Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : TECHNOLOGIC

EFEKTIVITAS PERKUATAN STRUKTUR AULA DENGAN METODE EVALUASI STRUKTUR Arissaputra, Sofian; Elhar, Faid; Putri, Gita Zakiah
Technologic Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v14i2.361

Abstract

Salah satu metode perkuatan struktur adalah penambahan balok anak dengan tujuan meningkatkan kinerja bangunan dalam rangka mendukung tuntutan penggunaan bangunan yang semakin kompleks. Studi kasus pada penelitian ini adalah bangunan struktur baja 2 lantai dari PT Astra Daihatsu Motor yang saat ini berfungsi sebagai ruang serba guna dan gudang akan dialihkan menjadi ruang aula dan ruang server. Perubahan fungsi ruang ini berakibat pada beban hidup pelat lantai yang meningkat dari 2,50 kN/m2 menjadi 4,79 kN/m2. Penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI 1729-2020), pembebanan mengacu pada Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 1727-2020), dan SNI Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung (SNI 1726-2019). Dengan menggunakan permodelan 3D pada analisis struktur yang dibantu menggunakan program software ETABS, didapatkan bahwa model eksisting tidak kuat menahan beban hidup 4,79 kN/m2 akibat perubahan fungsi bangunan dan didapatkan bahwa metode perkuatan balok anak yang dilakukan mampu menahan beban yang direncanakan, dari segi biaya jauh lebih hemat dari membangun bangunan baru. Adapun balok anak yang ditambahkan akibat perubahan fungsi bangunan adalah WF 200x100x5,5x8 sepanjang 252 m.
ALTERNATIF DESAIN STRUKTUR BAJA BENTANG 24 METER STRUKTUR BANGUNAN 3 LANTAI Arissaputra, Sofian; Aprillia, Ananda
Technologic Vol 15 No 1 (2024): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v15i1.375

Abstract

Salah satu tantangan dalam desain stuktur baja adalah desain yang efektif dan efisien serta memenuhi pesyaratan SNI 1729-2020. Penelitian ini bertujuan melakukan studi banding alternative untuk membandingkan kekuatan, kemampuan layan, dan berat material dari dua model desain balok alternative, yaitu balok I baja dan balok boks baja dengan menggunakan metode LRFD dibandingkan dengan desain awal yaitu balok truss. Penelitian menggunakan program SAP 2000 dan perhitungan excel yang menunjukkan hasil dari balok I dan boks baja memenuhi persyaratan yang ditetapkan di SNI 1729-2020. Adapaun hasil dari penelitian ini adalah balok I yang dipakai adalah ukuran WF912x302x18x34 dengan berat material balok adalah 280,46 kg/m dan ukuran balok boks adalah profil 700x700x19 dengan berat material 406.18 kg/m. Sedangkan untuk balok truss sendiri berat material yang diperoleh adalah 478.31 kg/m. Dalam perbandingan desain balok alternatif 1 (balok I) menghasilkan penghematan sebesar 41% (4748,21 kg) dan Rp74.113.380 (34%) dibandingkan dengan desain balok truss. Sementara itu, desain alternatif 2 (balok boks baja) menghasilkan penghematan sebesar 15% (1731,07 kg) dan Rp20.501.800 (10%). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa desain balok alternatif, baik balok I maupun balok boks merupakan solusi yang lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan balok truss.
EVALUASI QUANTITY TAKE OFF PEKERJAAN ARSITEKTUR PROYEK CSR MASJID JAMI MEDAN SATRIA MENGGUNAKAN AUTODESK REVIT 2020 Arissaputra, Sofian; Anjani Rahmada Putri, Cintri; Adien Fahrezy, Febrian
Technologic Vol 13 No 2 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i2.407

