Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Pola Makan Anak Baduta Pendek di Desa Pasongsongan (Wilayah Pesisir Kabupaten Sumenep) Soesanti, Inne
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 2 NOMOR 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.239 KB) | DOI: 10.32662/gjph.v2i2.738

Abstract

Toddler stunted problems describe the existence of chronic nutritional problems, ranging from the womb to the age of 2 years. This study aims to describe the eating patterns stuntted the toddlers in Pasongsongan Village. This study was used qualitative approach. The informants was determined by purposively, with informants were grandmothers or mothers who have grandchildren or stunting children, traditional healer/herbalist, posyandu cadre, public community. Data collection using interview and observation techniques. The result was showed stunted toddlers who were given food in the porridge form until the age of one year, rice cake and soup without side dishes and vegetables. These foods were given on the grounds that the intestine of the child was not strong in receiving rough food. Animal foods were given a compilation of 12 months selected children classified as late. Sea fish was given after the child can walk, with the reasons toddlers can get infection intestinal worms. Wormy myth was very trusted by the informants, that cause most of them not give sea fish to their children before the age of one years. Practices to give food with high  carbohydrate water and low protein dense. The conclusion was the lack of protein sources such as egg, sea fish, and chicken in both quality and quantity can be a factor that cause stunting in the children under two years old. The suggestions for the children under two years old must be given food sources of protein, and given information for the mother about knowledge the benefits of consuming fish for children under the age of two years.Masalah balita pendek menggambarkan adanya masalah gizi kronis, mulai dari dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola makan anak baduta pendek di Desa Pasongsongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan informan secara purposive, dengan informan adalah nenek atau ibu yang mempunyai cucu atau anak baduta yang stunting, dukun/pembuat jamu, kader posyandu dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan anak baduta stunting diberikan makanan berupa bubur sampai usia satu tahun, lontong dan kuah tanpa lauk dan sayur, makanan-makanan tersebut diberikan dengan alasan usus anak belum kuat menerima makanan yang kasar. Makanan hewani diberikan ketika anak berusia 12 bulan tergolong terlambat. Ikan laut diberikan setelah anak bisa berjalan, dengan alasan takut anak terkena cacingan. Mitos cacingan sangat dipercaya oleh para informan, sehingga banyak yang tidak memberikan ikan laut kepada anaknya sebelum usia satu tahun. Pemberian makanan lebih banyak mengandung karbohidrat dan air serta rendah protein. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pemberian sumber protein seperti telur, ikan laut, dan daging ayam baik secara kualitas maupun kuantitas dapat menjadi faktor yang menyebabkan stunting pada anak baduta. Saran yang diberikan bahwa anak di bawah usia dua tahun harus diberikan makanan sumber protein, dan kepada ibu balita perlu diberikan informasi terkait pengetahuan mengenai manfaat mengkonsumsi ikan bagi anak di bawah usia dua tahun.
SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN, TINGKAT KONSUMSI DAN STATUS ANEMIA DI ASRAMA PROGRAM STUDI KEBIDANAN SOETOMO POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Ani Intiyati; Eny Sayuningsih; Inne Soesanti
JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.433 KB)

Abstract

Soetomo midwifery student dormitory is one of the 12 polytechnic hostel in Surabaya having food management administration system for students. At the hostel, diet comes from studentrequests that are tailored to the existing budget. The purpose of this study is knowing influence theorganization of food management system to the level of consumption and the incidence of anemiain the dorm Midwifery Soetomo. Type of the research is  a descriptive analytic study with cross sectional design. Samplesnumbered 44  by simple random sampling. The collection of data by interview and observation.Analysis of the data is tested with Spearman's rho. The conclusion of this study is the implementation of the food system in the dorm obstetricsis not all conform to the standard system for the implementation of institutional food energyconsumption levels are normal and there is no severe deficit and slightly anemic. At the level ofprotein intake, many normal and mild deficits. To the level of iron consumption, the deficit morenormal, but many are not anemic, and the level of vitamin C is normal,  6 people (13.6%) sufferedfrom anemia and 38 persons (86.4%) not anemia. From the test results Rho Spearmant, there isno influence of the level of consumption of energy, protein, foods containing Fe and vitamin C onthe incidence of anemia.  Keywords: the level of consumption of energy, protein, foods containing Fe and vitamin C, Anemia
Buang Air Sembarangan dan Stunting Inne Soesanti Soesanti; Dian Shofiya; Winarko Winarko; Mujayanto Mujayanto; Rahmania Rahmania
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.193-199

