Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE UNPREPAREDNESS OF FARMERS IN FACING FLOOD DISASTER RISKS AS AN IMPACT OF CLIMATE CHANGE: A CASE STUDY IN BALONG, PONOROGO Anggara, Yonatan Yolius; Sumunar, Dyah Respati Suryo; Khotimah, Nurul; Arif, Nursida
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 23 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v23n1.p183-196

Abstract

Climate change-induced floods have significantly impacted agriculture in several villages of Balong Subdistrict, Ponorogo Regency. This study aims to (1) assess flood impacts on agricultural systems, (2) analyze farmers' unpreparedness for climate change, and (3) evaluate government policy responses in supporting flood resilience. Using a qualitative case study approach, data was collected through interviews with 13 farmers, 1 village head, 1 agricultural office staff, and 1 irrigation officer, supplemented by field observations and document analysis. Findings reveal 156 hectares of crops destroyed, with farmers maintaining traditional practices despite climate variability. Most farmers perceived floods as natural events rather than climate change consequences, while government responses emphasized reactive measures over long-term adaptation strategies. The study provides practical recommendations for integrated flood adaptation combining infrastructure improvement, farmer education, and policy reform. These findings offer valuable insights for enhancing climate resilience in flood-prone agricultural areas across Indonesia. Keywords: Climate Change Adaptation, Ponorogo, Flood Risk Disaster Management
Pendekatan Multi-Kriteria Penentuan Lokasi Potensial Pengembangan Kawasan Permukiman di Kabupaten Ponorogo Anggara, Yonatan Yolius; Arif, Nursida; Arfiyanto, Rizky
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i3.68973

Abstract

Pengelolaan pengembangan permukiman yang berkelanjutan merupakan tantangan utama di wilayah dengan dinamika pertumbuhan penduduk tinggi, termasuk Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan dalam pemilihan lokasi permukiman serta memetakan tingkat kesesuaian lahan bagi pengembangan kawasan permukiman. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot relatif dari tujuh parameter, meliputi kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak terhadap jalan utama, jarak terhadap fasilitas kesehatan, jarak terhadap pusat pendidikan, dan curah hujan. Analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan wilayah studi ke dalam empat kategori kesesuaian. Hasil menunjukkan bahwa kemiringan lereng merupakan faktor paling dominan (31,1%), menegaskan pentingnya stabilitas geofisik dalam perencanaan permukiman. Integrasi AHP–SIG menghasilkan empat kategori lokasi potensial: sangat potensial (193,42 km²; 13,6%), potensial (323,00 km²; 22,8%), kurang potensial (404,56 km²; 28,5%), dan tidak potensial (497,78 km²; 35,1%). Temuan ini menegaskan bahwa wilayah dengan aksesibilitas tinggi dan kondisi geofisik stabil lebih sesuai untuk pengembangan permukiman, sementara kawasan dengan risiko geofisik tinggi lebih tepat diarahkan untuk fungsi non-permukiman. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis melalui integrasi AHP dan SIG sebagai pendekatan komprehensif dalam mendukung pengambilan keputusan tata ruang berbasis data di tingkat regional.