Abstract

Building Information Modeling (BIM) membawa banyak keuntungan pada desain bangunan. Namun, BIM hadir dengan risiko yang harus dipertimbangkan oleh seorang profesional desain. Revit adalah software BIM dari Autodesk untuk desain arsitektural, struktural dan mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP). Dengan software ini, pengguna dapat mendesain bangunan dari struktur sampai MEP dengan memodelkan komponen 3D dan menampilkan gambar kerja 2D serta menganalisis Quantity Take Off (QTO) secara bersamaan di setiap disiplin pekerjaan. Metode QTO pada penelitian ini adalah dengan menggambar ulang gedung secara 3D menggunakan Revit dan membandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan gambar 2D. Total rencana anggaran biaya (RAB) yang dihitung menggunakan software Autodesk Revit 2020 pada proyek CSR Masjid Jami Medan Satria adalah sebesar Rp 4.056.410.367,56. Sedangkan perhitungan yang didapat dari dokumen proyek adalah Rp 4.130.240.091,68. Berdasarkan hasil analisis, terdapat selisih biaya antara perhitungan menggunakan software Revit 2020 dengan dokumen proyek sebesar Rp 73.829.724,09. Ditinjau berdasarkan persentase, hasil bill off quantity yang diperoleh dari software Revit 2020 menggunakan konsep Building Information Modeling (BIM) lebih rendah 1,788% dari dokumen proyek. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Revit 2020 di desain gedung penting untuk dipertimbangkan dari segala aspek karena lebih detail dan akurat.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB SISA MATERIAL PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK KONSTRUKSI Anjani Rahmada Putri, Cintri; Arissaputra, Sofian
Technologic Vol 13 No 2 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i2.408

Abstract

Penelitian ini membahas analisis faktor penyebab sisa material pekerjaan struktur pada proyek konstruksi menggunakan program SPSS. Sebelum melakukan analisis, dilakukan pengujian uji normalitas, validitas, dan hasil uji reliabilitas. Dari hasil uji normalitas didapatkan bahwa Sig. < 0,05 sehingga penelitian ini menggunakan statistika non parametrik yang metodenya adalah Rank Spearman dan Kendall. Pada uji validitas, didapatkan bahwa semua variabel yang ditinjau lebih besar daripada 0,316 dan pada uji reliabilitas, nilai Cronbach Alpha dari semua variabel lebih besar daripada 0,6. Hal ini menunjukkan variabel-variabel yang digunakan valid dan reliable. Kemudian, untuk korelasi penyebab dan persentase material digunakan Uji Korelasi Rank Spearman dan didapatkan bahwa metode pekerjaan kayu bekisting adalah cukup berpengaruh terhadap sisa material karena nilai korelasi sebesar 0,406. Selanjutnya untuk persentase pekerjaan bekisting, material sisa dengan persentase terbesar adalah paku senilai 41%, pekerjaan pembesian, sisa material kawat bendrat senilai 58%, dan pekerjaan pengecoran, sisa material pasir dan split adalah sebesar 27%. Adapun faktor utama dari sisa material konstruksi adalah sisa pemotongan yang tidak dapat digunakan kembali, perubahan desain, dan metode pelaksanaan konstruksi. Bentuk pencegahan yang dapat meminimalisir sisa material pekerjaan struktur adalah melakukan pengecekan berkala (monitoring) dan meningkatkan koordinasi antara personil pelaksana proyek.
ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DINDING GESER METODE KONVENSIONAL DENGAN METODE STRUT AND TIE Arissaputra, Sofian; Nur Widyana, Rhesma
Technologic Vol 13 No 2 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i2.409

