Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Governments' Role in Preserving National Identity on Globalization Yarmuhammat Xudayberganovich, Madaliev; Ahmadov , Agil; Karomi, Karomi
Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues (JSDERI) Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues
Publisher : Lembaga Contrarius Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53955/jsderi.v3i2.76

Abstract

 This study explores how governments play a pivotal role in safeguarding national identity amid the transformative forces of globalization, offering comparative insights from Asian and European nations. As globalization accelerates the flow of information, culture, and economy across borders, it challenges states to maintain and protect their national identity. In response, this research analyzes how governments in both regions design and implement policies to confront these challenges. Using a qualitative design with a comparative approach, the study examines academic literature, policy documents, and selected case studies. The findings fall into three key sections. First, cultural policy reveals that Asian governments preserve tradition through education and cultural festivals, while their European counterparts prioritize legal protections for cultural heritage. Second, political strategies show that Asian nations implement centralized, state-driven measures, whereas European countries pursue multilateral consensus. Third, the analysis of media and technology highlights a striking contrast: Asian governments actively regulate local media to shape cultural narratives, while European governments protect freedom of expression within democratic frameworks. The study concludes that, although their methods differ, both regions empower governments as central actors in preserving national identity. These findings underscore the importance of balanced policies that promote global integration without compromising cultural identity.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di SMPN 2 Masbagik melalui Workshop dan Pendampingan Karomi, Karomi; Suratman, Suratman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.2183

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang menekankan pada pemberian layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Implementasi pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkeadilan di era Kurikulum Merdeka. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di SMPN 2 Masbagik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi melalui workshop intensif dan pendampingan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup asesmen awal kompetensi guru, pelatihan melalui workshop berbasis studi kasus dan praktik langsung, serta pendampingan klasikal dan individual dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konseptual dan keterampilan praktis guru dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah, serta menjadi model kolaborasi efektif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan.
Analisis Penerapan Nilai Adat Tapsile Dalam Kebijakan Pendidikan yang Inklusif di Masyarakat Sasak Karomi, Karomi; Junaidi, Abdul Majid; Suratman, Suratman; Buaja, Taslim
International Journal of Linguistics and Indigenous Culture Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ijlic.v4i1.4791

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan nilai Adat Tapsile dalam mendukung penetapan kebijakan pendidikan inklusif di kabupaten Sasak, Lombok. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Adat Tapsile dapat diintegrasikan ke dalam praktik pegambilan kebijakan pendidikan inklusif, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Tapsile, yang menekankan pada kolektivitas, kebersamaan, dan gotong royong, memiliki potensi besar untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pendidikan inklusif. Selain itu, integrasi nilai adat ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan orang tua dan komunitas dalam pendidikan, serta mengurangi stigma terhadap siswa berkebutuhan khusus. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi kendala struktural, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi budaya terhadap perubahan. Penelitian ini menyarankan pentingnya strategi kolaboratif yang melibatkan pemangku kepentingan lokal dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai lokal dapat berperan dalam meningkatkan efektivitas kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia.  Analysis of the Application of Tapsile Customary Values in Inclusive Education Policy within the Sasak Community Abstract This study aims to analyze the application of Tapsile customary values in supporting the formulation of inclusive education policies in the Sasak regency, Lombok. Using a qualitative approach with a case study method, this research explores how Tapsile customary values can be integrated into inclusive education policymaking practices, as well as the challenges and opportunities that arise in the process. The findings show that Tapsile values, which emphasize collectivity, togetherness, and mutual cooperation, have strong potential to strengthen community support for inclusive education. In addition, the integration of these customary values has been shown to increase parental and community involvement in education, while also reducing stigma toward students with special needs. However, the implementation of this policy faces structural obstacles, including limited resources and cultural resistance to change. This study highlights the importance of collaborative strategies involving local stakeholders in the development of more inclusive and sustainable education policies. Therefore, the findings make a significant contribution to understanding how local values can play a role in improving the effectiveness of inclusive education policies in Indonesia.