Gracia Gampu
Universitas Negeri Manado

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Gracia Gampu; Marien Pinontoan; Juliana Margareta Sumilat
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.3090

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran lingkungan sekolah, faktor-faktor yang menjadi pengahambat dan pendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa SD GMIM 24 Manembo-nembo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dan dilaksanakan di SD GMIM 24 Manembo-nembo. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan waktu. Analisis data mengunankan analisis interaktif yang dikemukana oleh Miles dan Huberman. Peran lingkungan fisik SD GMIM 24 Manembo-nembo mampu membuat siswa disiplin dan lebih bertanggung jawab karena tersedianya fasilitas seperti buku siswa. Namun ketersedia buku siswa tersebut tidak serta merta dapat membuat siswa disiplin karena masih membutuhkan bimbingan. Sementara lingkungan sosisal masih kurang mendukung untuk pembentukkan karakter disiplin, Berbeda dengan karakter tanggung jawab, lingkungan sosial sekolah mendukung pembentukan karakter tanggungjawab siswa dengan membimbing penyelsaian tugas yang diberikan guru, demikian halnya dengan teman-teman mampu membuat siswa bekerjasama sehingga tanggungjawabnya sebagai siswa dalam pembelajaran dipenuhi. Selanjutnya Peran lingkungan budaya kurang mendukung pembentukan karakter disiplin karena situasi Covid-19, namun sangat berperan dalam membentuk karakter tanggungjawab siswa dalam mengikuti proses pembelajaran termasuk pengerjaan tugas yang diberikan. Faktor pendukung pembentukan karakter siswa SD GMIM 24 Manembo-nembo adalah para pendidik dan siswa. Sementara faktor penghambatnya adalah proses penyampaian dan pembinaan karakter.
Bercerita dan Pengaturan Emosi pada Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis Ambarita, Monica Roito; Gampu, Gracia Gabriella
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7043

Abstract

Kemampuan mengatur emosi sejak usia dini sangat penting untuk mendukung perkembangan sosial, akademik, dan kesehatan mental anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas hubungan antara kegiatan bercerita (storytelling) dan pengaturan emosi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menggunakan sumber dari database seperti Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Scopus. Dari 1000 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita secara signifikan membantu anak dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi, serta membangun empati dan ketahanan diri. Kegiatan bercerita yang didukung dengan diskusi terarah, ekspresi guru yang menarik, dan pemilihan cerita yang relevan, terbukti memperkuat literasi emosi anak. Kajian ini menegaskan pentingnya peran guru dan orang dewasa dalam memfasilitasi proses ini serta perlunya integrasi metode bercerita dalam pembelajaran anak usia dini untuk mendukung perkembangan emosional yang sehat.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Winda Lidia Lumbantobing; Paembonan, Tiara Lestari; Gracia Gabriella Gampu; Sumardi W. Ndolu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36088

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode kajian pustaka, yaitu dengan melakukan pengkajian terhadap hasil penelitan yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Tujuan utama dalam studi ini yakni untuk mengkaji implementasi pendekatan deep learning di sekolah dasar berdasarkan konsep dan bagaimana hasil yang sudah didapatkan dengan menerapkan deep learning di sekolah dasar. Hasil studi menunjukkan implementasi pendekatan deep learning di jenjang sekolah dasar didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran meaningful, mindful, dan joyful, yang berhasil menggeser fokus pendidikan dari transmisi pengetahuan dangkal menuju pemahaman konseptual yang mendalam. Deep Learning juga berdampak positif secara konsisten dalam pengembangan keterampilan abad ke-21 (6C). Secara kognitif, pendekatan deep learning memperkuat penguasaan konsep, termasuk peningkatan signifikan pada pemahaman siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Secara non-kognitif, deep learning mendorong komunikasi, kolaborasi, rasa ingin tahu, kedisiplinan, serta penguatan karakter seperti integritas melalui aktivitas pembelajaran yang partisipatif dan terintegrasi dengan kegiatan ko-kurikuler. Strategi implementasi pendekatan deep learning yang paling sukses melibatkan penggunaan pedagogi aktif seperti Project-Based Learning dan Inquiry-Based Learning didukung oleh integrasi teknologi. Dalam implementasi Deep learning juga ditemukan di SD juga masih terhambat oleh tantangan serius yang bersifat institusional dan kapabilitas guru. Hambatan utama yang berulang kali muncul adalah rendahnya kesiapan guru dan keterbatasan sumber daya institusi (baik infrastruktur teknologi maupun kendala waktu kurikuler). Oleh karena itu, keberhasilan jangka panjang deep learning memerlukan intervensi kebijakan yang kuat dalam hal pengembangan profesional guru berbasis praktik dan penguatan infrastruktur digital sekolah
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Materi Pecahan Gracia Gampu; Monica Roito Ambarita
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 1 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i1.7387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami siswa kelas IV sekolah dasar dalam memahami materi pecahan. Pemilihan topik ini didasarkan pada kenyataan bahwa pecahan merupakan salah satu konsep dasar matematika yang penting, namun seringkali sulit dipahami oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa siswa mengalami kesulitan baik dalam memahami konsep maupun dalam melakukan operasi pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan dalam memahami makna pecahan, melakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian), serta menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pecahan. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain keterbatasan pengetahuan konseptual siswa, rendahnya motivasi belajar, dan metode pengajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran yang kontekstual dan interaktif untuk membantu siswa memahami pecahan secara lebih efektif.
POTRET LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM DI ERA KURIKULUM MERDEKA Gampu, Gracia Gabriella; Winda Lidia Lumbantobing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.49168

Abstract

Abstrak literasi numerasi menjadi salah satu kompetensi penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berbasis numerasi, terutama soal yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan pemahaman kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret literasi numerasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal AKM di era Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes numerasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa berada pada kategori sedang. Sebagian siswa mampu memahami informasi dan menentukan strategi penyelesaian masalah, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan soal kontekstual, menganalisis data, dan menarik kesimpulan secara tepat. Selain itu, kecemasan matematika juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan numerasi siswa. Strategi pembelajaran, kemampuan membaca, motivasi belajar, dan lingkungan kelas turut memberikan pengaruh terhadap kemampuan literasi numerasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran matematika yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci : literasi numerasi, AKM, Kurikulum Merdeka, matematika SD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PECAHAN SISWA KELAS II Adela Larissa Amanda Polii; Juliana Margareta Sumilat; Gracia Gabriella Gampu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64407

Abstract

This study aimed to examine the implementation of the Project Based Learning model to improve learning outcomes on fraction material among Grade II students of SD Inpres Kolongan Atas Sonder. The method used was Classroom Action Research, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Prior to the intervention, students’ learning completeness was very low. After the implementation of the Project Based Learning model, learning outcomes improved significantly. The model also fostered 21st-century skills 4C, students demonstrated critical thinking when determining how to divide an object into equal parts, creativity in designing and coloring the “Fraction Pizza Painting” media, collaboration while working in groups, and communication when presenting their project results. This is evidenced by a learning achievement rate of 83.3% with an average score of 80.96. It can be concluded that the Project Based Learning model is effective in improving learning outcomes on fraction material among Grade II students at SD Inpres Kolongan Atas Sonder.