Anggo Ahmad Saputra
Telkom University

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERGESERAN BUDAYA MASYARAKAT BENGKULU DALAM TRANSFORMASI MOTIF HURUF ARAB BATIK BESUREK: BENGKULU COMMUNITY'S CULTURAL SHIFT IN THE TRANSFORMATION OF BESUREK BATIK ARABIC LETTER MOTIFS Anggo Ahmad Saputra; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v8i1.20724

Abstract

The cultural shift of Bengkulu society in the transformation of Besurek batik arabic letter motifs. Besurek Batik is a Bengkulu cultural heritage that is rich in history and aesthetics. The uniqueness of this batik lies in the use of Arabic letter motifs, which reflect the acculturation of local culture with Islamic influences. This research aims to examine the cultural shift in Bengkulu society in the transformation of Arabic letter motifs on Besurek Batik. The method used is descriptive qualitative with a case study approach, through interviews and observation. The research results show that changes in Besurek Batik motifs reflect changes in the values and cultural identity of the people of Bengkulu, which are influenced by globalization, modernization and socio-economic changes. The Arabic letter motifs on Besurek Batik still maintain traditional values while adapting to contemporary trends, making Besurek Batik a medium that connects past and present, as well as local and global.
Analisis Copywriting Pada Sampul Majalah Tempo Retorika Intertekstual “Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi” Ahmad Saputra, Anggo; Dwiyana, Winda; Purnama Sari, Santi
CREATIVA SCIENTIA Vol 2 No 2 (2025): CREATIVA SCIENTIA
Publisher : Universitas Utpadaka Swastika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/creativascientia.v2i2.226

Abstract

Sampul majalah berfungsi sebagai media komunikasi visualyang tidak hanya informatif tetapi juga menyampaikan kritik sosialmelalui simbol dan bahasa visual. Penelitian ini meneliti perancopywriting dalam pembentukan pesan komunikasi visual. Untukmemahami tanda, simbol, dan makna pada elemen teks dan visual,metode kualitatif deskriptif digunakan dengan analisis semiotikaRoland Barthes. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasielemen visual dan teks pada sampul majalah, dilanjutkan denganklasifikasi tanda berdasarkan aspek denotasi, konotasi, dan mitos,kemudian diakhiri dengan interpretasi makna yang terbentuk darihubungan antar elemen visual dan copywriting. Data diperoleh melalui dokumentasi sampul majalah serta penelitian literaturtentang desain komunikasi visual dan copywriting. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa copywriting, yang terdiri dari permainan katadalam judul, memiliki kemampuan untuk membangun pesan politikyang satir. Tata letak mengarahkan pembaca ke pesan utama,ilustrasi karikatur mendukung nuansa kritis, dan tipografimenegaskan tone kritis. Secara keseluruhan, komponen inimembentuk strategi retoris yang kuat yang membuat komunikasivisual lebih menarik dan bermakna. Kesimpulannya, copywritingsangat penting dalam desain komunikasi visual untukmenyampaikan informasi dan membangun opini publik secara kritisdan estetis.
ANALISIS PRINSIP TEORI GESTALT PADA LOGO KUDAWARA PHARMACY Aristo Donni Pratama Natakusuma; Anggo Ahmad Saputra
AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 9 No. 2 (2026): AKSA : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD VISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37505/aksa.v9i2.202

