Sitepu, Rina Ananta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Difference Results Study Mathematics And Activity Study Using Learning Models Cooperative Type Teams Games Tournament (TGT) and Numbered Heads Together (NHT) on Material Operation Count Algebra Ashari, Mila Dwi Nanda; Lumbantobing, Happy; Hadiyanti, Yosefin Rianta; Kho, Ronaldo; Sitepu, Rina Ananta
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 2 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i2.8807

Abstract

This study aims to investigate the disparities in mathematics learning outcomes of students instructed through the Teams Games Tournament (TGT) and Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning methods concerning algebraic arithmetic operations. The study was conducted at SMP Muhammadiyah Jayapura. This research employs an experimental design using counterbalancing. The study population comprised class VII of SMP Muhammadiyah Jayapura during the 2024/2025 academic year, with the research sample consisting of classes VII-B and VII-C, each containing 34 pupils. The sample selection employed a purposive sampling method. Data on learning outcomes were obtained through a validated assessment instrument. We analyzed the pretest and posttest scores to derive normalized learning outcome values (N-gain). Due to the non-normal distribution of the data, we evaluated the N-gain value using non-parametric statistics via the Wilcoxon test. The study's results showed a significant difference in learning outcomes between the Teams Games Tournament (TGT) and Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning models, with a sig. ρ value of 0.401, which is higher than 0.05. The mean N-gain value in Teams Games Tournament (TGT) (0.93) surpassed the mean N-gain value of Numbered Heads Together (NHT) (0.92). The study's results indicated that student engagement in learning through the Numbered Heads Together (NHT) method surpassed that of the Teams Games Tournament (TGT) model. The disparity in activity was substantial according to the Wilcoxon test, with a significance level of sig. ρ = 0.705.
Eksplorasi Kesiapan Digital dalam Pembelajaran Matematika di SMP YPK Kotaraja Jayapura: Tantangan dan Peluang di Era Digital Sitepu, Rina Ananta; Efendi, Rian; Purba, Chrismanto
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4613

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam pembelajaran, termasuk pembelajaran matematika, namun wilayah seperti Papua masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya yang memengaruhi kesiapan digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat kesiapan digital siswa dalam pembelajaran matematika di SMP YPK Kotaraja Jayapura serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan desain explanatory sequential, dimana data kuantitatif diperoleh melalui angket kesiapan digital berbasis model E-Learning Readiness (ELR) dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan siswa, guru matematika, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan digital siswa berada pada kategori sedang (M = 3,04; 60,72%), dengan dimensi tertinggi pada Human Resource Readiness (61%) dan terendah pada dimensi Financial Readiness (59,6%). Lebih lanjut, temuan kualitatif menunjukkan bahwa meskipun siswa memiliki motivasi cukup tinggi pada pembelajaran berbasis digital, namun proses pembelajaran masih terhambat oleh keterbatasan perangkat, jaringan, dan dukungan pedagogis guru. Oleh karenanya dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara potensi sumber daya manusia dan ketersediaan sarana prasarana digital yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan infrastruktur digital serta peningkatan kapasitas guru dan siswa untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih adaptif di era digital.