Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perspektif Sosiologi terhadap Toleransi dalam Pluralisme Digital: Studi Kasus Program LOGIN Habib Ja'far Channel YouTube @Deddy Corbuzier Nur Habibah, Jihan; Alia Abdullah, Mirna Nur; Rizaldi, Muhammad Retsa
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i1.8099

Abstract

Digital tolerance and pluralism are important concepts in a society connected through digital technology. Tolerance refers to an attitude of mutual respect for differences, while digital pluralism reflects diversity in the digital space involving various religious and cultural backgrounds. This study examines the sociological perspective on tolerance in digital pluralism through a case study of the LOGIN program hosted by Habib Ja'far and Onadio Leonardo on the @Deddy Corbuzier YouTube channel. The purpose of the study was to understand how pluralism and tolerance are reflected in digital interactions and their influence on audience perceptions of diversity. The approach used was descriptive qualitative with a case study design, using participant observation in the video comment column. The results showed that the LOGIN program succeeded in creating an inclusive dialogue space by presenting speakers from various religious, cultural, and social backgrounds. This program strengthens the message of tolerance and pluralism by inviting viewers to see differences as wealth, not as separators. However, the main challenge in digital pluralism is the potential for misuse of the platform to spread extreme ideologies. The LOGIN program can be a positive example in building tolerance through social media, but it still requires efforts to maintain the quality of discussions and prevent the spread of hatred.
Dampak Kebijakan Makan Bergizi Gratis Pada Pedagang Kantin: Sebuah Analisis Teori Konflik Max Weber Hermawati, Lulu; Abdullah, Mirna Nur Alia; Rizaldi, Muhammad Retsa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diimplementasikan oleh pemerintah menimbulkan dampak multidimensi, termasuk timbulnya konflik kepentingan antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pedagang kantin sekolah sebagai kelompok yang terkena dampak negatif dari kebijakan ini, Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan MBG terhadap pedagang kantin melalui lensa Teori Konflik Max Weber dengan pendekatan kualitatif studi kasus di suatu SMA Negeri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima pedagang kantin. Hasil penelitian menunjukkan penurunan pendapatan yang signifikan terutama pada penjualan makanan berat, ketegangan antara negara dengan ekonomi pedagang, minimnya partisipasi pedagang dalam perumusan kebijakan menguatkan kritik mengenai birokrasi yang mengabaikan aktor lokal (Dzofir, 2017). Penelitian ini merekomendasikan pendekatan kebijakan inklusif dengan melibatkan pedagang dalam proses pengambilan keputusan, kompensasi ekonomi, dan forum multipihak untuk mengurangi ketimpangan.
Tantangan Mahasiswa Perantauan Etnis Jawa Mempertahankan Identitas Budaya di Perguruan Bandung Rizqiyah, Kivi Anni; Abdullah, Mirna Nur Alia; Rizaldi, Muhammad Retsa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak mahasiswa perantauan yang sering kali kesulitan dalam mempertahankan identitas budaya asli mereka di kalangan perguruan tinggi. Mempertahankan identitas budaya mereka di lingkungan baru menghadirkan sejumlah kesulitan bagi mahasiswa migran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kesulitan yang dihadapi para migran etnis Jawa dalam mempertahankan identitas budaya mereka saat berkuliah di perguruan tinggi di Bandung. Mahasiswa etnis Jawa yang bermigrasi ke Bandung diwawancarai secara mendalam menggunakan metodologi studi kualitatif. Temuan studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang bermigrasi menghadapi kesulitan seperti keterbatasan penggunaan bahasa daerah dan tekanan sosial untuk menyesuaikan diri dengan cara hidup setempat. Selain itu, masih adanya asumsi tertentu tentang kelompok etnis Jawa juga memengaruhi cara mereka melestarikan identitas budaya mereka. Meskipun demikian, beberapa Mahasiswa terus berupaya melestarikan budaya Jawa melalui komunikasi keluarga, keterlibatan dalam kelompok budaya, dan menegakkan tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa dengan bantuan lingkungan sosial dan teknik adaptasi yang adaptif. Mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah masih dapat melestarikan identitas budaya mereka meskipun menghadapi sejumlah kendala.
Pengaruh Tayangan Drama Korea terhadap Pola Konsumsi Skincare dan Makeup di Kalangan Remaja Baity, Salsabila Nur; Abdullah, Mirna Nur Alia; Rizaldi, Muhammad Retsa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing interest of Indonesian teenagers in Korean dramas has had an impact on their lifestyles, including the use of beauty products such as skincare and makeup. The purpose of this study was to find out how Korean dramas affect adolescents' preferences for using beauty products. The research method used is quantitative with a descriptive approach. The study was conducted through the distribution of an online questionnaire to adolescents aged 13 to 19 who regularly watched Korean dramas and used skincare products. The results show that the majority of teens tend to choose the beauty products shown in the drama, either directly or through their relationship with Korean artists. These results show that Korean drama shows use symbols and images of beauty to shape consumer perceptions and decisions. In conclusion, Korean dramas encourage the process of imitation and self-identity formation through the media, which has an impact on adolescent skincare and makeup consumption patterns.