Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Siklus Kemoterapi dengan Tingkat Kecemasan pada Penderita Kanker Payudara di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat Roni Rowawi
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara yang melapisi duktus (kanker duktal). Beberapa kasus bermula di lobulu (kanker lobular) dan sebagian kecil bermula di jaringan lain. Sel kanker bersifat ganas dapat berasal atau tumbuh dari setiap jenis sel di tubuh manusia Angka kejadian kanker payudara masih sangat tinggi pada tahun 2015 sebanyak 737 kasus (63%) dan pada tahun 2016 sebanyak 70 kasus (17%) di RSUD Al- Ihsan Provinsi Jawa Barat. Salah satu pengobatan kanker payudara adalah kemoterapi yang berupa pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk cairan melalui infus. Salah satu efek kemoterapi adalah gangguan psikologis berupa kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan siklus kemoterapi dengan tingkat kecemasan pada penderita kanker payudara di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 70 orang yang diambil secara total sampling. Data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner DASS 42. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari analisis univariat didapatkan karakteristik umur paling banyak dewasa akhir (65,7%), pendidikan SMP (35,7%), pekerjaan ibu rumah tangga (60,0%), stadium III (50,0%), siklus kemoterapi yang paling banyak yaitu siklus ke-5 (32,9%) dengan tingkat kecemasan sedang (40,0%) dan dari hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara siklus kemoterapi dengan tingkat kecemasan dimana makna koefesiensi korelasi adalah sedang.menggunakan uji Korelasi Spearman Rank diperoleh nilai P-Value sebesar 0,000 < 0,05 nilai korelasi RO sebesar -0,434. Disarankan bagi responden yang menjalani kemoterapi untuk bisa mengatasi kecemasannya dengan cara relaksasi nafas dalam dan distraksi agar siklus kemoterapi yang sedang dijalani berjalan dengan lancar.
Pengaruh Guided Imagery terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea di RS. TNI AU dr. M. Salamun Bandung Roni Rowawi
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka tindakan Sectio Caesarea di Indonesia pada tahun 2007 hingga tahun 2012 mengalami peningkatan 5,5%, padahal tindakan Sectio Caesarea itu sendiri memiliki dampak dan komplikasi. Nyeri merupakan masalah yang sering ditemui pada pasien pasca operasi Sectio Caesarae. Pasien dilaporkan 50% mengalami nyeri sedang dan berat pada hari pertama pasca operasi. Strategi penatalaksanaan nyeri non farmakologis yang biasa dilakukan meliputi stimulasi dan massage, terapi es dan panas, stimulasi syaraf elektrik transkutan (TENS), distraksi, Guided Imagery, Hipnosis. Guided Imagery dapat meningkatkan mekanisme koping dan pelepasan endorfin untuk mengurangi nyeri dan dapat menimbulkan efek rileks. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Guided Imagery terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi Sectio Caesarea di RS TNI AU dr. M. Salamun Bandung. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pre-test post-test without control. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 20 orang. Intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji analisis dengan Wilcoxon test, menunjukkan pengaruh secara signifikan p (sig)=0,000 (p<0,05) Guided imagery terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca Sectio Caesarea. Diharapkan perawat mampu melaksanakan manajemen nyeri Guided Imagery secara mandiri kepada pasien.
Pengaruh Media Booklet Dan Metode Ceramah Tanya Jawab Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Dukungan Pada Lansia Dona Tri Subdari; Ruswana Anwar; Adjat Sedjati Rasyad; Hidayat Wijayanegara; Roni Rowawi; Sri Komalaningsih
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31285

Abstract

Dukungan keluarga merupakan bagian dari dukungan sosial. Kehidupan lansia kurang berkualitas dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga yang kurang baik. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan keluarga adalah dengan penyuluhan menggunakan media booklet dan metode ceramah tanya jawab. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media booklet dan metode ceramah tanya jawab terhadap pengetahuan keluarga tentang dukungan pada lansia.Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperrimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design dengan jumlah sampel 38 orang setiap kelompok di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2019. Pengambilan sampel dengan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner secara pretest dan posttest, kemudian data diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan Mann Whitney, Wilcoxone dan Chi Square.Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa media booklet disertai metode ceramah tanya jawab lebih meningkatkan pengetahuan keluarga dibandingkan hanya diberikan metode ceramah tanya jawab sebesar 28,62±9,923 berbanding 10,53±5,260 dengan nilai p<0,001.Simpulan, terdapat pengaruh yang signifikan pemberian informasi kesehatan menggunakan media booklet dan metode ceramah tanya jawab dibandingkan hanya dengan metode ceramah tanya jawab.Kata kunci : Dukungan Keluarga Lansia, Metode Ceramah Tanya Jawab, Media Booklet
Pengaruh Penerapan Pra Rujukan Menggunakan Lembar Balik Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Bidan Dalam Deteksi Dini Risiko Tinggi Maternal Di Beberapa Puskesmas Kabupaten Subang Fatmawati Karim; Suryani Soepardan; Sri Komalaningsih; Hidayat Wijayanegara; Herri Sastramihardja; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25658

