Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi Aktivitas Kelompok Dengan Permainan Tebak Gambar Guna Asah Kognitif Pada Lansia Di Panti Werdha Khoiriyyah; Rina Puspita Sari; Kurnia; Laeliyah Kodriatul Fadillah; Meilinda Anisa Dewi; Neneng Mariah; Nur Septia Dewi Saputri; Nur Tahtiyah; Pandu Putra Darmawan; Ismi Nur Faizah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: To overcome and slow down the decline in cognitive function, one of the approaches used is through cognitive stimulation activities that are fun and easy to follow, such as picture guessing exercises. Thus, guess the picture is one of the potential methods to hone the memory and concentration of the elderly in social institutions such as the Orphanage Kasih Ayah Bunda. Objective: The purpose  of group activity therapy with picture guessing games is to improve memory and concentration training. Method: This group activity therapy is divided into 4 stages, namely, the preparation stage, the administration of group activity therapy (TAK), the implementation of TAK and final reporting. Result: participants in this activity totaled 11 people. In the initial assessment using the Short Portable Mental Questionnaire (SPMSQ), 11 elderly people were identified as having moderate intellectual damage, and after the intervention, 6 elderly showed improvement to mild intellectual damage. Meanwhile, based on the assessment using the Mini-Mental State Examination (MMSE), from 4 elderly people with severe cognitive impairment and 7 with moderate impairment before the intervention, to 9 elderly people with moderate impairment and only 2 with severe impairment after the intervention.  Conclusion: The results of the study of the cognitive function of the elderly showed a significant improvement after the intervention. Based on measurements using SPMSQ and MMSE, most participants showed improvements in cognitive function, with a shift in the category of milder cognitive impairment.
Literatur Review : Pengaruh Personal Hygiene Terhadap Pencegahan Infeksi Luka Perineum Pada Ibu Nifas Iftitah Wira Sarwa; Nuryani; Jeanita Fasya Melivia; Indra Adiyansyah; Ismi Nur Faizah; Iis Mutmaisah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.622

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas (Puerperium) adalah masa lahirnya plasenta hingga organ reproduksi khususnya alat-alat kandungan kembali pulih seperti keadaan sebelum hamil (Fitriani, dalam Holidah et al., 2024). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Personal Hygiene Terhadap Pencegahan Infeksi Luka Perineum Pada Ibu Nifas. Metode: Literature Review ini dilakukan melalui pencarian artikel secara menyeluruh dengan pendekatan PICO. Dari tahap tersebut didapatkan beberapa jurnal yang sesuai untuk penelitian. Pada tahap pencarian awal dengan memasukkan kata kunci pada database elektronik. Berdasarkan pencarian melalui database Pubmed (n-5), ResearchGate (n-10) dan Google Scholar (n-33) diperoleh 48 artikel. Setelah dilakukan skrining awal, dikeluarkan artikel yang terbit lebih dari 5 tahun (n-10), sehingga tersisa 38 artikel. Selanjutnya 20 artikel dengan desain Quasy Experiment diekslusi sehingga tersisa 18 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan. Pada tahap akhir, artikel yang tidak membahas luka perineum (n-3) sehingga diperoleh 15 artikel yang diinklusi dalam literatur review ini. Hasil: Hasil penelitian dari Pengaruh Personal Hygiene Terhadap Pencegahan Infeksi Luka Perineum Pada Ibu Nifas terdapat fakta bahwa melakukan personal hygiene dapat menjadi solusi membantu proses penyembuhan dan pencegahan Infeksi Luka Perineum Pada Ibu Nifas. Personal Hygiene (p=0,023) dengan infeksi. 50% responden dengan skor Personal Hygiene tinggi tidak mengalami infeksi luka post Sectio Caesarea (63,3%) Infeksi luka perineum berkisar antara 0,1%-23,6%, dan dehisens luka berkisar antara 0,21%-24,6%. Penyembuhan Luka sebanyak 56% kejadian penyembuhan luka cepat pada masa nifas. Kesimpulan: Personal hygiene terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap pencegahan infeksi dan percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik kebersihan diri, khususnya vulva hygiene, secara konsisten mampu menurunkan risiko infeksi luka episiotomi dan mempercepat pemulihan. Pengetahuan ibu, dukungan keluarga, status gizi, dan mobilisasi dini juga merupakan faktor penting yang saling mendukung keberhasilan perawatan luka.
Penerapan Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Masyarakat Satrio Nur Fadhilah; Rina Puspita Sari; Neni Alfidah; Tarkawi; Nisah Khairani; Putri Andini; Putri Anggraeni; Eva Yulia; Selfi Meilani Putri; Sri Diana; Ismi Nur Faizah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1677

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.