Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kata Sifat dan Kata Kerja pada Cerita Pendek “Sahabatku Pergi” Karya Jeva Fitri Dadila Zega, Angel Safitri; Harefa, Dini Christiani; Gulo, Fitri Yuliani; Zebua, Niar Syam; Halawa, Noibe
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1416

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul “Sahabatku Pergi” karya Jeva Fitri Fadila. Fokus dalam penelitian ini adalah frasa verba dan adjektiva. Tujuan penelitian frasa verba dan adjektiva pada cerpen “Sahabatku Pergi” karya Jeva Fitri Fadila, untuk memahami struktur bahasa, mengungkapkan makna tersirat, melatih kita memahami kepekaan bahasa, menunjang analisis karya sastra serta meningkatkan kemampuan kita dalam menulis. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan frasa verba dan adjektifa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah verba dan adjektiva pada cerpen “sahabatku pergi” Karya Jeva Fitri Fadila adalah verba (kata kerja) berjumlah 49 dan adjektifa (kata sifat) berjumlah 19.
Analisis Semiotik Terhadap Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar: Makna Perlawanan Sosial Zega, Putri Jan Friska; Zega, Angel Safitri; Gulo, Dikimentris; Bawamenewi, Arozatulo
TA'EHAO Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/taehao.v1i1.702

Abstract

Studi ini menelaah puisi “Aku” karya Chairil Anwar melalui pendekatan semiotik untuk mengungkap makna perlawanan sosial di dalamnya. Ditulis pada masa kolonial, puisi ini memanfaatkan simbol-simbol kuat yang mengekspresikan kebebasan, pemberontakan, dan kritik terhadap kekuasaan kolonial serta norma sosial yang mengekang. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian menerapkan teori semiotik Saussure, Peirce, dan Barthes untuk menafsirkan hubungan penanda dan petanda, ikon, indeks, simbol, serta makna denotatif dan konotatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dengan puisi sebagai sumber utama dan literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Analisis menunjukkan bahwa citra seperti “binatang jalang,” “peluru menembus kulitku,” dan “hidup seribu tahun lagi” melambangkan perlawanan ideologis terhadap penindasan, ketidakadilan, dan hegemoni sosial. Pembacaan hermeneutik menempatkan tokoh “aku” sebagai ekspresi individualisme penyair sekaligus suara kolektif generasi muda yang mendambakan kebebasan. Studi menyimpulkan bahwa “Aku” memiliki kekuatan estetis dan kritik sosial yang tetap relevan bagi konteks Indonesia masa kini.