Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi SMK dan Dunia Usaha Melalui Perencanaan SDM Berbasis Kebutuhan Industri Karsikah, Karsikah; Sulaeman, Dede; Fauzan, Izdad Irsyadillah; Sofiyah, Sofiyah; Eniyah, Eniyah; Sulastri, Sulastri; Silfina, Siti
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.317

Abstract

Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kebutuhan industri menjadi suatu aspek penting dalam menjalin sinergi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia usaha. Di SMKN 1 Ciruas, keharusan untuk mempersiapkan siswa agar siap memasuki dunia kerja menuntut adanya kolaborasi yang erat dengan sektor industri. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah membantu SMKN 1 Ciruas dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi saat ini dalam pentingnya mempersiapkan dan mengetahui Perencanaan SDM Berbasis Kebutuhan Industri Mewujudkan Sinergi antara  SMK dan Dunia Usaha. Metode yang digunakan pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa ekspositori merupakan penyampaian materi secara verbal dan inquiry merupakan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis terkait kelimuan manajemen SDM. Hasil pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara SMK dan dunia usaha dapat meningkatkan kualitas lulusan, mempercepat penyerapan tenaga kerja, dan memenuhi tuntutan pasar. Rekomendasi dari pengabdian kepada masyarakat ini mencakup pengembangan program magang, pelatihan keterampilan, dan penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri, serta memperluas jaringan kolaborasi antara industri-industri terutama di wilayah Kawasan industry serang banten. Dengan demikian, perencanaan SDM yang sistematis dan terintegrasi dapat mendorong peningkatan daya saing lulusan SM
Pengaruh Kompensasi dan Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja Anggota P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Fauzan, Izdad Irsyadillah; Pawestri, Pebri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6539

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami makna sosial, ekonomi, dan budaya di balik pengeluaran biaya pernikahan adat Toraja yang dikenal sebagai Rampanan Kapa’. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol penyatuan dua individu, tetapi juga merepresentasikan status sosial, kehormatan keluarga, serta penghormatan terhadap leluhur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis mini etnografi dalam paradigma interpretif untuk menggali praktik dan makna budaya yang melekat pada sistem kasta, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan ekonomi keluarga dalam konteks pernikahan adat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada masyarakat di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara. Informan terdiri atas tokoh adat, orang tua pengantin, dan mempelai yang terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara. Analisis data dilakukan secara tematik interpretatif untuk menafsirkan makna simbolik di balik setiap praktik pengeluaran adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pernikahan adat tidak semata mencerminkan kemampuan ekonomi keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai simbol kehormatan, solidaritas, dan pertanggungjawaban moral dalam struktur sosial berbasis kasta. Keluarga berkasta tinggi cenderung mempertahankan kemegahan upacara sebagai representasi martabat leluhur, sedangkan keluarga dengan ekonomi terbatas melakukan penyesuaian tanpa menghilangkan nilai simbolik adat. Fenomena ini menunjukkan adanya negosiasi antara tradisi dan modernitas, di mana masyarakat berusaha menyeimbangkan tuntutan kehormatan adat dengan rasionalitas ekonomi. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik pengeluaran dalam pernikahan adat Toraja merepresentasikan akuntansi sosial budaya, yaitu sistem pertanggungjawaban moral yang hidup dalam masyarakat, di mana setiap pengeluaran mencerminkan nilai siri’, gotong royong, dan keseimbangan sosial.