Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Exploring the Role of Digital Tools in Vocabulary Acquisition: A Qualitative Study in the Context of English Education in Papua Naing, Ince Rezky; Nemo, Maximus Leonardus; Rafra, Precilia
JURNAL PENA Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17198

Abstract

The use of digital learning tools has become increasingly influential in language education, particularly in facilitating vocabulary acquisition. However, in contexts such as Papua, Indonesia is characterized by limited resources and significant cultural diversity, the integration of these tools presents distinct challenges and opportunities. This study investigated the role of digital tools in enhancing vocabulary acquisition among English Education students in Papua, examined the challenges encountered by educators and learners, and proposes strategies for adapting these tools to better reflect the region's unique cultural and linguistic landscape. Adopting a qualitative research approach, the study gathered data through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving participants from both teachers and students of Papua. Thematic analysis was employed to extract key themes and patterns from the data. The findings indicated that digital tools, such as Kahoot, Quizziz, Quizlet and Duolingo, support vocabulary development by offering gamified, interactive, and self-directed learning opportunities. Nonetheless, their impact is constrained by infrastructural deficiencies, disparities in access to technology, and limited digital literacy among educators and students. Furthermore, the absence of culturally relevant content diminished engagement and reduced the tools’ effectiveness within the local context. The study concluded that while digital tools hold significant potential to enhance English Education, their successful implementation necessitates addressing infrastructural challenges, enhancing educator training, and developing culturally adapted resources. The research contributes to a deeper understanding of the complexities of digital learning in multilingual and under-resourced environments, offering actionable recommendations for improving language education in Papua.
Pelatihan Debat Bahasa Inggris sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara dan Berpikir Kritis Praja IPDN Provinsi Papua Naing, Ince Rezky; Rafra, Precilia; L. Nemoq, Maximus; Mutaqin, Alim; Efendi, Rian
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1y1hpe45

Abstract

Pelatihan debat berbahasa Inggris ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berpikir kritis para praja. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi bahasa Inggris, khususnya dalam menyampaikan argumen secara logis dan sistematis. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, peserta menunjukkan rendahnya kepercayaan diri dan keterbatasan dalam membangun argumen. Pelatihan dilaksanakan selama tiga pertemuan menggunakan metode workshop, simulasi debat, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pengenalan format debat, latihan berbicara di depan umum, serta teknik pengembangan argumen berbasis data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara, struktur berpikir, dan partisipasi aktif peserta. Pelatihan ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri, keterampilan berpikir kritis, serta kompetensi berbahasa Inggris secara terpadu. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pembentukan klub debat dan pelatihan rutin berkelanjutan.
Exploring the Role of Digital Tools in Vocabulary Acquisition: A Qualitative Study in the Context of English Education in Papua Naing, Ince Rezky; Nemo, Maximus Leonardus; Rafra, Precilia
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17198

Abstract

The use of digital learning tools has become increasingly influential in language education, particularly in facilitating vocabulary acquisition. However, in contexts such as Papua, Indonesia is characterized by limited resources and significant cultural diversity, the integration of these tools presents distinct challenges and opportunities. This study investigated the role of digital tools in enhancing vocabulary acquisition among English Education students in Papua, examined the challenges encountered by educators and learners, and proposes strategies for adapting these tools to better reflect the region's unique cultural and linguistic landscape. Adopting a qualitative research approach, the study gathered data through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving participants from both teachers and students of Papua. Thematic analysis was employed to extract key themes and patterns from the data. The findings indicated that digital tools, such as Kahoot, Quizziz, Quizlet and Duolingo, support vocabulary development by offering gamified, interactive, and self-directed learning opportunities. Nonetheless, their impact is constrained by infrastructural deficiencies, disparities in access to technology, and limited digital literacy among educators and students. Furthermore, the absence of culturally relevant content diminished engagement and reduced the tools’ effectiveness within the local context. The study concluded that while digital tools hold significant potential to enhance English Education, their successful implementation necessitates addressing infrastructural challenges, enhancing educator training, and developing culturally adapted resources. The research contributes to a deeper understanding of the complexities of digital learning in multilingual and under-resourced environments, offering actionable recommendations for improving language education in Papua.
Pelatihan Keterampilan Presentasi Berbahasa Inggris Bagi Praja IPDN Kampus Papua untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Global Naing, Ince Rezky; Nemo, Maximus Leonardus; Rafra, Precilia
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.2777

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi dan seminar berbahasa Inggris bagi Praja IPDN Papua sebagai upaya membangun kompetensi komunikasi global. Program pelatihan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 55 praja sebagai peserta aktif. Pelatihan dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, masing-masing berdurasi dua jam, menggunakan kombinasi metode ceramah, simulasi, praktik langsung, dan role-play. Materi pelatihan meliputi opening speech, presenting topic, handling Q&A, dan body language dalam konteks akademik, dengan pendekatan experiential learning yang menekankan pengalaman langsung dan refleksi performa. Hasil kegiatan berdasarkan kuesioner pasca-pelatihan menunjukkan bahwa 72,7% peserta sangat setuju dan 21,8% setuju bahwa pelatihan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris, sementara 5,5% peserta bersikap netral dan tidak terdapat respons negatif. Selain itu, 94,6% peserta menyatakan bahwa pelatihan membantu mereka dalam menyusun struktur presentasi berbahasa Inggris secara lebih sistematis. Pada aspek relevansi materi, 94,5% peserta menyatakan bahwa materi handling Q&A dan body language sesuai dengan kebutuhan mereka dalam konteks akademik. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan pelatihan ini menunjukkan kontribusi positif terhadap penguatan kepercayaan diri, kemampuan presentasi, serta keterampilan non-verbal peserta dalam seminar berbahasa Inggris. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan durasi yang lebih panjang serta dilengkapi dengan penilaian performatif agar peningkatan kompetensi komunikasi akademik dapat terukur secara lebih objektif.