Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FOSTERING CREATIVITY IN CHILDREN: BUILDING THE FOUNDATIONS OF ENTREPRENEURIAL CHARACTERISTICSFOSTERING CREATIVITY IN CHILDREN: BUILDING THE FOUNDATIONS OF ENTREPRENEURIAL CHARACTERISTICS Keni , Keni; Soelaiman, Lydiawati; Kristanto, Harry; Buana, Salsabila Ayunda Martsa; Leviani, Marissa; Aryon, Debora Christina
International Journal of Application on Economics and Business Vol. 2 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Graduate Program of Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ijaeb.v2i2.3866-3870

Abstract

The cultivation of an entrepreneurial mindset needs to be nurtured from an early age so that children always think and act entrepreneurially in their daily lives. Building an entrepreneurial spirit is not just about educating children to become entrepreneurs, but also about developing character traits that draw strength from entrepreneurial elements, such as maintaining self-quality to work hard, taking risks, perseverance, being honest, and being creativity. The activity was designed to relevant with students’ learning activities and to have educational, creative, and enjoyable values. The method used to deliver this program involved seminars and workshop on painting tote bag. Participants responded positively to this activity both in the seminar and creativity workshop sessions. It is hoped that through this activity, students' creativity and entrepreneurial spirit will be further honed.
Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance Perusahaan Food And Beverage Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2022 - 2024 Kristanto, Harry; Rusida S, Merry; Sitanggang, Tina Novianti; Toni, Nagian; Lie, Darwin; Hayati, Keumala
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9392

Abstract

Bursa Efek Indonesia menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan pajak dari setiap perusahaan yang terdaftar. Di tengah tekanan efisiensi operasional, sebagian perusahaan pada sektor makanan dan minuman berupaya mengelola beban pajaknya melalui strategi penghindaran pajak (tax avoidance). Namun demikian, tidak semua perusahaan terindikasi menerapkan praktik ini, karena banyak di antaranya tetap menjaga kepatuhan perpajakan guna mempertahankan reputasi dan kepercayaan dari para investor. Perusahaan dengan skala kecil, kondisi keuangan yang kurang menguntungkan, atau tingkat likuiditas rendah umumnya tidak terdorong atau tidak memiliki kapasitas untuk melakukan penghindaran pajak. Penelitian ini mengambil populasi dari seluruh perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2024, berjumlah 50 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu metode yang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktik tax avoidance. Artinya, semakin tinggi tingkat keuntungan perusahaan, semakin besar kecenderungan perusahaan tersebut untuk menghindari pajak. Sebaliknya, ukuran perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap tax avoidance, yang berarti perusahaan dengan skala besar cenderung lebih taat pajak dan menghindari praktik penghindaran pajak. Variabel likuiditas tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tidak secara langsung memengaruhi keputusan untuk melakukan penghindaran pajak. Sementara itu, pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh positif yang signifikan, mengindikasikan bahwa peningkatan penjualan dapat mendorong perusahaan untuk mencari cara dalam mengurangi beban pajak. Secara simultan, keempat variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, likuiditas, dan pertumbuhan penjualan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tax avoidance, yang menegaskan bahwa kombinasi faktor-faktor ini berperan penting dalam strategi pengelolaan pajak perusahaan.
MEMPERTAHANKAN HIGIENITAS PRIBADI DALAM PENGELOLAAN KUALITAS USAHA JAMU Nuringsih, Kartika; Kristanto, Harry
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35785

Abstract

Jamu is a herbal product with benefits for maintaining body fitness. At the home level, the jamu business is still widely practiced by women from Wonogiri Regency and its surroundings. Although not as busy as 20 years ago, some women still survive with this business. They sell it by bicycle or in places visited by many people such as schools. Among these vendors is Budhe Sumi who offers jamu every day in front of the school in East Beji. This activity emphasizes personal hygiene, which is one of the important aspects of quality management. In this business, the activity of processing and selling jamu to consumers so that as an attraction in entrepreneurial activities, aspects regarding the cleanliness of nails, hands, body, clothes and speaking habits when processing jamu need to be a concern. Therefore, a socialization was conducted to remind the importance of personal hygiene to Jamu Budhe Sumi in Beji Timur Depok. The jamu is sold in bottles. In terms of packaging, it shows a level of cleanliness compared to the previous method which was served conventionally. However, to maintain cleanliness during cooking, it is very necessary to maintain personal hygiene. The results show that partners really appreciate this activity and feel confident in running a herbal medicine business. Jamu sebagai produk herbal memiliki manfaat besar untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan secara alami. Di tingkat usaha rumahan, produksi jamu masih banyak dilakukan oleh para wanita, khususnya yang berasal dari Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Meskipun tidak seramai dan sepopuler 20 tahun yang lalu, beberapa wanita tetap bertahan melestarikan usaha ini sebagai warisan tradisi sekaligus sumber mata pencaharian. Mereka menjajakan jamu dengan cara berkeliling menggunakan sepeda atau menempati lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti sekolah, pasar tradisional, maupun pusat keramaian lainnya. Salah satu pedagang jamu yang masih konsisten hingga kini adalah Budhe Sumi, yang setiap harinya menawarkan jamu di depan sekolah di Beji Timur. Dalam kegiatan menjual jamu ini, aspek higienitas pribadi atau personal hygiene sangat ditekankan, karena hal tersebut merupakan bagian penting dari manajemen kualitas produk. Proses pengolahan jamu yang langsung dikonsumsi pembeli menuntut perhatian lebih pada kebersihan kuku, tangan, badan, pakaian, bahkan cara berbicara ketika melayani konsumen. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri. Saat ini, penyajian jamu juga mulai beralih menggunakan botol sebagai kemasan. Dari sisi kemasan, hal ini menunjukkan tingkat kebersihan yang lebih baik dibandingkan cara tradisional yang disajikan langsung tanpa wadah higienis. Namun, agar kualitas tetap terjaga, kebersihan selama pemasakan tetap harus diperhatikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mitra sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan, serta merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha jamu secara lebih profesional.