Abstract

Bangunan tinggi tahan gempa pada umumnya sering menggunakan elemen – elemen struktur kaku berupa dinding geser untuk menahan kombinasi gaya geser, momen, dan aksial yang timbul akibat beban gempa. Dinding geser adalah struktur pengaku vertikal yang dirancang untuk menahan gaya lateral atau gempa yang bekerja pada bangunan. Dengan adanya dinding geser pada suatu bangunan, sebagian besar beban gempa akan terserap oleh dinding geser tersebut. Penelitian ini membahas analisis perencanaan dinding geser pada struktur gedung 24 lantai di Jakarta menggunakan metode strut and tie dan kemudian akan dibandingkan kebutuhan tulangan dengan metode konvensional. Analisis menggunakan bantuan software ETABS dan pemodelan menggunakan free body atas gaya-gaya yang bekerja pada struktur gedung yang kemudian elemen dinding geser ini dianalisis menggunakan analogi rangka batang. Strut adalah bagian yang menerima gaya tekan dan ditahan oleh material beton, sedangkan Tie adalah bagian yang menerima gaya tarik dan ditahan oleh baja tulangan. Penelitian ini menganalisis 2 jenis dinding geser pada struktur gedung yaitu SW3 dan SW4 menggunakan metode strut and tie dan dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil perhitungan kebutuhan tulangan menggunakan metode strut and tie bisa menghemat 1.701,93 kg yang kira- kira sebesar Rp.38.033.000 dari metode konvensional.
PENGARUH CLASH DETECTION PADA BIAYA PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JAKARTA Arissaputra, Sofian; Yaya, Yaya
Technologic Vol 14 No 1 (2023): Fourteenth Volume of The Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v14i1.423

Abstract

Salah satu usaha untuk mengantisipasi adanya kekeliruan suatu perencanaan konstruksi dapat dideteksi dari awal melalui software BIM (Building Information Modeling) yang mampu mendeteksi konflik (clash detection) antar sistem struktur, arsitektur, maupun MEP. Sebelum adanya software BIM, konflik di antara bangunan ini yang merupakan salah satu penyebab biaya konstruksi menjadi berlebihan, sehingga penggunaan software BIM ini menjadi solusi untuk penghematan dalam masa konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis adanya temuan konflik pada perencanaan struktur lantai atas (dalam hal ini lantai 24, sebagai lantai tipikal, lantai atap, LMR, dan atap LMR) pada sebuah proyek apartemen di Jakarta. Alur identifikasi deteksi konflik adalah dengan melakukan pemodelan di software Revit dengan data gambar forcon, kemudian model tersebut dimasukkan ke dalam software Naviswork Manage. Pada software Naviswork Manage, dapat digunakan fitur Clash Detective untuk mengidentifikasi konflik yang terjadi antar struktur bangunan. Setelah diinput ternyata ditemukan total 121 titik clash Antara sistem struktur, arsitektur dan Plumbing yang terjadi di lantai 6 sampai lantai atap LMR. Di lantai 24, terjadi 95 titik konflik, diantaranya adalah 93 titik konflik antara sistem arsitektur dan 2 titik konflik antara sistem struktur dan plumbing. Adapun di lantai atap, LMR, dan atap LMR, terjadi konflik sebanyak 26 titik. Dari hasil penelitian akibat penerapan clash detection, biaya yang dapat dihemat adalah lebih dari 30 juta rupiah.
STUDI KASUS PERILAKU DAKTILITAS STRUKTUR BANGUNAN 20 LANTAI TERHADAP DEFISIENSI MUTU BETON MENGGUNAKAN METODE PUSHOVER Arissaputra, Sofian; Irwan, Josia
Technologic Vol 16 No 1 (2025): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v16i1.455

Abstract

Concrete strength deficiency in building affects structural ductility. This study aims to evaluate the ductility of structures when using the designed concrete strength and to assess the impact when concrete experiences deficiencies. The analysis involves three building with varying width-to-length ratios, identified as buildings A, B, and C. The width-to-length ratios are 1:3 for building A, 1:4 for building B, and 1:5 for building C. Each building model is analyzed using four uniform concrete strengths: 25 MPa as the design strength, followed by 20, 15, and 10 MPa. Structural ductility is determined using nonlinear static (pushover) analysis with ETABS software, based on the seismic design provisions of SNI 1726:2019. From this, the structural response modification factor (R) can be obtained. The average ductility results from all models show a linear decrease to the reduction in concrete strength. Regarding the effect of span ratio, there is a tendency for ductility to decrease as the building becomes more elongated. The percentage reduction in ductility from 25 to 10 MPa is 39% for building A, 46% for building B, and 50% for building C. The ductility and R values at 15 and 10 MPa fall below the minimum requirements specified in SNI 1726:2019.