Abstract

Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban mempunyai prevalensi balita stunting sebesar 25,7% pada tahun 2022. Salah satu faktor penyebab stunting adalah rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat di desa mergosari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dipilih secara purposif. Informan terdiri dari perangkat desa, bidan dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui diskusi kelompok fokus dan observasi terkait penggunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Analisa data dilakukan dengan cara triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak warga desa yang melakukan buang air besar sembarangan seperti di tanah rerumputan meskipun mereka sudah mempunyai jamban atau closet di rumahnya. Buang air besar di rerumputan sudah dilakukan oleh warga masyarakat sejak dahulu bahkan dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan perilaku tersebut sudah menjadi budaya. Buang air besar sembarangan dapat mengakibatkan banyaknya lalat dan cacing. Perilaku ini dapat menimbulkan resiko penyakit cacingan terutama jika anak-anak tidak menggunakan alas kaki ketika bermain di rumah serta tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Makanan tidak ditutupi oleh tutup saji akan dihinggapi oleh lalat dan dapat mengakibatkan diare. Perilaku buang air besar sembarangan telah menjadi budaya. Rekomendasi bagi pemerintah setempat supaya mengubah perilaku masyarakat untuk tidak melakukan buang air besar sembarangan sebagai upaya pencegahan stunting.
Komitmen Pimpinan Pada Penurunan Stunting Di Kabupaten Tuban Jawa Timur Dian Shofiya; Inne Soesanti; Rachmaniah; Winarko; Mujayanto; Sa’idah Zahrotul Jannah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.211-214

Abstract

Stunting menyebabkan lemahnya persaingan sumber daya manusia (SDM) suatu negara, karena selain tampilan fisik juga berdampak pada kemampuan kognitif. Hasil SSGI21 menyatakan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting tahun 2024 menjadi 14%. Untuk mencapai angka tersebut memerlukan komitmen ditingkat pusat sampai dengan desa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komitmen pemerintah dan masyarakat desa dalam percepatan penurunan stunting. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Focus Group Discusion merupakan cara pengumpulan data secara kualitatif. Partisipan dalam FGD adalah kepala desa dan pamong desa, bidan desa, bidan Puskesmas, serta anggota TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) di tingkat desa. Penelitian dilakukan di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen pimpinan telah ada tetapi belum operasional. Komitmen pendanaan masih bersifat umum belum focus pada balita stunting dan keluarga beresiko stunting, sangat bergantung pada dana pemerintah pusat dan bersumber pada dana desa yang sangat terbatas berupa pemberian makanan tambahan di posyandu. Sumberdaya manusia telah banyak melakukan kegiatan tetapi belum semua terlibat dalam kegiatan percepatan penurunan stunting, misalnya bisang pendidikan dalam hal ini adalah PAUD. Saran yang dapat diberikan agar pimpinan desa melakukan sosialisasi kepada seluruh tim percepatan penurunan stunting, memfokuskan sekaligus menambah besarnya anggaran untuk balita stunting dan keluarga beresiko stunting dan melibatkan semua komponen masyarakat untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Kata kunci : stunting, komitmen pimpinan, dana desa.
Pengabdian Pendampingan Praktik Pemosisian Kepala Anak dalam Pengukuran Panjang Badan Anak Baduta di Kertajaya, Gubeng. Surabaya - Indonesia Hafid, Fahmi; Rusyadi, Luthfi; Taufiqurrahman; Mujayanto; Soesanti, Inne; Shofiya, Dian; Hatijah, Nur; Pengge, Nuning Marina; Hindaryani, Nurul; Intiyati, Ani; Nugroho, Riezky Faisal; Latifolia, Ergia; Ratnasari, Devi Eka; Halimah, Husnul; Wardana, Endra Tri Kusuma; Prionggo, Anang; Putri, Intan Maulina Alifia; Adhyanti; Sariman, Sarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i2.3895

