Pengembangan media pembelajaran digital membutuhkan inovasi yang selaras dengan karakteristik siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi kalimat sederhana, yang masih menjadi tantangan bagi banyak siswa kelas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan Permainan LARAS (Latihan Kalimat Sederhana Berdasarkan Kearifan Lokal Yogyakarta) sebagai media pembelajaran interaktif untuk siswa kelas dua sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas dua dan guru kelas sebagai pengguna media. Teknik pengumpulan data melibatkan lembar validasi ahli untuk konten dan media, kuesioner respons siswa dan guru, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif dengan mengubah skor penilaian menjadi persentase. Hasil menunjukkan bahwa Permainan LARAS mencapai tingkat validitas 89,6% dari ahli konten dan 94,7% dari ahli media, keduanya dikategorikan sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan tingkat respons siswa sebesar 86,44% dan tingkat respons guru sebesar 100%, keduanya dikategorikan sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa Game LARAS layak sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia yang meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam menyusun kalimat sederhana.