Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Metode Kegiatan Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Utama, Gunursy Mulya; Shulhana Mokhtar; Mohammad Reza Zainal Abidin; Marlyanti Nur Rahma; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.540

Abstract

Metode pembelajaran di fakultas kedokteran terus berkembang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sistem SPICES diterapkan dengan berbagai metode seperti perkuliahan, diskusi, PBL, dan Clinical Skill Lab. Kajian ini diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas metode kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran pada mahasiswa, serta untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kendala yang dialami dalam metode kegiatan pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memberikan persepsi setuju terhadap metode pembelajaran kuliah, praktikum, Problem-Based Learning (PBL), Clinical Skill Lab, dan observasi lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa metode-metode tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran. Meskipun sebagian besar mahasiswa setuju dengan efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan, terdapat beberapa kendala yang masih dirasakan, terutama dalam metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan. Beberapa mahasiswa menyatakan kurang optimalnya pelaksanaan metode tersebut, mencerminkan adanya tantangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia secara umum efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran, sebagaimana ditunjukkan oleh mayoritas persepsi positif mahasiswa. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa depan.
Literature Review: Manfaat Terapi Bekam Terhadap Kesehatan Fisik Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Nurdiansya B, Muh. Arfah; Utama, Gunursy Mulya
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/6gps2x03

Abstract

Latar Belakang : Terapi bekam merupakan salah satu modalitas pengobatan tradisional dan komplementer yang banyak digunakan untuk mengatasi nyeri, gangguan fungsi fisik, serta masalah kesehatan kardiometabolik, namun bukti ilmiah mengenai manfaatnya terhadap kesehatan fisik masih tersebar dan belum tersintesis secara komprehensif. Metode : Penelitian ini merupakan systematic literature review yang menelaah artikel-artikel ilmiah mengenai terapi bekam dan kesehatan fisik yang diperoleh dari beberapa basis data elektronik utama dengan kata kunci terkait terapi bekam, nyeri, fungsi fisik, dan parameter kardiometabolik, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil : Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi bekam berpotensi menurunkan nyeri muskuloskeletal (seperti nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan migrain), memperbaiki beberapa aspek fungsi fisik (fleksibilitas, range of motion, dan pemulihan kelelahan otot), serta memberikan pengaruh positif terhadap beberapa parameter kardiometabolik tertentu pada kelompok populasi tertentu. Kesimpulan : Secara keseluruhan, terapi bekam dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang berpotensi mendukung peningkatan kesehatan fisik, khususnya pada kondisi yang berkaitan dengan nyeri dan penurunan fungsi gerak, meskipun penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan konteks klinis dan temuan evidence terkini.