Gusti Banafsa, Nabilla Cintana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Media Pembelajaran Teknologi dan Non Teknologi pada Pembelajaran PAI di SMAN 1 Ciampel Gusti Banafsa, Nabilla Cintana; Navelia, Olga; Aisy, Nadia Rihadatul; Nurjannah; Sahara, Puti; Ramdhani, Khalid
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2025): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/symfonia.v5i1.180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan dalam pencapaian siswa antar kelas yang menggunakan kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi dan kelas yang menggunakan kegiatan belajar mengajar non teknologi pada mata pelajaran PAI di SMA Negeri 1 Ciampel. Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen yang bersifat kuasi (quasi- experimental design). proses pengumpulan data dilaksanakan melalui pre-test dan post-test serta observasi terstruktur. Pelaksanaan analisis data dengan perhitungan rata-rata nilai pre test dan post test serta uji N-Gain untuk mengukur peningkatan pencapaian belajar. Hasil analisis menunjukkan jika kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi mengalami peningkatan rata-rata nilai sebesar 18,77 poin, sedangkan kelas kontrol yang menggunakan media non teknologi hanya meningkat sebesar 9,5 poin. Penerapan media pembelajaranberbasisteknologimenunjukkanbahwalebihefektifdalampeningkatanpencapaian belajar siswa dibandingkan dengan media non teknologi. Beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran PAI berbasis teknologi antara lain interaktivitas dan daya tarik media yang digunakan. Media teknologi memberikan visualisasi lebihb unggul, meningkatkan potensi siswa, serta menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik serta tidak monoton. Siswa menjaditidakpasif, termotivasi, dan mempunyaipengetahuanyanglebihmendalamterkaitmateri pembelajaran. Analisis ini memperlihatkan bahwa penerapan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai efek yang baik dimana dapat menigkatkan pengetahuan dan capaian belajar siswa.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pemahaman Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Muda Gusti Banafsa, Nabilla Cintana; Bariah, Oyoh; Waluyo, Kasja Eki
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55916

Abstract

This study looks at how social media affects the understanding of religious moderation among Indonesian youth. The Ministry of Religious Affairs defines religious moderation as a middle way in religion that prioritizes justice and balance. This is an important pillar for harmony in the midst of Indonesia's diversity based on Pancasila. Social media plays an important role of religious figures and digital influencers who use a relevant approach, as well as providing a great opportunity for the wide dissemination of religious information. Religious organizations and government initiatives are also actively involved in digital campaigns. However, there are some major issues that this platform faces. These include the spread of misinformation (hoaxes) and religious-based hate speech, the promotion of extremism and radicalism online, and polarization exacerbated by social media algorithms that create "filter bubbles" or "echo chambers". Reduced digital literacy and critical thinking skills make adolescents more vulnerable to this negative content. To address this issue, a broad approach is needed that includes improving youth digital literacy and critical thinking, creating engaging moderate and counter-narrative content, strengthening the role of families and educational institutions, and multi-stakeholder collaboration between governments, digital platforms, and religious and civil society leaders. This comprehensive method can be used to optimize social media as a useful tool to maintain national unity and improve understanding of religious moderation.