Damita, Yesi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK: SUATU TINJAUAN TEORITIS DAN PRAKTIS Kowal, Roike Roudjer; Wakkary, Adriaan MF; Karamoy, Ilona Olvy; Damita, Yesi
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.250

Abstract

Karakter anak merupakan fondasi utama bagi pembentukan generasi yang berkualitas. Pendidikan keluarga memegang peranan strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang akan membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan karakter, keluarga berfungsi sebagai lembaga pertama dan utama yang mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan moral anak. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai peran pendidikan keluarga dalam membentuk karakter anak dengan pendekatan teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang mengkaji berbagai sumber literatur terkait pendidikan keluarga dan teori perkembangan psikologis anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa keteladanan orang tua, komunikasi yang efektif, serta pembiasaan nilai-nilai positif melalui rutinitas sehari-hari, menjadi faktor kunci dalam pendidikan karakter. Selain itu, dalam era digital yang berkembang pesat, peran orang tua semakin penting dalam menjaga keseimbangan pengaruh eksternal terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif untuk memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter, yang akan memberikan dampak positif bagi pembentukan moralitas anak serta generasi masa depan yang lebih berkualitasChildren's character forms the fundamental foundation for the development of a quality generation. Family education plays a strategic role in instilling moral and spiritual values that shape children's personalities from an early age. In the context of character education, the family serves as the first and most influential institution affecting children's social, emotional, and moral development. This article aims to delve deeper into the role of family education in shaping children's character from both theoretical and practical approaches. This research employs a qualitative descriptive approach with a literature study method that reviews various sources related to family education and children's psychological development theories. The analysis results show that parental role modeling, effective communication, and the habituation of positive values through daily routines are key factors in character education. Moreover, in the rapidly advancing digital age, the role of parents becomes even more crucial in maintaining a balance between external influences and children's development. Therefore, more intensive efforts are needed to strengthen the role of the family in character education, which will positively impact children's morality and create a higher-quality generation for the future. 
TRANSFORMASI MISI DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA SOCIETY 5.0 DALAM MENATA PENGABARAN INJIL UNTUK MASA DEPAN Sulistyo, Simeon; Damita, Yesi; Lingupa, Lidianingsi
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 3 (2025): Vol 5, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i3.242

Abstract

Dalam artikel ini, penulis mengangkat transformasi pendidikan agama Kristen dalam misi untuk memperoleh pengetahuan teologis atau kerohanian melalui pengabaran injil di era sekarang yang mengarah kemasa depan dimana tantangan seorang penginjil di negara minoritas ditambah kabar-kabar mengenai iman yang mulai goyah karena penganiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui definisi pendidikan agama Kristen dan misi kristen dan pengabaran injil, kemudian dinamika-dinamika yang terjadi seputar pengabaran injil, langkah yang dialami di era society 5.0 dalam menata pengabaran injil untuk masa depan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh adalah Pendidikan Agma maupun misi Kristen merupakan sebuah tugas gereja/pengikut Kristus sebagai perintah langsung Yesus Kristus untuk memulihkan hubungan Allah Bapa dengan manusia, membawa orang-orang untuk mengenal satu-satunya Allah dan memuliakan-Nya, sedangkan pengabaran injil adalah perintah memuridkan. Dinamika perjalanan seorang misi kristen hampir semua mengalami tantangan, baik tantangan era kekristenan masuk ke Indonesia maupun tantangan era modern dan langkah menata pengabaran injil untuk masa depan: (1) Memahami panggilan dan tanggung jawab; (2) Misi penginjilan dapat dicapai melalui karakteristik masyarakat sekitar, menginjil secara efektif; (3) Kolaborasi dan kemitraan; (4) Misionaris modern hendaknya selain melakukan pelayanan juga dapat merangkap konseling yang komprehensif.In this article, the author raises the transformation of Christian religious education in the mission to gain theological or spiritual knowledge through evangelism in the current era that leads to the future where the challenges of an evangelist in a minority country are added to the news of faith that is starting to waver due to persecution. The purpose of this study is to determine the definition of Christian religious education and Christian mission and evangelism, then the dynamics that occur around evangelism, the steps experienced in the era of society 5.0 in organizing evangelism for the future. The method used is a qualitative method with a literature study approach. The results obtained are that Religious Education and Christian missions are a task of the church/followers of Christ as a direct command from Jesus Christ to restore the relationship between God the Father and humans, bring people to know the one and only God and glorify Him, while evangelism is a command to make disciples. The dynamics of a Christian mission's journey almost all experience challenges, both challenges of the era of Christianity entering Indonesia and challenges of the modern era and steps to organize evangelism for the future: (1) Understanding the calling and responsibility; (2) The mission of evangelism can be achieved through the characteristics of the surrounding community, evangelizing effectively; (3) Collaboration and partnership; (4) Modern missionaries should not only provide services but also provide comprehensive counseling.