Solih Setiawan, Asep Widi Muharom
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan kesehatan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Sukatani Bekasi: Penyuluhan kesehatan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Sukatani Bekasi Zuriati, Zuriati; Avia, Imelda; Solih Setiawan, Asep Widi Muharom; Suriya, Melti; Libriyanty, Rina; Wijaya, Indra; Ramadhani, Lecya Bela
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1054

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS akibat kurangnya pengetahuan dan pengaruh lingkungan sosial yang kuat. Penyuluhan kesehatan menjadi salah satu upaya preventif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukatani, Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pretest dan posttest. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diisi oleh responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program promosi kesehatan di sekolah.
Asuhan Keperawatan Stroke Dengan Penerapan Latihan Range Of Motion (Rom) Di Rsup Dr. Kariadi Semarang Wijaya, Indra; Solih Setiawan, Asep Widi Muharom
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.246

Abstract

Pendahuluan: Kerusakan saraf dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sendi, apabila tidak dilakukan apa-apa setelah pasien terkena stroke. Stroke yang tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan berbagai tingkat gangguan, seperti penurunan tonus otot, hilangnya sensibilitas pada sebagian anggota tubuh. Penurunan kekuatan otot yang disebabkan oleh berkurangnya kontraksi otot akibat terhambatnya suplai darah ke otak. Sehingga hal inilah yang menyebabkan gangguan neuromuscular pada pasien stroke sehingga terjadinya gangguan mobilitas fisik. Metode: Metode yang digunakan studi kasus ini yaitu deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini dimulai dari pengkajian, merumuskan masalah, membuat perencanaan, melakukan implementasi dan evaluasi. Penerapan studi kasus ini dengan melakukan Latihan Range Of Motion (Rom) pada pasien stroke dan dievaluasi dengan menggunakan Indeks Bartel. Hasil: hasil evaluasi latihan ROM selama 3 x sehari selama 7 hari didapatkan hasil Dan didapatkan skor kemandirian pada hari pertama, ke dua dan ke tiga klien I dengan skor 45, hari ke empat, ke lima dengan skor 50, hari ke enam 55 dan har ke tujuh skor 60, sedangkan klien II hari pertama, ke dua mendapatkan skor 65, hari ke tiga dan ke empat skor 70, hari ke lima 80, hari ke enam skor 85 dan hari ke tujuh mendapat skor 90. Pembahasan: Hal ini membuat otot bekerja menjadi lebih keras, terjadinya peningkatan rekruitmen motor unit sehingga semakin banyak motor unit yang terlibat menyebabkan terjadi hipertropi karena peningkatan kekuatan oto Kesimpulan: Terapi non farmakologi latihan ROM pada ke dua klien selama tiga kali sehari selama 7 hari untuk meningkatkan kekuatan otot terdapat kenaikan skor setiap harinya menggunakan instrumen Index Bartel dan perubahan kemandirian pada klien. Perawat diharapkan dapat mengaplikasikan latihan ROM pada pasien stroke. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan pada kedua responden dapat disimpulkan bahwa terapi latihan ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot. Saran: Latihan Range Of Motion efektif dilakukan sesuai standar operasional (SOP) pada pasien stroke. Kata kunci : Stroke, Latihan Range Of Motion, Index Bartel
Edukasi Bahaya Merokok Pada Remaja untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Remaja di SMAN 2 Sukatani Solih Setiawan, Asep Widi Muharom; Avia, Imelda; Febrianti, Selvi; Cahya, Galuh Dwi; Ramadhani, Lecya Bella; Fauziah, Adinda; Sugiharto, Dasa Sigit
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hkfzgq55

Abstract

Merokok pada remaja merupakan ancaman serius karena pada masa ini tubuh dan otak masih berkembang, sehingga paparan nikotin dapat menyebabkan kecanduan permanen serta gangguan fungsi paru dan jantung. Kebiasaan merokok sejak usia muda juga meningkatkan risiko terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Urgensi kegiatan ini terletak pada tingginya angka perokok baru di Jawa Barat yang mencapai 53,8%, di mana novelty PkM ini mengintegrasikan edukasi patofisiologi PPOK sebagai daya tawar persuasif guna memutus inisiasi merokok dini . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di SMAN 2 Sukatani mengenai bahaya merokok sebagai upaya pencegahan PPOK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 60,2 menjadi 85,6. Peningkatan pengetahuan ini merupakan indikator awal yang krusial bagi transformasi perilaku kesehatan peserta, bukan sekadar capaian angka kuantitatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif-preventif dengan membangun kesadaran kognitif remaja untuk menghindari faktor risiko utama penyakit kronis. Disimpulkan bahwa edukasi secara berkala diperlukan untuk membentuk karakter remaja yang positif dan bebas asap rokok   Smoking among adolescents is a serious threat because during this period the body and brain are still developing, so exposure to nicotine can cause permanent addiction and impaired lung and heart function. The habit of smoking from a young age also increases the risk of developing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). The urgency of this activity lies in the high number of new smokers in West Java, which reached 53.8%, where the novelty of this PkM integrates education on the pathophysiology of COPD as a persuasive bargaining power to break the early initiation of smoking. This activity aims to increase the knowledge and awareness of adolescents at SMAN 2 Sukatani regarding the dangers of smoking as an effort to prevent COPD. The method used is health education through lectures and interactive discussions as well as measuring the level of knowledge through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 60.2 to 85.6. This increase in knowledge is a crucial early indicator for the transformation of participants' health behavior, not just a quantitative achievement. This activity makes a real contribution to promotive-preventive efforts by building adolescents' cognitive awareness to avoid the main risk factors for chronic diseases. It was concluded that regular education is needed to form positive and smoke-free adolescent characters.