Abstract

Gestalt theory is a perceptual psychology approach that explains how humans tend to perceive visual stimuli as unified wholes rather than as separate elements. This perspective is particularly relevant in graphic design, where the organization of visual elements influences how messages are interpreted by the audience. The application of Gestalt principles such as proximity, closure, and figure–ground helps designers create clear and coherent visual communication, while improper application may lead to visual ambiguity and misinterpretation. Using a descriptive-analytical method supported by literature review and a case study of the Kudawara Pharmacy logo, this paper shows that weak implementation of Gestalt principles can cause perceptual errors that affect message clarity and brand image. Therefore, effective graphic design is not only a matter of visual aesthetics, but also of understanding how human perception works in interpreting visual elements.
ANALISIS DESAIN PADA POSTER KAMPANYE KERETA API INDONESIA (KAI) ANTI KEKERASAN SEKSUAL Kurnia Auliya Shafarani; Anggo Ahmad Saputra
CREATIVA SCIENTIA Vol 3 No 1 (2026): CREATIVA SCIENTIA
Publisher : Universitas Utpadaka Swastika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/creativascientia.v3i1.317

Abstract

Pelecehan seksual merupakan permasalahan sosial yangkerap terjadi di ruang publik, termasuk transportasi umum sepertikereta api. Menanggapi isu tersebut, PT Kereta Api Indonesia(Persero) meluncurkan kampanye visual bertajuk “STOP!Kekerasan Seksual di Transportasi Umum!” untuk menciptakanlingkungan perjalanan yang aman dan nyaman. Penelitian inibertujuan menganalisis peran desain grafis sebagai mediakomunikasi sosial serta menilai efektivitas visual poster dalammembangun kesadaran publik. Metode yang digunakan adalahanalisis visual dengan pendekatan studi kasus yang berfokus padatipografi, warna, ilustrasi, dan konstruksi pesan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan tipografi sans-serif tebalmeningkatkan keterbacaan dan penegasan pesan, sedangkanpemilihan warna yang bermakna psikologis memperkuat dampakemosional. Ilustrasi humanis mendukung kejelasan dan dayapersuasif pesan. Secara keseluruhan, desain poster mampumenyampaikan pesan secara tegas dan komunikatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian desain komunikasi visual, khususnya dalam analisis efektivitas elemen visual pada kampanyesosial preventif di ruang publik transportas
ANALISIS KESALAHAN PERSEPSI VISUAL PADA LOGO TOKOPEDIA DAN DUOLINGO BERDASARKAN PRINSIP GESTLAT Argyanti Khadijah; Anggo Ahmad Saputra
CREATIVA SCIENTIA Vol 3 No 1 (2026): CREATIVA SCIENTIA
Publisher : Universitas Utpadaka Swastika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/creativascientia.v3i1.318

Abstract

Tokopedia dan Duolingo adalah dua platform digital yangbergerak di bidang e-commerce dan pembelajaran bahasa, namunmemiliki logo dengan kemiripan visual, seperti warna hijaudominan dan karakter ilustratif bermata besar. Kemiripan iniberpotensi menimbulkan kesalahan persepsi visual (visualmisperception), di mana audiens salah menafsirkan stimulus visualsehingga memengaruhi pengenalan identitas merek. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisisdeskriptif melalui studi pustaka dan dokumentasi logo. Analisisdilakukan berdasarkan teori persepsi visual dan prinsip Gestalt,seperti kesamaan (similarity), kesatuan (unity), dan kesederhanaan(simplicity). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahanpersepsi visual akibat kemiripan elemen desain logo Tokopedia danDuolingo serta dampaknya terhadap identitas merek (brand identity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan elemen visual dapat memicu pengelompokan persepsi audiens,menimbulkan kebingungan dalam membedakan merek, danmemengaruhi kejelasan identitas. Meskipun kedua platformmemiliki fungsi berbeda, kemiripan visual tetap memengaruhipersepsi audiens jika tidak diimbangi strategi diferensiasi visual.Oleh karena itu, pemahaman persepsi visual dan penerapan prinsipGestalt penting dalam perancangan logo untuk meminimalkankesalahan persepsi dan memperkuat identitas merek di ranah digital
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Batik Besurek Dalam Konteks Komersialisasi Anggo Ahmad Saputra; Repi Justian; Santi Purnama Sari
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 3 (2025): Besaung: Agustus-November
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i3.6160

