Video Pembelajaran Berbasis Aplikasi Wondershare Filmora Di Sekolah Penggerak Junaedi, Ahmad; Musdar
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i1.494

Abstract

Program Sekolah Penggerak adalah terobosan pemerintah untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia maju, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi dan karakter. Hanya saja, dalam implementasinya, khususnya pada jenjang PAUD masih mengalami banyak tantangan. Yang paling mendesak untuk segera di intervensi adalah peningkatan kompetensi guru dalam menguasai teknologi informasi yang berhubungan dengan media pembelajaran inovatif maupun pendukung lainnya seperti pembuatan video aksi nyata guru dalam PMM (Platform Merdeka Mengajar). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kompetensi guru-guru di sekolah tersebut dapat meningkat terkhusus dalam pembuatan video pembelajaran inovatif dan dapat segera mengimbaskan ke sekolah-sekolah lainnya. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah diskusi, simulasi dan workshop. Tahap pelaksanaannya meliputi tahap pertama yaitu melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru, tahap kedua melakukan analisis kebutuhan, tahap ketiga yaitu pelatihan pembuatan video pembelajaran, dan tahap keempat yaitu simulasi hasil pembuatan video media pembelajaran. Tahap terakhir yakni evaluasi dan refleksi pelaksanaan pelatihan kompetensi guru dalam penggunaan aplikasi Wondershare Filmora.
Pengembangan Model Sibaliparriq: Penanganan Masalah Perkawinan Usia Anak Secara Sinergis–Integratif–Preventif– Kuratif–Holistik di Provinsi Sulawesi Barat Hajati, Kartika; Barambangi, Jamil; Musdar; Amaliah, Nur
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.944

Abstract

Perkawinan usia anak masih menjadi persoalan kritis di Provinsi Sulawesi Barat, yang mencatatkan angka prevalensi tertinggi di Indonesia. Masalah ini dipengaruhi oleh norma budaya, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta lemahnya implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk merumuskan Model Sibaliparriq yang berbasis lokal dan menekankan prinsip sinergis, integratif, preventif, kuratif, dan holistik. Model dikembangkan melalui tahapan dalam model Plomp, yakni investigasi awal, desain, realisasi, pengujian, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan di Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah melalui dokumentasi, wawancara, dan validasi ahli untuk menilai kelayakan dan relevansi model. Hasil menunjukkan bahwa perkawinan usia anak di Sulawesi Barat merupakan persoalan kompleks yang berakar pada faktor struktural dan kultural, dengan intervensi yang ada masih terfragmentasi dan kurang efektif menjangkau kelompok rentan. Model Sibaliparriq dikembangkan sebagai kerangka strategis yang mengintegrasikan upaya preventif dan kuratif dengan muatan nilai-nilai lokal. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya pengembangan regulasi teknis, prosedur operasional baku lintas sektor, dan sistem informasi terintegrasi guna mendorong kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menguji efektivitas model ini di lapangan.
Fostering Digital Literacy by Using Powtoon as an Innovative Media in Physics Learning Susilawati , Susilawati; Shandi, Tiara; Mahzum, Elmi; Musdar; Saminan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 14 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v14i3.92108

Abstract

The 21st-century industrial revolution demands increased digital literacy among students. However, data shows that the digital literacy level of Indonesian students remains relatively low. This gap is challenging, especially in schools with limited access to technology-based learning media. This study aimed to examine the effectiveness of Powtoon as a learning medium to improve students' digital literacy. This study used a quasi-experimental design with purposive sampling, involving 67 students divided into experimental and control groups. The experimental group used Powtoon, while the control group used PowerPoint. Digital literacy was assessed through pre- and post-tests across five indicators: information, communication, content creation, security, and problem-solving. A t-test analysis showed significant differences across all indicators, with the experimental group showing a higher N-gain. The most significant improvement occurred in communication and security, highlighting Powtoon's role in fostering an interactive and engaging learning experience. These findings suggest that Powtoon is an innovative medium that enhances students' digital literacy while improving subject understanding. This study underscores the potential of integrating Powtoon into education to create a more dynamic and effective learning environment. This research suggests that using Powtoon as an innovative medium in physics learning can improve students' digital literacy and strengthen conceptual understanding through engaging and interactive visualizations. This demonstrates the importance of integrating creative technology into learning to support 21st-century skills.