Abstract

Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) sudah dilakukan seoptimal mungkin oleh tenaga kesehatan seperti upaya peningkatan kualitas pelayanan, cakupan layanan, pemantapan kerjasama lintas program maupun lintas sektoral sampai dengan peningkatan kapasitas manajemen pengelola program. Rasio kematian Ibu di Indonesia tahun 2015, 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pra rujukan menggunakan lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap bidan dalam deteksi dini risiko tinggi maternal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pretest postest control group design untuk menganalisis penggunaan lembar balik pra rujukan maternal. Subjek penelitian adalah bidan di wilayah kerja Puskesmas Legonkulon dan Puskesmas Binong sebanyak 100 bidan yang terdiri dari 50 kelompok intervensi dan 50 kelompok kontrol. Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, selanjutnya karena data distribusi tidak normal maka digunakan uji Wilcoxon. Pada kelompok intervensi setelah perlakuan menggunakan lembar balik terdapat peningkatan pengetahuan (p=0,001), peningkatan sikap (p=0,001) dan kelompok kontrol menggunakan buku KIA  terdapat peningkatan pengetahuan   (p=0,019), dan peningkatan sikap (p=0,001). Simpulan menunjukan terdapat pengaruh pra rujukan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap dengan nilai p=0,001.Kata Kunci: Lembar balik pra rujukan,  pengetahuan, sikap bidan
Efektivitas Digitasi Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Anak usia 3 bulan− 2 tahun di Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Tahun 2019 Lina Herlina; Ma&#039;mun Sutisna; Roni Rowawi; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Herri Sastramihardja
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28774

Abstract

Latarbelakang: Pemantauan perkembangan anak umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan (puskesmas) menggunakan lembar pemantauan manual. dalam  Pelaksanaannya mengalami keterbatasan akan  jumlah tenaga kesehatan (bidan), kendala  orangtua sibuk bekerja. Digitasi merupakan proses mengubah informasi grafis yang tersedia dalam kertas ke format digital, sehingga dapat menjadi solusi mengatasi keterbatasan.Metode: Penelitian kuasi eksperimen ini menganalisis efektivitas digitasi deteksi dini penyimpangan perkembangan anak usia 3 bulan−2 tahun menggunakan rancangan post test control group design. Responden 37 ibu balita yang mempunyai anak usia 3 bulan s/d 2 tahun sesuai kriteria inklusi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni‒Juli 2019 di Puskesmas Cipayung Jakarta Timur. Analisis uji beda menggunakan Uji Mann Whitney.Hasil: berdasarkan hasil pengujian efektivitas penggunaan digitasi, jumlah responden menyatakan efektif sebanyak 35 orang dan kelompok manual 31 orang dengan selisih mean 15,68 (p=0,001). Responden menyatakan praktis pada kelompok digitasi dan manual masing-masing 34 dan 27 responden dangan selisih mean 19,7 (p=0,000) berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok digitasi dan kelompok yang menggunakan lembar manual.Simpulan: Penggunaan digitasi lebih efektif dan lebih praktis untuk deteksi dini penyimpangan perkembangan anak.Kata kunci: Digitasi deteksi dini penyimpangan perkembangan, efektivitas, Kepraktisan
Efektivitas Penggunaan Bantalan Pasir (Sand Bag) Terhadap Pencegahan Kejadian Atonia Uteri Pada Ibu Bersalin Kala Iv Di Rsud Abdul Wahab Sjahranie Smarinda Tahun 2019 Puji Handayani; Suryani Soepardan; Hidayat Wijayanegara; Roni Rowawi; Adjat Sedjati Rasyad; Ma’mun Sutisna4
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i1.35638

