Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Budaya Literasi melalui Kelas Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar Kelas Tinggi Rahmawan, Alfian Arsa; Patmisari, Patmisari; Kusumaningtyas, Dian Artha; Mahardika, Dzikrina Aqsha
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 5, No. 1, April 2025
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v5i1.212

Abstract

Program ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan literasi membaca siswa di SD Negeri Ngreco 05 melalui program kelas membaca yang dilaksanakan oleh Kampus Mengajar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan analisis alir, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas 4 dan observasi langsung, ditemukan bahwa kemampuan literasi siswa di SD Negeri Ngreco 05 di tingkatkan lagi, meskipun telah menunjukkan peningkatan. Program kelas membaca ini dilaksanakan setiap hari rabu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, dengan fokus pada siswa yang mengalami kesulitan membaca. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten dan terarah, menggunakan bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kelas membaca memberikan dampak positif, khususnya bagi siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca, meskipun mereka belum mencapai tingkat kefasihan yang setara dengan teman-temannya. Program ini juga berkontribusi dalam membangun budaya literasi di sekolah dengan dukungan dari guru dan orang tua. Namun Program ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta tingkat motivasi siswa yang bervariasi dengan demikian, dalam kelas membaca ini program kelas membaca menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus mendukung pembelajaran secara keseluruhan.
Environmental Awareness and Social Empathy as Predictors of Ecological Citizenship among Generation Alpha Rahmawan, Alfian Arsa; Patmisari, P
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to determine the influence of environmental awareness and social concern on the ecological citizenship of Generation Alpha students in Kartasura District.Methodology: The research used a quantitative descriptive method with a correlational design. The sampling technique used was proportional random sampling. The research population consisted of 4,183 junior high school and MTs students, with a sample of 255 respondents.Results: The results show that environmental awareness has a positive and significant effect on students' ecological citizenship, as evidenced by a Sig. value of < 0.001 (< 0.05) and a T-count of 7.296 > T-table 1.969, meaning that H0 is rejected and H1 is accepted. Conversely, social concern does not have a significant effect on ecological citizenship, as indicated by a Sig. value of 0.138 (> 0.05) and a T-count of 1.489 < T-table 1.969, so that H0 is accepted and H2 is rejected. These findings show that social concern does not always lead to ecological behavior. Simultaneously, environmental awareness and social concern have a significant effect on ecological citizenship, based on a Sig. value of 0.001 (< 0.05) and an F-count of 56.363 > F-table 3.031, meaning that H0 is rejected and H3 is accepted, which means that both independent variables have a combined effect on ecological citizenship.Applications/Originality/Value: This study highlights the key role of environmental awareness in shaping Generation Alpha's ecological citizenship and offers practical guidance for schools, given that social concern does not always translate into ecological action.