Rendahnya jumlah kunjungan ke dokter gigi pada lansia sangat terkait dengan kepatuhan yang rendah terhadap pengobatan hipertensi dan kurangnya pengetahuan mengenai layanan kesehatan gigi yang tersedia, terutama yang ditanggung oleh BPJS. Di wilayah Puskesmas Jagir, hanya 454 dari 2.150 lansia dengan hipertensi yang pernah memeriksakan gigi, yang berisiko menyebabkan masalah kesehatan gigi dan komplikasi kesehatan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian lansia dengan hipertensi dalam mengelola tekanan darah, serta meningkatkan kapasitas kader dan staf puskesmas dalam memberikan sosialisasi layanan kesehatan gigi yang ditanggung BPJS. Program pemberdayaan dikembangkan berdasarkan Teori Perilaku Terencana dan kerangka evaluasi USG (Urgency, Seriousness, Growth). Intervensi yang dilakukan mencakup video edukasi tentang layanan BPJS dan buku pelacak "Gerakan Peduli Lansia". Program ini diterapkan di Puskesmas Jagir dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader masyarakat. Terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan lansia setelah intervensi (uji Wilcoxon, p < 0,001). Staf juga menunjukkan peningkatan kompetensi dalam sosialisasi. Intervensi ini berhasil meningkatkan perilaku kesehatan dan kesadaran lansia dengan hipertensi dan menjadi model pemberdayaan kesehatan lansia yang berkelanjutan di Puskesmas Jagir.