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pemosisian kepala dalam mengukur panjang badan anak di bawah dua tahun (baduta) di Posyandu Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan menggabungkan teori dan praktik untuk meningkatkan akurasi pengukuran panjang badan. Kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 30 Kader Surabaya Hebat (KSH) posyandu. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pengabdian, kader belum semuanya tepat ketika memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring dengan benar. Setelah mengikuti pengabdian, keterampilan kader memosisikan kepala anak dan menggunakan alat ukur Length Board Measuring lebih baik. Penggunaan panduan pengukuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan demonstrasi langsung oleh dosen efektif dalam meningkatkan kompetensi kader. Temuan ini mendukung pentingnya pengabdian berkelanjutan untuk kader posyandu dalam rangka mendukung upaya penurunan prevalensi stunting dan peningkatan status gizi anak di Indonesia.
PELATIHAN KOMPETENSI KADER POSYANDU LANSIA ABIMANYU POLKESBAYA Christyaningsih, Juliana; Luthfi Rusyadi; Mujayanto; Inne Soesanti; Minarti; Nuning; Marina Pengge; Riezky Faisal Nugroho; Taufiqurrahman
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.267

Abstract

Saat ini, negara Indonesia telah memasuki masa dimana mayoritas penduduknya berada dalam kelompok dengan lanjut usia. Dikarenakan adanya keterbatasan fisik pada lansia, sebagian besar lansia di Indonesia tidak mampu hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain pada setiap aktivitasnya. Dampaknya, semakin rendahnya kualitas hidup lansia di Indonesia telah menyebabkan proses pembangunan negara terhambat. Seiring berjalannya waktu, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi isu-isu yang dihadapi oleh lansia. Salah satu solusi yang diimplementasikan adalah program posyandu lansia. Dari upaya tersebut masih didapati beberapa kendala seperti kurangnya keaktifan pengurus maupun lansia sekitar untuk mengikuti dan mengaktifkan layanan posyandu lansia. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peningkatan jumlah pemanfaatan Layanan posyandu lansia dapat dilakukan dengan melakukan upaya pendampingan kader posyandu. Berasal dari masalah tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kader posyandu lansia Abimanyu Polkesbaya. Saat kegiatan dilaksanakan, telah dipaparkan sebuah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai pentingnya kesehatan pada lansia dan kepengurusan posyandu lansia.
Kesehatan sebagai Dasar Pemilihan Pangan Berpotensi Mencegah Stunting: Studi Kualitatif: Health Concerns as the Fundamental Dietary Choices for Potential Stunting Preventions: a Qualitative Study Soesanti, Inne; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Intiyati, Ani; Hidayati, Sri
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.25-30

