Naradhipa, Rasyid Araghani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR STRATEGIS DALAM RETENSI TENAGA KESEHATAN DI WILAYAH TERPENCIL INDONESIA Naradhipa, Rasyid Araghani; Wasir, Riswadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44312

Abstract

Penyediaan layanan kesehatan yang bermutu di daerah terpencil Indonesia, termasuk wilayah pedalaman, perbatasan, dan kepulauan, masih menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan infrastruktur, jarak geografis, dan fasilitas yang tidak memadai. Masalah ini diperburuk dengan rendahnya retensi tenaga kesehatan yang disebabkan oleh beban kerja tinggi, insentif tidak kompetitif, dan minimnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan praktis yang dapat memperkuat mutu dan retensi tenaga kesehatan di daerah terpencil, dengan fokus pada strategi peningkatan insentif, perbaikan kondisi kerja, dan pelatihan yang relevan secara regional. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel yang diterbitkan tahun 2021-2025 dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait strategi peningkatan kualitas dan retensi tenaga kesehatan di daerah terpencil. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan analisis konten. Hasil penelitian mengidentifikasi lima faktor utama yang berpengaruh terhadap mutu dan retensi tenaga kesehatan: (1) insentif dan kompensasi, baik finansial maupun non-finansial; (2) pelatihan dan pengembangan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal; (3) dukungan sosial dari rekan kerja, keluarga, dan komunitas; (4) kebijakan pemerintah yang adaptif dan terintegrasi; dan (5) pemanfaatan teknologi seperti telemedicine dan e-learning. Kesimpulannya, upaya peningkatan mutu dan retensi tenaga kesehatan memerlukan pendekatan yang terintegrasi dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Disarankan agar kebijakan yang dirancang mempertimbangkan kekhasan tantangan lokal serta mengintegrasikan sistem insentif, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan sosial yang komprehensif untuk mewujudkan pemerataan layanan kesehatan yang berkelanjutan.
The Role of Global Health Partnerships in Infectious Disease Control: Lessons from Indonesia’s Response to Tuberculosis and COVID-19 Astuti, Winda Dwi; Lumbantobing, Saula Bellatrix; Arvian, Shenia Rully; Anggraini, Mela Ratri; Naradhipa, Rasyid Araghani; Wasir, Riswandy
Journal of Global Research in Public Health Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v10i1.558

Abstract

Indonesia's dual burden of tuberculosis and COVID-19 has highlighted the critical role of global health partnerships in strengthening infectious disease control. This study examines how collaborations with organizations such as WHO, the Global Fund, and USAID have supported Indonesia's response, particularly in TB detection, case management, and pandemic adaptation. A qualitative literature review was conducted, analyzing ten peer-reviewed studies published between 2020 and 2025. The findings reveal that while global partnerships facilitated knowledge transfer, financial assistance, and digital innovation, challenges persist in coordination, private sector integration, and policy alignment. The study concludes that sustained commitment, institutional capacity, and harmonized governance are essential to maximize the impact of international cooperation on national disease control strategies.