Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADAPTASI ALAT UKUR EXPANDED MULTIDIMENSIONAL TURNOVER INTENTION SCALE (EMTIS) Hanan, Maryam Alifah; Yuwana, Yohana Koronka Adi; Wicaksono, Taufiq Nur; Liq, Yulius; Anwar, Anwar
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v10i1.28691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi alat ukur Expanded Multidimensional Turnover Intention Scale (EMTIS) pada karyawan generasi Z. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 182 orang. Alat ukur ini dikembangkan oleh Ike, dkk. (2023) merupakan instrumen yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu status sosial subjektif, budaya organisasi, orientasi pribadi, ekspektasi, dan jenjang karier dengan 25 item. Proses adaptasi mengikuti standar ITC Guidelines for Translating and Adapting Test (ITC, 2018). Analisis reliabilitas dilakukan dengan mencari koefisien alpha Cronbach, dan validitas dilakukan dengan menggunakan Corrected Item Total Correlation dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa Expanded Multidimensional Turnover Intention Scale (EMTIS) versi Bahasa Indonesia memiliki konsistensi internal yang tinggi (α = 0.966) dan validitas konstruk koefisien Corrected Item Total Correlation berada antara 0.367 – 0.848. Selain itu, validitas konstruk berdasarkan Confirmatory Factor Analysis menunjukkan model fit. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 item yang terdapat dalam Expanded Multidimensional Turnover Intention Scale (EMTIS) yang sudah diadaptasi dapat digunakan untuk mengukur Turnover Intention pada karyawan generasi Z di Indonesia
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA Wicaksono, Taufiq Nur; Narastri Insan Utami
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4171

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Salah satu aspek yang berperan dalam membentuk motivasi belajar adalah dukungan sosial dari teman sebaya, yang dapat memberikan rasa diterima, semangat, serta dorongan positif dalam proses perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar pada mahasiswa. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa aktif program sarjana (S1) berusia 18–22 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Skala Motivasi Belajar. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) = 0,511 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar pada mahasiswa. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima dari teman sebaya, semakin tinggi pula motivasi belajar mahasiswa. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,261 menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 26,1% terhadap motivasi belajar, sedangkan 73,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya lingkungan sosial sebaya dalam meningkatkan semangat dan keterlibatan belajar mahasiswa di perguruan tinggi.
Leisure Satisfaction: A Phenomenological Study on Baristas in a 24-Hour Coffee Shop Wicaksono, Taufiq Nur
Research Horizon Vol. 5 No. 6 (2025): Research Horizon - December 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.6.2025.977

Abstract

Coffee shops that operate 24 hours implement shift work systems, particularly night shifts, which often cause physical and psychological fatigue among baristas and limit their ability to use leisure time optimally. This condition may reduce leisure satisfaction and negatively affect workers’ quality of life. This study aims to explore leisure satisfaction among baristas working in 24-hour coffee shops. A qualitative approach with a phenomenological method was employed to understand baristas’ subjective experiences related to leisure time. The participants consisted of two baristas working at a 24-hour coffee shop in Yogyakarta, selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using phenomenological stages, including bracketing, open coding, axial coding, and theme development. The findings indicate that baristas tend to experience low leisure satisfaction, influenced by work pressure, limited ability to manage leisure activities, and low social involvement. These conditions lead to work stress, continuous fatigue, and limited fulfillment of leisure satisfaction dimensions, including psychological, relaxation, physical, social, educational, and aesthetic aspects. The study concludes that the 24-hour work system contributes to low leisure satisfaction among baristas, highlighting the need for more flexible work arrangements and psychological well-being support to improve their quality of life and work performance.