Abstract

Background: Pasongsongan Village lies in the Regency of Sumenep on the Island of Madura. It is a village bordered on the north by the Java Sea which is abundant of fish majorly consumed by adults. Whereas, children under two years old are scarcely served with fish in their diets.  Objectives: The study aims to observe any factors relevant to mothers’ choices in serving meals for children under two years of age. Methods: This study used a qualitative approach with an ethnographic design. The informants were eleven mothers and grandmothers whose children were under two years old. Data was collected by way of interviews and observations. Subsequent to the data collection, the triangulation was carried out. Data were analyzed using thematic analysis. Results: The results showed that children under two years of age were provided with complementary foods prior to the age of 6 months old. Four children were barely fed with fish due to numerous myths regarding worm infestation in toddlers of below two years old if they consume fish or any types of animal food. Moreover, six children were served with fish and animal food due to health issues. Conclusions: In conclusion, the mothers’ choices for children’s meals under two years of age in this village were highly influenced by cultural and health concerns. The implication of this study was that selecting food for toddlers under two years old should bring up a positive impact on their growth.
Hubungan ASI Eksklusif, Makanan Pendamping ASI, Penyakit Infeksi dengan Kejadian Wasting pada Balita: Cross-Sectional Study: Correlation between Exclusive Breastfeeding, Complementary Feeding, Infectious Disease with Wasting among Toddlers: a Cross-Sectional Study Intiyati, Ani; Putri, Rany Dwi Yuliana; Edi, Imam Sarwo; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Soesanti, Inne; Pengge, Nuning Marina; Shofiya, Dian
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.1-8

Abstract

Background: Wasting, an acute nutritional deficiency, is assessed using weight-for-height with a z-score of <-2SD from growth standards. The prevalence of wasting in Puskesmas Kendit is 14.31%, with Kukusan Village at 29%. Objectives: This study examined the correlation between exclusive breastfeeding, Complementary Feeding (CF), infectious diseases, and wasting in young children. Methods: Conducted with a cross-sectional design, the study sampled 51 toddlers through simple random sampling and analyzed the data using Spearman's correlation. Results: Findings revealed no significant correlation between exclusive breastfeeding and wasting (p-value=0.105). However, there was a significant correlation between CF and wasting (p-value=0.026). Nutrient intake, including energy (p-value<0.001), protein (p-value<0.001), fat (p-value=0.002), and carbohydrates (p-value=0.025), was significantly correlated with wasting, as was the presence of infectious diseases (p-value=0.001). Conclusions: While exclusive breastfeeding tends to reduce wasting, appropriate CF and adequate intake of energy, protein, fat, and carbohydrates are associated with a lower prevalence of wasting. Recommended actions include improving exclusive breastfeeding practices, enhancing the quality of CF, and increasing preventive measures for infectious diseases.
Meningkatkan Pengetahuan dan Praktik Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI melalui Metode Demonstrasi Emosional: Enhancing Maternal Knowledge and Practices in Complementary Feeding through Emotional Demonstration Methods Intiyati, Ani; Edi, Imam Sarwo; Soesanti, Inne; Christianingsih, Juliana; Suprihatin, Kusmini; Widarti, Luluk
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.49-57

Abstract

Background: Complementary feeding is crucial for children's growth and development, especially between the ages of 6 to 24 months. Adequate nutritional intake during this period can prevent long-term health issues, such as stunting and obesity. However, many mothers struggle with providing appropriate complementary feeding due to a lack of knowledge and inappropriate feeding practices. Objectives: This study aimed to assess the effectiveness of the Emotional Demonstration (Emo Demo) method in improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to complementary feeding. Methods: Using a pretest-posttest control group design, 100 mothers with children aged 6 to 24 months were assigned to one of three groups: control (lecture), demonstration, and Emo Demo. Data were collected via questionnaires and observational assessments at multiple intervals to measure the sustainability of behavior changes. Statistical analyses, including ANOVA and Least Significant Difference (LSD) tests, revealed that the Emo Demo method significantly enhanced knowledge, attitudes, and feeding practices compared to traditional methods. Results: The study found no significant demographic differences between groups. ANOVA showed significant improvements in knowledge, attitudes, and behavior (p-value<0.05). LSD analysis revealed significant changes in the Emo Demo group (p-value=0.010 for knowledge and behavior, p-value=0.028 for attitude), indicating its effectiveness in improving complementary feeding practices. Conclusions: Innovative and emotionally engaging methods like Emo Demo can effectively address the challenges of complementary feeding, ultimately contributing to public health efforts to reduce stunting in Indonesia. Further research is recommended to refine educational strategies for improving maternal nutrition practices in diverse communities.
Manajemen Ketahanan Keluarga Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Sidokerto Buduran Kabupaten Sidoarjo Yessy Dessy Arna; Inne Soesanti; Loetfia Dwi Rahariyani
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.148

