p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Elektrosista
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA KEBIJAKAN ENERGI MINYAK BUMI AMERIKA SERIKAT DI TIMUR TENGAH PADA MASA BUSH HINGGA OBAMA (2001-2016) Mei Rinta Sukma Firdaus; Hendra, Afrizal; Wirajuda, Muhammad Hadianto
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 11 No. 1 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v11i1.146

Abstract

Timur Tengah telah lama menjadi pusat dari pusaran konflik. Salah satunya adalah yang diakibatkan oleh perebutan sumber daya energi seperti minyak bumi. Di dalamnya, terdapat kepentingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia yang masing-masing memiliki cadangan minyak dalam sumur-sumur minyak. Ada fenomena yang kemudian dikenal sebagai peak oil, yang mana ketika harga minyak melambung tinggi akibat kelangkaan, bagaimanapun alasannya negara-negara yang terkait akan berperang dan konflik akan segera timbul. Hal ini berlaku dalam Timur Tengah yang selalu bergejolak atas berbagai kepentingan negara luar dalam aspek keamanan energinya. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Franklin D. Roosevelt pada salah seorang duta besar Inggris: “Persian oil … is yours. We share the oil of Iraq and Kuwait. As for Saudi Arabian oil, it's ours”. Ini menandakan bahwa AS tidak akan lepas tangan dari Timur Tengah begitu saja, di teluk Persia disiagakanlah Armada ke-5 Angkatan Laut AS untuk mengamankan sumber-sumber minyak dan gas yang dikuasai AS sebagai pemenuhan kebutuhan energi fosil yang akan terus meningkat dari masa ke masa. Sampai saat ini geopolitik kawasan Timur Tengah tidak dapat jauh dari pengaruh minyak bumi terhadap konstelasi hubungan antarnegara Timur Tengah dengan superpower dunia. AS sebagai hegemoni yang telah lama menguasai kawasan memiliki beragam strategi untuk mempertahankan sumber-sumbernya agar tidak jatuh di tangan kekuatan lainnya. Yang terjadi saat ini adalah AS mempertahankan sumber-sumbernya dari tangan ISIS, yang dipandang sebagai ancaman besar atas yang dimiliki di Irak dan Suriah. Ancaman yang tampak nyata sehingga AS harus turun tangan untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan aktor semistate.    
STRATEGI PERANG RAKYAT SEMESTA PADA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Muchammad Hifni; Ma’ruf , Azwar Amar; Mei Rinta Sukma Firdaus; Robby Rahman Assyidiqi; Frangky Silitonga
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 11 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v11i2.199

Abstract

Kebijakan Darurat Nasional Indonesia menekankan pentingnya memobilisasi semua sumber daya yang tersedia, termasuk masyarakat, untuk mendukung masyarakat. Strategi ini mendorong integrasi antara publik dan masyarakat, sehingga mereka dapat memainkan peran penting dalam mendukung masyarakat. Kebijakan ini juga menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama di antara masyarakat. Kebijakan Darurat Nasional Indonesia sangat penting dalam menangani ancaman non-tradisional seperti terorisme dan perang. Kebijakan ini menyerukan pendekatan yang komprehensif terhadap krisis, termasuk kerja sama antara lembaga pemerintah, layanan kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan respons yang efektif. Pandemi COVID-19 telah menekankan perlunya tindakan kolektif dan kerja sama di antara semua sektor masyarakat untuk mengelola krisis secara efektif. Pandemi ini telah menyebabkan perubahan signifikan dalam ekonomi global dan struktur sosial, sehingga membutuhkan koordinasi antar negara dan kerja sama internasional. Respons terhadap pandemi COVID-19 membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, sektor publik, dan individu. Pemerintah harus menerapkan strategi yang efektif, seperti meningkatkan sistem kesehatan, meningkatkan dukungan pemerintah dan polisi, dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak. Kesimpulannya, Kebijakan Darurat Nasional di Indonesia sangat penting untuk mengatasi krisis dan memastikan kemampuan negara untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah.