Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Kader dan Lansia melalui Pendampingan Posyandu Lansia dan Pelatihan Senam Kaki Diabetes Pradiptha, I Dewa Agung Gde Fanji; Purnamayanti, Ni Kadek Diah; Putra, Made Mahaguna; Wijana, I Ketut; Rusiawati, Ria Tri Harini Dwi; Gayatri, Galih; Widiarini, Luh Mutiara
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.8940

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena penggunaan insulin yang tidak efektif dan produksi insulin yang tidak adekuat di dalam tubuh. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kader lansia mampu melaksanakan kegiatan posyandu lansia sesuai dengan standar dan melaksanakan senam kaki diabetes dalam upaya mengontrol gula darah lansia serta meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemberdayaan dan peningkatan kompetensi kader untuk pencegahan komplikasi diabetes. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan lansia yang berjumlah 60 orang di Desa Panji. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan posyandu dan kegiatan pelatihan senam kaki diabetes. Instrumen yang digunakan untuk mengkaji kompetensi kader dan lansia sebelum dan setelah diberikan pelatihan senam kaki diabetes berupa lembar observasi. Hasil observasi selanjutnya dianalisis menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui perbedaan kompetensi kader dan lansia sebelum dan setelah pelatihan senam kaki diabetes. Hasil analisis data didapatkan nilai p = 0,000 < 0.05 dan nilai Z hitung -7,211 < 1,96, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kompetensi kader dan lansia sebelum dan setelah pelatihan senam kaki diabetes
Progressive Muscle Relaxation (PMR) in Cancer Patients: A Scoping Review Gautama, Made Satya Nugraha; Pitriyani, Kadek Dwi; Winaryanta , Made Deisyana; Widiarini, Luh Mutiara; Sunday, Ni Kadek Mawar Aries; Widyanata, Komang Agus Jerry; Khalish, Gaviota
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v2i3.40

Abstract

Background: Cancer patients frequently endure a range of physical and psychological burdens during treatment. Progressive Muscle Relaxation (PMR) is utilized as a supportive intervention to address these symptoms, though its specific implementation and efficacy require synthesis.  Objective: This scoping review aims to investigate the implementation strategies and the effects of PMR on physical and psychological outcomes in patients diagnosed with cancer.  Methods: Following PRISMA and Joanna Briggs Institute (JBI) guidelines, a comprehensive literature search was conducted for articles published between 2019 and 2024. Inclusion criteria required studies to be in English or Indonesian and utilize specific designs, including quasi-experimental and randomized controlled trials (RCTs).  Results: From a total of 792 initial records, 15 studies met the inclusion criteria. These studies, conducted across various countries, typically utilized PMR interventions lasting 15–25 minutes. The analysis indicated that PMR was associated with reductions in physical symptoms, such as pain, fatigue, nausea, vomiting, and dyspnea. Furthermore, significant improvements were noted in psychological symptoms, including anxiety, stress, and emotional distress, alongside positive effects on sleep quality, functional well-being, coping mechanisms, and resilience.  Conclusion: PMR shows promise as a beneficial intervention for alleviating symptom burden in cancer patients. However, the limited number of studies and methodological heterogeneity suggest a need for further rigorous research to clarify the mechanisms of action and expand its clinical applications.
Pengaruh Wellnes Intervention Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Kanker Dengan Kemoterapi Widiarini, Luh Mutiara; Purnamayanti, Ni Kadek Diah; Juliani, Made
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.274

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kasus meningkat mencapai 396.914 kasus dengan total kematian sebanyak 234.511 kasus pada tahun 2020. Faktor risiko termasuk mutasi genetik, usia, merokok, dan paparan bahan berbahaya. Penatalaksanaan kanker dapat dilakukan melalui pembedahan atau pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi biologis sistem kekebalan tubuh dengan cara menggunakan agen biologis. Mual, muntah, cemas dan tegang, kelelahan, melemahnya sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko infeksi, suasana hati. perubahan, depresi, dan perasaan putus asa akibat kemoterapi pada pasien kanker dapat diberikan intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi otot progresif. Metode penelitian scoping review mengenai wellness intervention dan terapi otot progresif pada pasien kanker kemoterapi melibatkan pencarian sumber relevan, seleksi berdasarkan abstrak, analisis jenis penelitian dan intervensi, serta penyusunan ringkasan temuan kunci. Kriteria inklusi dan eksklusi diaplikasikan dengan cermat, menghasilkan 5 artikel yang memenuhi syarat untuk analisis kualitatif. Hasil penelitian mencakup karakteristik artikel yang berasal dari berbagai jurnal, dengan intervensi berupa teknik rilaksasi otot progresif melalui 15 gerakan dan pemberian kuesioner. Luaran intervensi diharapkan dapat mengurangi kecemasan, mual, muntah, dan stres pada pasien kanker kemoterapi. Ekstraksi data dilakukan untuk menyajikan informasi penting dari artikel-artikel yang relevan. Intervensi wellness dengan terapi otot progresif memberikan manfaat signifikan bagi pasien kanker kemoterapi, termasuk penurunan kecemasan, mengatasi mual, merilekskan tubuh, dan meningkatkan semangat. Peran perawat penting dalam memahami, menerapkan teknik relaksasi, dan memantau respons pasien serta efek samping kemoterapi. Monitoring yang cermat diperlukan untuk evaluasi dan penyesuaian perawatan