Abstract

Masyarakat Desa Sidokerto, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak di bawah lima tahun, belum mampu memodifikasi berbagai bahan pangan yang memenuhi gizi seimbang dan belum mampu menyediakan porsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Tujuan manajemen ketahanan keluarga dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam upaya melakukan upaya preventif dan promosi sedini mungkin untuk pencegahan dan penanganan balita dengan masalah stunting. Strategi yang digunakan dalam mengidentifikasi pengetahuan dan kemampuan keluarga, khususnya ibu balita terkait Gizi Seimbang pada Balita, khususnya Balita dengan Stunting, dilanjutkan dengan pelatihan tentang cara pencegahan dan penanganan stunting pada Balita, kerja sama lintas program dan lintas sektor termasuk Aparatur Desa dan Jasaannya dalam mewujudkan keterampilan, kemampuan, dan keterampilan keluarga dalam upaya manajemen ketahanan keluarga untuk pencegahan dan penanganan Stunting,   Kader Posyandu Balita, dan Pengawasan progres dan capaian optimalisasi peran Keluarga Balita dengan BGM dan Stunting dilaksanakan sebulan sekali oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat dan Puskesmas Buduran. Kesimpulan pengabdian adalah penanganan yang tidak tepat akan mempengaruhi tumbuh kembang anak di masa depan, terutama stunting akan berdampak tidak hanya pada fisik yang lebih pendek, tetapi juga pada kecerdasan, produktivitas dan prestasi mereka nantinya setelah dewasa, sehingga akan menjadi beban bagi Negara
Co-Authors Adhyanti Amanda Hamidah Ani Intiyati Annas Buanasita Annas Buanasita Ashalya Eka Asmulyati S. Saleh Azzizah Rahmawati Putri Christianingsih, Juliana Dessy Arna, Yessy Devi Eka Ratnasari Dian Putri Agustina Dian Shofiya Dinda Maulidiyah Durrotun Nihayah Eka Ratnasari, Devi Ergia Latifolia Erika Deanita Ramadhani Ervi Husni, Ervi Fadila Briliyana Fahmi Hafid Gegiyansari Halimah, Husnul Hamidah, Amanda Heni Hendriyani Hilda Vilatul Rohmin Hindaryani, Nurul Ifta Nur Fadhilah Imam Sarwo Edi Ishak, Sharifah Intan Zainun Sharif Jayeng Wijayanti, Erlyna Juliana Christyaningsih Juliana Christyaningsih Loetfia Dwi Rahariyani Lucyana Ahda Valeri Luluk Widarti, Luluk Luthfi Rusyadi Maharani Bintang Pratiwi Maria Helena Duanita Marina Pengge MINARTI Mujayanto Mujayanto Mujayanto Mujayanto Mujayanto Mujayanto Mutiara Devyntha Putri Koestya Nabila Dwi Sabita Nabila Firdausi Nugroho, Riezky Faisal Nuning Nuning Marina Pengge Nuning Marina Pengge Nur Hatijah Nur Hatijah Nur Kholifah, Siti Pengge, Nuning Marina Prionggo, Anang Putri, Intan Maulina Alifia Putri, Rany Dwi Yuliana Rachmaniah Rahmania Rahmania Riezky Faisal Nugroho Rosli, Siti Zaharah Sabita, Nabila Dwi Salsabila Febrianti Saputri, Khristine Sariman, Sarina Sayuningsih, Eny Sa’idah Zahrotul Jannah Septalia Puji Rahmawati Sharifah Intan Zainun Sharif Ishak Shofiya, Dian Siti Zaharah Rosli Sri Hidayati Sumasto, Hery Suprihatin, Kusmini Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurraman Taufiqurraman Wardana, Endra Tri Kusuma Winarko, Winarko Yohanes Don Bosko Demu