Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN SOFT SKILL DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA : TINJAUAN LITERATUR Utami, Putri Rizki; Rahmawati, Lili; Noktaria, Meri
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4734

Abstract

The Merdeka Curriculum emerges as a response to the challenges of modern education, which demands students to possess 21st-century competencies and relevant soft skills for the workforce and social life. This literature review aims to examine how the Merdeka Curriculum integrates the development of competencies and soft skills into the learning process. The method used is a literature study of various scientific journals, proceedings, and relevant reference books. The results indicate that the Merdeka Curriculum explicitly promotes the development of character, creativity, critical thinking, collaboration, and communication skills. Emphasis on the Pancasila Student Profile project serves as a key instrument in implementing soft skills in the classroom. Therefore, teacher support, a conducive learning environment, and education policies play a significant role in the success of competency and soft skill development among students. ABSTRAKKurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas tantangan dunia pendidikan masa kini yang menuntut peserta didik untuk memiliki kompetensi abad 21 serta penguasaan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kehidupan sosial. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana Kurikulum Merdeka mengintegrasikan pengembangan kompetensi dan soft skill ke dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dari berbagai jurnal ilmiah, prosiding, dan buku referensi yang relevan. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara eksplisit mendorong pengembangan karakter, kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, serta kemampuan komunikasi siswa. Penekanan pada proyek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi instrumen utama dalam implementasi soft skill di kelas. Oleh karena itu, dukungan guru, lingkungan belajar, dan kebijakan pendidikan sangat berperan dalam keberhasilan pengembangan kompetensi dan soft skill peserta didik.
Fiqh Berpakaian dalam Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Menumbuhkan Akhlak Santun dan Mencegah Catcalling serta Pelecehan Verbal Noktaria, Meri; Armasito, Armasito; Lestari, Azzahra Refa Junia; Akbar, Muhammad Alif
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wdkkcf81

Abstract

Fenomena catcalling dan pelecehan verbal di lingkungan pendidikan menunjukkan adanya degradasi akhlak dan rendahnya kesadaran etika dalam interaksi sosial. Kondisi ini menuntut pendekatan preventif yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep fiqh berpakaian dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam sebagai upaya menumbuhkan akhlak santun dan mencegah catcalling serta pelecehan verbal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Sumber data primer berupa Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab fiqh yang membahas tentang aurat dan adab berpakaian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku Pendidikan Agama Islam, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terkait pendidikan karakter dan kekerasan verbal. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan normatif-teologis dan pedagogis. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh berpakaian dalam Islam tidak semata-mata mengatur batasan aurat, tetapi juga mengandung nilai-nilai kesopanan, kehormatan, dan tanggung jawab sosial. Integrasi materi fiqh berpakaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berkontribusi terhadap internalisasi nilai akhlak santun, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Pencegahan catcalling dan pelecehan verbal tidak dapat dibebankan pada aspek berpakaian semata, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kesadaran moral seluruh individu. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling menghormati melalui pemahaman fiqh berpakaian yang komprehensif dan kontekstual.