Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN METODE PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK ANAK PENYANDANG TUNARUNGU PADA BIMBINGAN BELAJAR WIDYA WICARA DI TAMAN BANTEN LESTARI, SERANG, BANTEN Mochammad Ganiadi; Nailufar, Nabilla Tusifa; Ratu Zahwa Sayyidina; Mutiara Widyati; Sarah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.2995

Abstract

Pendidikan inklusif telah menjadi fokus penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak penyandang tunarungu. Penelitian ini dilakukan di Bimbingan Belajar Widya Wicara di Taman Banten Lestari, Kota Serang, Banten, untuk mengeksplorasi penguatan metode pembelajaran yang diterapkan dalam pendidikan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi guru termasuk kesulitan anak dalam memahami instruksi, variasi dalam pola komunikasi yang digunakan, dan rendahnya motivasi belajar. Untuk mengatasi masalah ini, metode pembelajaran Komunikasi Total diterapkan, yang menggabungkan komunikasi verbal dan non-verbal untuk memfasilitasi interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa. Selain itu, evaluasi dan keterlibatan orang tua dalam proses belajar juga dianggap penting untuk meningkatkan motivasi dan keberhasilan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang efektif memerlukan pendekatan yang fleksibel dan adaptif, serta kerjasama antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, pendidikan inklusif dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak tunarungu untuk berkembang secara optimal dalam lingkungan yang mendukung.
DUKUNGAN SOSIAL EMOSIONAL SESAMA ANGGOTA KOMUNITAS CRAFTER “DEMEN HANDMADE” Nailufar, Nabilla Tusifa; Syadeli Hanafi; Dadan Darmawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.47946

Abstract

A community serves as a platform for members to share common interests, within which there are very strong bonds. Based on these bonds, emotional social support emerges to help ensure the well-being of its members. The “Demen Handmade” crafters’ community also plays a role in bringing together individuals with a passion for handicrafts to collaborate and share social and emotional support. Using qualitative methods, it was found that the emotional support observed manifests directly through three main forms: the giving of attention, an attitude of care, and expressions of empathy, all channelled through handicraft activities. These forms are present and provided directly between members, which in turn successfully creates a sense of comfort and acceptance within the community. This emotional support also highlights the strong sense of togetherness within the “Demen Handmade” Crafter Community. This sense of comfort and security stems from the community’s responsive nature, thereby creating an environment that supports the development of every member.