Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TUMMY TIME EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MENGANGKAT KEPALA BAYI USIA 0 – 4 BULAN Trisnadi, Reza Adityas; Apriliyani , Apriliyani; Suprijono, Moch Agus; Ulayatilmiladiyyah, Nur; Chodidjah, Chodidjah; Tyagita, Nurina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44314

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan aspek penting yang dipengaruhi oleh stimulasi dini. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kurangnya stimulasi pada bayi, khususnya dalam posisi tengkurap, yang mempengaruhi kemampuan motorik kasar, seperti mengangkat kepala. Tummy time exercise adalah metode stimulasi untuk meningkatkan kekuatan otot leher, bahu, dan punggung bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tummy time exercise terhadap kemampuan motorik kasar mengangkat kepala bayi usia 0 – 4 bulan di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari 60 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik consecutive sampling di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data dianalisis menggunkan uji chi square dengan nilai sig (p<0,05) untuk mengetahui pengaruh tummy time exercise terhadap kemampuan motorir kasar mengangkat kepala bayi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bayi yang secara teratur melakukan tummy time exercise memiliki kemampuan motorik kasar yang lebih baik dibandingkan yang tidak teratur melakukan tummy time exercise. Sebanyak 86,1% bayi yang teratur melakukan tummy time exercise memiliki kemampuan motorik kasar nomal, dibandingkan dengan 45,8% bayi yang tidak teratur melakukan tummy time exercise. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai sig (p-value): 0,001 (p<0,05); PR: 1,879. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tummy time exercise berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar mengangkat kepala bayi usia 0 – 4 bulan di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.
Kampung Ramah Anak: Upaya Penerapan Program Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Di Kampung Karanganyar Kelurahan Brontokusuman Kemantren Mergangsan Kota Yogyakarta Apriliyani , Apriliyani; suwarjo, suwarjo
POPULIKA Vol. 14 No. 1 (2026): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v14i1.2178

Abstract

Since implementing the Child-Friendly City (KLA) program in 2009, Yogyakarta City has successfully obtained the Nindya predicate in 2018-2019, one of which is through the Child-Friendly Village (KRA) Program strategy. However, over time, the implementation of the KRA Program is not without problems. One of the problems is the high population dynamics and mobility and the density of personal activities which are one of the causes of several KRA Villages experiencing stagnation in their activities. This study aims to describe the implementation of the KRA Program in the Child-Friendly Village of RW 16, Karanganyar Brontokusuman Mergangsan Village, Yogyakarta City. This study uses a qualitative approach with informants from the KRA Task Force administrators and several related agencies. Triangulation techniques are used to test the validity of the data obtained before being presented. The results of the study indicate that the implementation of the KRA Program in Karanganyar Village RW 16 in 5 (five) clusters has not been running well. The implementation model from Edwards III shows the existence of communication factors, resources, implementer attitudes, and bureaucratic structures that are less than optimal in supporting program implementation. The decline in communication and coordination between administrators since 2020 due to their busy schedules is one of the contributing factors. Furthermore, limited program funding sources also hamper the implementation of the KRA program. Government funding remains severely limited. Government assistance is provided primarily in the form of counseling and mentoring. To support funding, efforts have been made to raise funds from community contributions, but the amounts are relatively small. The business sector has also provided assistance in the form of goods or facilities. Keywords: Program Implementation; Child-Friendly Villages; Child Protection.