Diana Durrotul Lum’ah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP POLA ASUH ANAK DALAM MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI (STUDI EDUKATIF Q.S LUQMAN AYAT 13-19) Imaniar Mahmuda; Diana Durrotul Lum’ah; Amalia, Nabila
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2313

Abstract

Degradasi moral merupakan fenomena yang nyaris melanda masyarakat Indonesia di semua kalangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempelajari metode pengasuh Qur'ani yang ditemukan dalam Surat Luqman ayat 13–19 sebagai model pendidikan untuk membentuk generasi Qur'ani. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan. Penelitian ini menyelidiki literatur tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima komponen utama terlibat dalam perawatan Luqman terhadap anaknya: tauhid, kesadaran akan pengawasan Allah, pendidikan ibadah dan akhlak, pembentukan etika sosial, dan cara berkomunikasi yang penuh kasih sayang dan hikmah. Membentuk orang yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab secara sosial sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip ini. Pola asuh ini tidak hanya relevan untuk keluarga Muslim; juga dapat dimasukkan ke dalam sistem pendidikan formal dan non-formal untuk membangun generasi yang berkarakter Islami dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan menggunakan Al-Qur'an sebagai landasan pendidikan, generasi Qur’ani diharapkan dapat membangun secara menyeluruh dalam hal spiritual, moral, dan sosial.
KONSEP POLA ASUH ANAK DALAM MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI (STUDI EDUKATIF Q.S LUQMAN AYAT 13-19) Imaniar Mahmuda; Diana Durrotul Lum’ah; Amalia, Nabila
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2313

Abstract

Degradasi moral merupakan fenomena yang nyaris melanda masyarakat Indonesia di semua kalangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempelajari metode pengasuh Qur'ani yang ditemukan dalam Surat Luqman ayat 13–19 sebagai model pendidikan untuk membentuk generasi Qur'ani. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan. Penelitian ini menyelidiki literatur tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima komponen utama terlibat dalam perawatan Luqman terhadap anaknya: tauhid, kesadaran akan pengawasan Allah, pendidikan ibadah dan akhlak, pembentukan etika sosial, dan cara berkomunikasi yang penuh kasih sayang dan hikmah. Membentuk orang yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab secara sosial sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip ini. Pola asuh ini tidak hanya relevan untuk keluarga Muslim; juga dapat dimasukkan ke dalam sistem pendidikan formal dan non-formal untuk membangun generasi yang berkarakter Islami dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan menggunakan Al-Qur'an sebagai landasan pendidikan, generasi Qur’ani diharapkan dapat membangun secara menyeluruh dalam hal spiritual, moral, dan sosial.
Tafsiran Lafadz Khusyu’ Perspektif Aisyah Bintu Syathi’ (Tinjauan Kitab al-Tafsir al-Bayani Lil Qur’anil Karim) Amalia, Nabila Nailil; Diana Durrotul Lum’ah; Asbarin
Jurnal test Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v2i2.83

Abstract

Interpretation of the meaning of the Qur'an is a study that is relevant to the present era, mufassir circles and intellectuals examine in detail the verses of the Qur'an with their respective styles of interpretation and methodology. Researchers also feel it is important to examine the meaning of the word khusyu' in terms of adabiyah or literature written by a female mufassir known as bintu syathi', the background and how the methods are used in interpreting verses about khusyu' contained in the Qur'an. The research method used is qualitative with the type of library research (library study) which is descriptive-analytical with a maudhu'i (thematic) approach. The data collection technique used is documentation. The analysis technique uses content analysis (content analysis). The result of this study is that the interpretation of the lafadz khusyu' in the book Al-Tafsir Al-Bayani Lil Qur'anil Karim shows that Bintu Syathi' draws several verses that explain the meaning of khusyu' into 2 parts, namely in the sense of khusyu'nya for believers because of the truth of faith to Allah and the Last Day, as stated in sura al-Baqarah: 45, Ali Imran: 199, al-Anbiya: 90 and al-Isra': 109 and al- Mu'minun: 2. Al-Ahzab: 25, al- Hadid:16. In addition, the meaning of khusyu' which means humility and humiliation, humiliation and fear is meant for infidels who do not believe in Allah SWT, namely in surahs Al-Nazi'at 8-9, Al-Ma'arij 43-44, Al- Qalam: 43, Al-Ghasiyah: 2, and Al-Qamar: 7.