Abstract

Sand bag merupakan alat yang dibuat dari pasir dibungkus dengan plastik dan kain dilengkapi dengan sabuk elastis dan sensor. Alat ini diharapkan dapat mencegah terjadinya atonia uteri dengan memberikan tekanan pada bagian cephalad fundus ibu sehingga uterus tidak naik ke atas dan darah tidak terperangkap di dalam kavum uteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan bantalan pasir (sand bag) terhadap pencegahan atonia uteri pada kala IV.Metode digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen menggunakan design post test only control group design dengan pendekatan analitik dengan jumlah sampel 30 orang kelompok intervensi ataupun kontrol. Pengambilan sampel dilakukan berdasar atas Consecutive Sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2019. Hasil pengukuran jumlah darah dan besar kontraksi dianalisis menggunakan Independent T Test.Hasil penelitian menununjukkan bahwa rerata jumlah darah yang dikeluarkan pada kala IV di kelompok intervensi yaitu 125,33 ml±16,554 ml dan kelompok kontrol 175,67±17,943mL. Besarnya kontraksi pada kelompok intervensi 55,07 mmHg ± 4,425mmHg sedangkan kelompok kontrol 52,0 mmHg± 6,744 mmHg (p=0,044). Hasil penelitian menunjukan bahwa sand bag lebih efektif dalam pencegahan terjadinya atonia uteri dibanding dengan menggunakan Standard Operating Procedure (SOP).Simpulan, sandbag lebih efektif dalam pencegahan atonia uteri ditinjau dari jumlah darah yang keluar dan kuatnya kontraksi pada kala IV.Kata kunci: Efektivitas, Jumlah Darah, dan Kontraksi Uterus
Pengaruh Penggunaan Teknik Digital Teenager Health Care Service(Thecars) Dalam Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (Pkpr) Terhadap Perubahan Perilaku Sehat Remaja Putri Tentang Infeksi Menular Seksual (Ims) Di Sma Negeri 1 Ciseeng Kabupaten Bogor Della Erriani Akaputri; Ma&#039;mun Sutisna; Siti Sugih; Hidayat Wijayanegara; Herri Sastramihardja; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25660

Abstract

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan masalah kesehatan pada remaja, dilaksanakan dengan menyenangkan, menerima remaja secara terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya. Untuk menunjang pelaksanaan PKPR, telah dibuat teknik digital teenager health care service (THECARS). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh teknik digital THECARS terhadap perubahan perilaku sehat remaja putri tentang Infeksi Menular Seksual.Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group untuk melihat hasil pengaruh dan kepraktisan alat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 remaja, pada kelompok intervensi menggunakan aplikasi Teenager Health Care Service (THECARS) dan kelompok kontrol yaitu PKPR konvensional. Penelitian dilaksanakan tanggal 30 April – 27 Juni 2019 di SMA Negeri 1 Ciseeng Kabupaten Bogor. Analisis data menggunakan uji t test berpasangan, wilcoxon, uji independent t test dan mann whitney.Hasil penelitian menunjukkan teknik digital THECARS memengaruhi perubahan perilaku sehat remaja putri dilihat dari pretest-posttest meningkat sebesar  90,02%, yang terdiri atas pengetahuan sebesar 92,96%, Sikap sebesar 89,21% dan tindakan sebesar 88,17%, kepraktisan sebesar 93,75%, dengan nilai p = 0,000. Perubahan tersebut lebih besar dibandingkan PKPR standar Puskesmas.Simpulan, teknik digital THECARS lebih memengaruhi perubahan perilaku sehat remaja putri tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) dan lebih praktis di bandingkan dengan PKPR konvensional. Kata kunci : Perilaku Remaja, PKPR, Teknik Digital THECARS.
Perbedaan Penggunaan Baby Massage Kit Dan Pijat Konvensional Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Dan Relaksasi Bayi Usia 6−12 Bulan Annesya Atma Battya; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Suryani Soepardan; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31284

Abstract

Stimulasi untuk merangsang pancaindera melalui pijat, musik, dan aromaterapi. Alat inovasi stimulasi yaitu Baby massage kit, alat alternatif meningkatkan perkembangan  motorik kasar dan relaksasi bayi. Tujuan penelitian, mengetahui perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi bayi usia 6−12 bulan. Metode penelitian quasi experimental, rancangan control time series design, 80 subjek penelitian bayi usia 6−12 bulan. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon bulan November 2018 sampai Januari 2019. Analisis data, mengetahui perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian, terjadi peningkatan lebih pada baby massage kit dibanding pijat konvensional. Nilai p baby massage kit untuk perkembangan motorik kasar 0,017, nilai p untuk relaksasi 0,001 maka terdapat perbedaan pada peningkatan perkembangan motorik kasar dan relaksasi. Perubahan motorik kasar dan relaksasi meningkat karena ketiga unsur dalam baby massage kit. Responden mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik kasar, setelah dilakukan pijat menggunakan baby massage kit bayi dapat berguling secara cepat. Peningkatan relaksasi dilihat dari sebagian besar bayi tertidur sebelum pemijatan selesai dilakukan. Simpulan, terdapat perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi bayi usia 6−12 bulan.Kata kunci:  Baby massage kit, perkembangan, relaksasi, dan stimulasi.
Perbandingan Pengaruh Ikat Pinggang Relaksasi Dengan Kompres Air Hangat Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Arsita Pratiwi; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Herri Sastramihardja; Hidayat Wijayanegara; Ma&#039;mun Sutisna; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25657

