Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Harta Pusaka (ERPEN) Dalam Hukum Adat Karo dan Relevansinya pada Konteks Pewarisan Islam Yopi, Mhd Hafiz Fahrezy; Hadiningrum, Sri; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Angkat, Agustrio Mahanggana; Siagian, Rimma Anisa; Naiborhu, Roslin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6388

Abstract

Penelitian ini membahas konsep harta pusaka (Erpen) dalam hukum adat Karo dan relevansinya terhadap prinsip-prinsip pewarisan dalam Islam. Hukum adat Karo menerapkan sistem patriarki, di mana hak waris hanya diberikan kepada anak laki-laki, sedangkan anak perempuan tidak memperoleh bagian warisan dari orang tuanya. Hal ini berbeda dengan hukum waris Islam yang memberikan hak kepada semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, meskipun dengan porsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Karo Muslim di Universitas Negeri Medan untuk menganalisis pemahaman dan praktik pewarisan yang terjadi di tengah masyarakat Karo Muslim. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara sistem pewarisan adat Karo dan hukum Islam, yang berpotensi menimbulkan konflik dalam praktik pembagian warisan. Masyarakat Karo Muslim dihadapkan pada dilema antara mempertahankan tradisi adat dan menerapkan prinsip keadilan dalam Islam. Penelitian ini juga mengkaji teori resepsi dan receptio in complexu untuk memahami interaksi antara hukum adat dan hukum Islam dalam konteks pewarisan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dan masyarakat mengenai perbedaan, dinamika, serta integrasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam praktik pewarisan. Temuan penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong terciptanya keadilan dalam pembagian warisan di lingkungan masyarakat multikultural, khususnya di kalangan Karo Muslim.
Konsep Harta Pusaka (ERPEN) Dalam Hukum Adat Karo dan Relevansinya pada Konteks Pewarisan Islam Yopi, Mhd Hafiz Fahrezy; Hadiningrum, Sri; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Angkat, Agustrio Mahanggana; Siagian, Rimma Anisa; Naiborhu, Roslin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6388

Abstract

Penelitian ini membahas konsep harta pusaka (Erpen) dalam hukum adat Karo dan relevansinya terhadap prinsip-prinsip pewarisan dalam Islam. Hukum adat Karo menerapkan sistem patriarki, di mana hak waris hanya diberikan kepada anak laki-laki, sedangkan anak perempuan tidak memperoleh bagian warisan dari orang tuanya. Hal ini berbeda dengan hukum waris Islam yang memberikan hak kepada semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, meskipun dengan porsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Karo Muslim di Universitas Negeri Medan untuk menganalisis pemahaman dan praktik pewarisan yang terjadi di tengah masyarakat Karo Muslim. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara sistem pewarisan adat Karo dan hukum Islam, yang berpotensi menimbulkan konflik dalam praktik pembagian warisan. Masyarakat Karo Muslim dihadapkan pada dilema antara mempertahankan tradisi adat dan menerapkan prinsip keadilan dalam Islam. Penelitian ini juga mengkaji teori resepsi dan receptio in complexu untuk memahami interaksi antara hukum adat dan hukum Islam dalam konteks pewarisan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dan masyarakat mengenai perbedaan, dinamika, serta integrasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam praktik pewarisan. Temuan penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong terciptanya keadilan dalam pembagian warisan di lingkungan masyarakat multikultural, khususnya di kalangan Karo Muslim.
Pemahaman Masyarakat Serdang Berdagai Terhadap Pendaftaran Indikasi Geografis pada Dodol Bengkel Sebagai Produk Lokal Dalam Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara di Masa Era Globalisasi Cahyani, Nabila Fri; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Tambunan, Kevin Andreas Halomoan; Yopi, Mhd Hafiz Fahrezy; Harahap, Tasya Ananda Putri
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat produsen Dodol Bengkel di Serdang Bedagai terhadap urgensi pendaftaran Indikasi Geografis (IG) sebagai strategi perlindungan dan pelestarian warisan kuliner lokal di tengah era globalisasi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, studi ini memetakan kesenjangan antara nilai kultural produk dengan pemanfaatan kerangka hukum HKI. Hasil penelitian mengungkapkan adanya disparitas signifikan antara apresiasi masyarakat terhadap kualitas dan reputasi Dodol Bengkel, yang diakui sebagai oleh-oleh khas daerah, dengan kesadaran yuridis mereka mengenai mekanisme perlindungan formal melalui IG. Mayoritas pelaku usaha cenderung tidak merasa terancam oleh peniruan, berpegangan pada keyakinan kualitas autentik tradisional, padahal perlindungan di Indonesia menganut sistem konstitutif yang mensyaratkan pendaftaran resmi. Lebih lanjut, adaptasi pasar melalui ekspansi ke platform e-commerce (Shopee) dan jangkauan regional (oleh-oleh di Malaysia) telah meningkatkan paparan Dodol Bengkel terhadap risiko free-riding dan peniruan digital, menjadikan perlindungan IG sebagai kebutuhan yang mendesak. Disimpulkan bahwa pendaftaran IG adalah instrumen strategis yang krusial untuk mengkapitalisasi potensi pasar premium dan menjamin keberlanjutan warisan kuliner. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang terfokus untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan ini, sehingga pemanfaatan IG dapat optimal untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.