Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BED PORTABLE MASSAGE OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN DAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Metaliasari, Metaliasari; Septiani, Leri; Sastramihardja, Herri S; Sutisna, Ma’mun; Sugih, Siti; Rowawi, Roni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2756

Abstract

Breastfeeding remains a global challenge, with only 31 out of 194 countries successfully achieving the exclusive breastfeeding target of 50%. One effective method to improve breast milk flow and production is stimulating prolactin and oxytocin hormones through breast care, massage, and specifically oxytocin massage. Oxytocin massage has been recognized as an effective solution for addressing breastfeeding difficulties. This study aims to evaluate the effect of a portable oxytocin massage bed on breast milk flow and production in postpartum mothers. This research employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group approach. The study population consisted of postpartum mothers who gave birth between July 1 and July 30, 2024, for a total of 72 individuals. A sample of 60 participants was selected using accidental sampling and divided into two groups (intervention and control). Data collection was conducted through direct observation of postpartum mothers from day 1 to day 7, and the data were analyzed using a paired t-test. The results showed that the use of a portable oxytocin massage bed increased breastfeeding frequency (>8–12 times per day) with a p-value of 0.012 (<0.05), indicating a significant improvement. Additionally, after using the portable oxytocin massage bed, almost all respondents (28 out of 30) experienced full breast milk production, with a p-value of 0.001 (<0.05), demonstrating a significant effect on breast milk flow. Conclusion: The use of a portable oxytocin massage bed has a significant impact on improving breast milk flow and production in postpartum mothers.
PROGRAM PEMANFAATAN BUAH SEMANGKA SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Metaliasari; Tia Nurfitri
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3651

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi serta rendahnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis menjadi faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi dalam kehamilan serta mengoptimalkan pemanfaatan buah semangka sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Tia Nurfitri, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan sasaran 30 ibu hamil dan 7 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, edukasi manfaat buah semangka, serta pendampingan konsumsi buah semangka sebanyak 200 gram per hari selama 7 hari. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik dari 13,3% menjadi 80%, sedangkan kategori kurang menurun dari 60% menjadi 3,3%. Selain itu, proporsi ibu hamil dengan tekanan darah normal meningkat dari 16,7% menjadi 80%, sementara kategori hipertensi menurun dari 56,6% menjadi 3,3%. Program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai konsumsi buah semangka dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengendalikan tekanan darah pada ibu hamil. Keberhasilan program juga didukung oleh keterlibatan kader kesehatan dalam proses pendampingan dan monitoring peserta
PROGRAM PEMANFAATAN BUAH SEMANGKA SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Metaliasari; Tia Nurfitri
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3651

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi serta rendahnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis menjadi faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi dalam kehamilan serta mengoptimalkan pemanfaatan buah semangka sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan di TPMB Tia Nurfitri, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan sasaran 30 ibu hamil dan 7 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, edukasi manfaat buah semangka, serta pendampingan konsumsi buah semangka sebanyak 200 gram per hari selama 7 hari. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik dari 13,3% menjadi 80%, sedangkan kategori kurang menurun dari 60% menjadi 3,3%. Selain itu, proporsi ibu hamil dengan tekanan darah normal meningkat dari 16,7% menjadi 80%, sementara kategori hipertensi menurun dari 56,6% menjadi 3,3%. Program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai konsumsi buah semangka dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengendalikan tekanan darah pada ibu hamil. Keberhasilan program juga didukung oleh keterlibatan kader kesehatan dalam proses pendampingan dan monitoring peserta