Abstract

Batik besurek is an Indonesian intangible cultural heritage from Bengkulu Province with Arabic Malay calligraphy motifs. Initially, this cloth contained sacred philosophical-religious meanings and was used in traditional contexts. This study analyzes Batik besurek in the context of modern commercialization, which is motivated by the tension between the preservation of cultural heritage and market demands that risk eroding these fundamental values. The research aims to identify forms of shifting symbolic meanings, analyze driving factors, and reinterpret symbolic constructions among producers and consumers. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews with artisans, designers, and business actors, and documentation studies. Data analysis used Roland Barthes' semiotics to describe the denotative, connotative, and mythical meanings of commercial Batik besurek products. The results show a shift in meaning from sacred values ​​to aesthetic and economic values. Driving factors include market pressures, digital marketing strategies, and designers' interpretations of tradition. The study's conclusion underscores that commercialization has the potential to degrade the cultural meaning of Batik besurek despite its positive economic impact. These findings provide important input for stakeholders in formulating sustainable conservation strategies.
Strengthening Bugis Cultural Visual Identity through Bombang Motif Ornament on the Phinisi Ship as a Maritime Tourism Medium A. Magfirah Nugraheni; Anggo Ahmad Saputra
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 15 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v15i2.49562

Abstract

The Phinisi ship currently serves as a maritime cruise vessel actively reaching local and international tourists at destinations such as Bali and Labuan Bajo. This study aims to analyse how the application of bombang lipa' sabbe motif ornament on the Phinisi ship contributes to strengthening Bugis cultural visual identity and advancing design based cultural tourism. A qualitative descriptive method with an exploratory case-study approach is employed, integrating visual identity theory, culture-based design, and experience economy theory. Findings indicate that the application of bombang motif ornament on the Phinisi effectively functions as a visual identity system reinforcing the Bugis maritime cultural narrative, a cross lingual cultural communication medium for international visitors through visual elements and bilingual information panels, and a contributor to experiential tourism through the creation of immersive and authentic cultural experiences aboard the vessel. This study recommends the development of a more comprehensive Bugis maritime cultural visual identity system grounded in the full range of lipa' sabbe motifs for application across diverse maritime tourism touchpoints.
KONSTRUKSI MAKNA VISUAL KEASLIAN PRODUK DAN KESADARAN KESEHATAN PADA POSTER IKLAN TEH BOTOL SOSRO #GUETAWAR KAJIAN SEMIOTIKA BARTHES Anggo Ahmad Saputra; Nofrizaldi; Ferdinanda
CREATIVA SCIENTIA Vol 3 No 2 (2026): CREATIVA SCIENTIA
Publisher : Universitas Utpadaka Swastika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/creativascientia.v3i2.377

Abstract

Poster iklan Teh Botol Sosro edisi #GueTawar menampilkanvarian teh tawar melalui elemen visual berupa botol, angkapersentase, tagline bergaya tulisan tangan, dan komposisi warnahangat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keaslianproduk dan kesadaran kesehatan dikonstruksi secara visual melaluitanda-tanda yang muncul pada poster tersebut. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustakadan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tigatingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data primerdiperoleh melalui observasi visual langsung terhadap poster,sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka mengenaitipografi, warna, dan komunikasi visual dalam iklan. Hasil analisismenunjukkan bahwa botol yang dipegang tangan bermaknakepraktisan konsumsi sehari-hari, angka "0%" dan "100%"bermakna kepastian kandungan produk, sedangkan tagline bergaya tulisan tangan bermakna kedekatan dengan gaya hidup anak muda modern. Ketiga tanda tersebut secara bersama membentuk mitosbahwa teh tanpa gula setara dengan hidup sehat dan alami.Penelitian ini menyimpulkan bahwa poster #GueTawarmengonstruksi keaslian produk dan kesehatan bukan sekadarsebagai atribut produk, melainkan sebagai identitas gaya hidup yangdilekatkan pada konsumennya.