Abstract

Nyeri persalinan merupakan sumber ketidaknyamanan selama melahirkan, sehingga menghasilkan tingkat rasa sakit yang sering melebihi batas ketahanan fisik. Tujuan penelitian menganalisis perbandingan pengaruh ikat pinggang relaksasi dengan kompres air hangat dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design dengan sampel 80 ibu bersalin kala I fase aktif primigravida. Penelitian dilaksanakan bulan November sampai Desember 2018. Teknik pengambilan sampel non probability sampling secara consecutive sampling  dengan 40 responden kelompok intervensi (ikat pinggang relaksasi) dan 40 responden kelompok kontrol (kompres air hangat). Analisis karakteristik responden menggunakan uji Shapiro Wilk, perbedaan skor skala nyeri menggunakan uji Wilcoxon. perbandingan perbedaan rerata dua kelompok menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian nilai rerata kelompok intervensi 34,40 dan rerata kelompok kontrol 46,60 terdapat perbedaan skala nyeri persalinan kala I dimana kelompok intervensi skor penurunan nyeri 39,6% dengan kenyamanan 100% dan kelompok kontrol skor penurunan nyeri 29,8% dengan kenyamanan 87,5%. Nilai Z -2,763, nilai P 0,006 <  0,05 maka terdapat perbedaan pengaruh kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Simpulan penelitian ini ikat pinggang relaksasi lebih baik dibanding dengan kompres air hangat dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase Aktif.Kata kunci : Ikat Pinggang Relaksasi, Kompres Air Hangat, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif
Effect of Zilgrei Method and Lumbal Massage Combination on Labor Progress During Latent Phase of First Stage of Labor in Primigravida Melati Yuliandari; Leri Septiani; Roni Rowawi; Sri Komalaningsih; Herry Garna
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2480.888 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.5083

Abstract

The first stage of labor starts from the onset of cervical dilatation and divided into latent and active phases. The latent phase is a more prolonged phase of labor, which allows various interventions performed. Interventions and the latent phase's length may lead to anxiety and restlessness, which might contribute to prolonged labor when experienced by women in labor. A combination of the Zilgrei method and lumbar massage used to reduce labor pain. This method combines movement, change of position, breathing exercise, and the light massage performed since the first stage of labor. It expected that the work of interrelated pelvic muscles becomes harmonized; hence, the cervix will be softer, and the uterine muscles may push the fetus towards the birth canal. This study aimed to determine the effect of the Zilgrei method and lumbar massage combination on the latent phase of the first stage of labor progress in primigravida. It is a quantitative quasi-experimental study on 66 women who underwent the latent phase of the first stage of labor in independent practice of midwife the work area of Citarip Public Health Center during May–July 2019, who were divided equally into control and intervention groups. The statistical analysis used was univariate and bivariate analyses with an independent t test. The mean duration of labor in the latent phase of the first stage of labor in the control group and intervention group was 368 minutes and 307 minutes, respectively, with a difference of 61 minutes (p=0.002). Therefore, the Zilgrei method and lumbar massage combination significantly affect labor progress in the latent phase of the first stage of labor in primigravida. PENGARUH KOMBINASI METODE ZILGREI DAN PEMIJATAN LUMBAL TERHADAP PROSES KEMAJUAN PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDAKala I persalinan merupakan tahap serviks terbuka yang terdiri atas fase laten dan fase aktif. Fase laten mempunyai durasi persalinan lebih panjang sehingga memungkinkan banyak intervensi. Intervensi dan lama fase laten dapat menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, apabila dialami ibu in partu dapat menjadi faktor persalinan lama. Kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal menjadi metode mengurangi rasa nyeri persalinan yang menggabungkan gerakan, perubahan posisi, latihan pernapasan, dan pijatan ringan yang dipersiapkan sejak kala I persalinan. Diharapkan kerja otot panggul saling berkaitan menjadi selaras sehingga serviks tidak kaku dan terdapat potensi otot rahim mendorong janin menuju jalan lahir. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal terhadap kemajuan proses persalinan kala I fase laten pada primigravida. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental kuantitatif pada 66 wanita yang menjalani fase laten persalinan kala I di bidan praktik mandiri (BPM) wilayah kerja Puskesmas Citarip periode Mei–Juli 2019 yang dibagi rata menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Analisis statistik menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji t independen. Durasi persalinan kala I fase laten rerata kelompok kontrol dan intervensi adalah 368 menit dan 307 menit masing-masing dengan selisih waktu 61 menit (p=0.002). Simpulan. kombinasi Metode Zilgrei dan pemijatan lumbal berpengaruh terhadap kemajuan proses persalinan kala I fase laten pada primigravida.