Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect Of Organizational Activity On Timely Graduation Of Medical Students In The Academic Stage Of 2020 A. Muh. Naufal Abiyyu; Sri Wahyuni Gayatri B; Windy Nurul Aisyah; Shulhana Mochtar; Marlyanti Nurrahmah
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of organizational activity on the timely graduation of medical students of the 2020 academic phase at the Muslim University of Indonesia. Medical students must balance academic, organizational, and social life commitments that can affect academic performance and the duration of study. In addition to organizational activity, other factors such as time management, parental support, learning motivation, and academic load also play a role in determining the length of study. This study used an analytical observational method with a cross-sectional design . The sample consisted of 100 students selected using a purposive sampling method. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that 89% of students were active in organizations and 65% graduated on time. However, no significant relationship was found between organizational activity and timely graduation with a p value = 0.441 (more than 0.05). This finding suggests that other factors, especially time management and learning motivation, may have a greater influence on students' academic success. Further research is recommended to explore additional variables and expand the number of samples to obtain more comprehensive results.
Persepsi Mahasiswa terhadap Metode Kegiatan Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Utama, Gunursy Mulya; Shulhana Mokhtar; Mohammad Reza Zainal Abidin; Marlyanti Nur Rahma; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.540

Abstract

Metode pembelajaran di fakultas kedokteran terus berkembang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sistem SPICES diterapkan dengan berbagai metode seperti perkuliahan, diskusi, PBL, dan Clinical Skill Lab. Kajian ini diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas metode kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran pada mahasiswa, serta untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kendala yang dialami dalam metode kegiatan pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memberikan persepsi setuju terhadap metode pembelajaran kuliah, praktikum, Problem-Based Learning (PBL), Clinical Skill Lab, dan observasi lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa metode-metode tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran. Meskipun sebagian besar mahasiswa setuju dengan efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan, terdapat beberapa kendala yang masih dirasakan, terutama dalam metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan. Beberapa mahasiswa menyatakan kurang optimalnya pelaksanaan metode tersebut, mencerminkan adanya tantangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia secara umum efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran, sebagaimana ditunjukkan oleh mayoritas persepsi positif mahasiswa. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa depan.
Literature Review: The Relationship Between Malaria Infection And The Incidence Of Anemia Adinda Pradana Putri; Syamsu Rijal; Windy Nurul Aisyah
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 13 No. 4 (2025): The International Journal of Medical Science and Health Research
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/nkr2z982

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium parasites, which are a primary cause of anemia. This review aims to analyze the correlation between Plasmodium species and the incidence of anemia through a literature review of studies conducted in Indonesia over the past five years. The results indicate that although both P. falciparum and P. vivax can cause anemia, a significant relationship between the Plasmodium species and the severity of anemia is not consistently found. This review emphasizes the importance of early monitoring of malaria infection to prevent hematological complications.
Identifikasi Kasus Penyakit Mata Dalam Pemenuhan Kompetensi Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Di RS Mata Chaerunnisa Amir; Marlyanti Nur Rahmah; Windy Nurul Aisyah; Ratih Natasha Maharani; Hikma Hiromi; Purnamanita
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 15 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/dn6mh682

Abstract

Pendidikan profesi kedokteran menekankan pada pembelajaran berbasis tempat kerja untuk mencapai kompetensi klinis dokter muda. RS Mata Makassar sebagai wahana pendidikan memainkan peran penting dalam penyediaan variasi kasus penyakit mata guna mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi kasus penyakit mata dan kesesuaiannya dengan standar kompetensi dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) berdasarkan SKDI di RS Mata Makassar. Metode penelitian yang dilakukan yaitu bersifat kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling dari data rekam medis pasien Poliklinik Mata RS Mata Makassar periode Juli–Desember 2024. Data dianalisis berdasarkan kategori SKDI Level 1–4. Dari hasil penelitian tercatat 18.483 kasus, dengan katarak (28,07%) sebagai kasus terbanyak, diikuti mata kering dengan (13.22), astigmatisme (12,03%) dan presbiopia (8,53%). Berdasarkan SKDI, kasus terbanyak adalah perdarahan vitreous (100%) pada level 1, katarak (71,15%) pada level 2, pterigium (62,38%) pada level 3A, glaukoma akut (99,54%) pada level 3B, dan mata kering (29,43%) pada level 4A. Sebagian besar variasi kasus yang ditemukan sesuai dengan daftar kompetensi layanan primer yang dibutuhkan dalam pendidikan klinik FK UMI. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu RS Mata Makassar menyediakan variasi kasus penyakit mata yang relevan dan mencukupi untuk mendukung pemenuhan kompetensi dokter muda. Pelatihan yang berfokus pada kasus dengan prevalensi tinggi seperti katarak, mata kering, astigmatisme, dan glaukoma akut perlu diperkuat untuk meningkatkan kesiapan klinis dokter muda.
KARAKTERISTIK PENDERITA ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS SOMBA OPU Muh. Nurfadli Sahar; Mona Nulanda; Windy Nurul Aisyah; M. Hamsah; Hermiaty Nasruddin
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.352

Abstract

ABSTRAK Anemia dalam kehamilan masih menjadi masalah kesehatan serius yang berdampak pada ibu dan janin, seperti risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita anemia dalam kehamilan di Puskesmas Somba Opu. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 dengan total sampel sebanyak 80 ibu hamil yang mengalami anemia, diperoleh melalui total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil yang mengalami anemia berada pada kelompok usia 26–31 tahun (42,5%), tingkat pendidikan terakhir SMA (68,8%), serta mayoritas tidak bekerja di sektor formal (ibu rumah tangga 75%). Berdasarkan usia kehamilan, anemia paling banyak terjadi pada trimester kedua (85%), dengan dominasi multipara (72,5%) dan suku Makassar (75%). Tingkat anemia yang terbanyak adalah kategori ringan (40%), diikuti sedang (23,8%), dan tidak ditemukan kasus anemia berat. Hasil ini menegaskan bahwa anemia ringan masih mendominasi, namun tetap memerlukan perhatian serius. Penatalaksanaan anemia pada ibu hamil perlu dilakukan melalui intervensi komprehensif yang memperhatikan faktor sosial, budaya, dan fisiologis, serta peningkatan edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. ABSTRACT Anemia in pregnancy remains a significant public health concern associated with adverse maternal and perinatal outcomes such as preterm birth, low birth weight, and even perinatal mortality. This study aimed to describe the characteristics of pregnant women with anemia at Somba Opu Health Center. A descriptive study with a cross-sectional approach was conducted in June–July 2025 involving a total sample of 80 anemic pregnant women, selected using total sampling. Data were collected from medical records and analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. The results showed that most anemic pregnant women were aged 26–31 years (42.5%), had senior high school education (68.8%), and were predominantly housewives (75%). Based on gestational age, the majority of anemia cases occurred in the second trimester (85%), with multiparous women (72.5%) and Makassar ethnicity (75%) being the dominant groups. The highest proportion of anemia severity was mild anemia (40%), followed by moderate anemia (23.8%), with no severe anemia cases identified. These findings indicate that although mild anemia predominates, it still requires serious attention. Comprehensive management should consider social, cultural, and physiological factors, accompanied by nutritional education and compliance with iron and folic acid supplementation.