Dwi Yulinda
Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogayakarta, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Prenatal Gentle Yoga Dalam Mengatasi Keluhan Kehamilan Nendhi Wahyunia Utami; Dwi Yulinda; Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i1.687

Abstract

Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Untuk itu perlu dilakukan prenatal gentle yoga, yoga menciptakan kesehatan fisik, berlatih yoga juga dapat menghadirkan ketenangan pikiran dan ketenangan batin melalui latihan nafas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh prenatal gentle yoga terhadap keluhan selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pre-test and post-test one group. Penelitian dilakukan dengan mengkaji keluhan ibu hamil trimester III sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) dilakukan prenatal gentle yoga. Untuk mengetahui perbedaan keluhan ibu hamil sebelum dan sesudah perlakukan digunakan uji beda dua mean dependent samples t test. Rata-rata keluhan ibu hamil adalah 13,78 (95% CI: 12,98-14,58), median 14 dengan standar deviasi 2,310. Keluhan paling sedikit dengan skor 7 dan paling banyak dengan skor 16. Rata-rata keluhan ibu hamil adalah 13,19 (95% CI: 11,14-13,24), median 13,00 dengan standar deviasi 2,923. Keluhan paling sedikit dengan skor 6 dan paling banyak dengan skor 17. Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keluhan ibu hamil sebelum dilakukan prenatal yoga dan setelah dilakukan prenatal yoga.
Kegel Mengurangi Risiko Rupture Perineum Pada Persalinan Dwi Yulinda; Nendhi Wahyunia Utami
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i1.695

Abstract

Persalinan dapat menimbulkan trauma fisik dan psikis akibat robekan atau rupture perinium yang dapat terjadi secara spontan maupun dengan tindakan eposisotomi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir ruptur perinium adalah dengan melakukan senam rutin yaitu dengan melakukan gerakan kegel. Kegel merupakan gerakan seperti menahan kencing yang dilakukan selama kehamilan untuk mengoptimalkan otot pubococcigeaaaa didaerah perineal agar otot dasar panggul kuat dan melenturkan jaringan perineum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kegel terhadap rupture perinium pada persalinan. Penelitian dilakukan pada wanita hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diminta rutin melakukan kegel dan kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel secara purposive, masing-masing kelompok 15 sampel. Rupture perineum diukur dalam persalinan. Metode analisis menggunakan Student T-Test. Kegel menurunkan ruptur perinium secara signifikan pada persalinan pada kelompok perlakuan kegel dengan nilai p<0,05. Kegel pada ibu hamil dapat menurunkan risiko ruptur perinium pada persalinan.
Yoga Untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Remaja Dwi Yulinda; Nur Rahmawati Sholihah; Alfie Ardiana Sari; Budi Rahayu
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 5 No 1 (2023): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v5i1.854

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan hal yang sangat penting karena disanalah letak kualitas generasi yang akan datang. Keadaan sehat bukan hanya secara fisik, mental dan sosial, tetapi juga tidak adanya penyakit, gangguan yang berkaitan dengan sistem reproduksinya baik fungsi maupun proses dari reproduksi itu sendiri. Pembatasan aktivitas selama masa pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan pada diri remaja. Selama masa pandemi aktivitas yang terbatas membuat remaja tidak banyak melakukan kegiatan diluar ruangan, selain itu proses pembelajaran selama pandemic yang masih daring membuat remaja malas untuk bergerak. Kurangnya pengetahuan tentang gerak tubuh dan gizi seimbang pada remaja dapat memengaruhi status gizi yang akan berdampak pada kemampuan kognitif dan kesehatan fisik termasuk kesehatan reproduksi. Latihan fisik dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental dengan meningkatkan kekuatan dan stamina, membantu membangun tulang dan otot yang sehat, membantu berat badan, mengurangi tingkat kecemasan dan stress, serta meningktkan kepercayaan diri. Latihan fisik yang dilakukan secara reguler minimal selama 30 menit sampai dengan usia lanjut dapat meminimalisir risiko obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung dan kanker. Kegiatan ini dilaksanakan pada remaja masjid Al Muharom Brajan Bantul sebagai salah satu mitra kerjasama Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Hasil pengabdian ini yaitu seluruhnya merupakan remaja awal, setelah mengikuti yoga tekanan darah dan nadi dalam keadaan normal, terjadi peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi.
Pengaruh Yoga terhadap Tekanan Darah pada Remaja Putri yang Mengalami Kegemukan di SMPN 2 Jetis Kabupaten Bantul Anggi Afida Wahyu; Dwi Yulinda
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol10.iss2.225

Abstract

Teenagers have a greater risk of being overweight than other age groups. Rates of diseases such as heart disease, type 2 diabetes mellitus (DM), and high blood pressure also increase along with obesity, and all three have the potential to become degenerative diseases in the future. Obesity in adolescents is associated with increased blood pressure. Yoga can help hypertensive patients reduce their anxiety and blood pressure. Yoga is one of the best ways to get in shape and reduce your body mass index and waist size. The design in this study uses a quasy experimental design. Using a time series approach with a comparison group (control time series design) with a pretest posttest control group. The sampling technique used purposive sampling with a total sampling of 15 people in the treatment group and 15 people in the control group. Blood pressure measurement using a sphighmomanometer. Data analysis used the Pairet T-test. The study showed that there was an effect of yoga on blood pressure in female adolescents who were overweight both systolic and diastolic with the statistical significance of the Mann Whitney U p-value: 0.010 and 0.016 (<0.05). Conclusion: this study has the effect of yoga on blood pressure in overweight female adolescents at SMPN 2 Jetis, Bantul Regency
Effect of multiple micronutrient supplementation in pregnant women on infant birth weight Eny Retna Ambarwati; Hadi Ashar; Ratih Kumorojati; Dwi Yulinda; Nendhy Wahyunia Utami; Reni Tri Lestari
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 4 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i4.1210

Abstract

The nutritional requirements of pregnant women increase with the gestational age. A low nutritional status is poor for both mothers and infants. Infant birth weight is influenced by nutritional intake during pregnancy. Therefore, multiple micronutrients (MMN) are needed for mothers during pregnancy to prevent low birth weight. This study aimed to determine the effect of MMN on infant birth weight at the Asian Waluyo Jati Clinic. The research method used a quasi-experimental design, with a posttest-only control group design involving 50 pregnant women (25 intervention and 25 control groups). This study was conducted at the Asih Waluyo Jati Clinic, Yogyakarta, in 2022. The intervention group received MMN supplementation starting in the 2nd trimester and standardized prenatal care, whereas the control group received standardized prenatal care throughout pregnancy. Both groups were monitored during the 2nd trimester of pregnancy until delivery. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test. The results showed a difference in the mean birth weight of the infants in both groups (1,64 grams). MMN supplementation in the intervention group and standard pregnancy care effectively increased the infants' birth weight by 1,64 grams (p= 0,000). In conclusion, MMN supplementation increased the average birth weight of infants.