Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Paulus Civil Engineering Journal

Evaluasi Perilaku Mekanik Mortar Berkelanjutan menggunakan Butiran Plastic PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai Substitusi Agregat Halus Allo, Misel Boro; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira; Verucha, Novacharisma V.; Akifa, Sri Nur; Said, Sugira; Seril, Boroallo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qk4qny98

Abstract

Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan
Pengaruh Rasio Air–Pengikat terhadap Waktu Pengikatan dan Kuat Tekan Pasta Geopolimer Wahidin, Suci Amalia Namira; Rasyid, Moh. Iqbal; Adam, Andi Arham; Akifa, Sri Nur; Ramadhan, Bayu Rahmat
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/kad1vv33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio air terhadap bahan pengikat terhadap waktu pengikatan dan kuat tekan pasta geopolimer berbasis abu terbang tipe F dari PLTU Mpanau, Palu, dengan penambahan kapur padam (Ca(OH)₂) sebesar 10% dari berat bahan dasar. Aktivator yang digunakan terdiri dari sodium silikat dan sodium hidroksida, serta air murni tanpa kandungan mineral. Variasi dosis Na₂O yang digunakan adalah 6%, 8%, dan 10%, dengan rasio air terhadap bahan pengikat bervariasi dari 0,24 hingga 0,42. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 2,5 cm dan tinggi 5 cm, dengan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa setiap dosis Na₂O memiliki rentang rasio air terhadap bahan pengikat tertentu yang menghasilkan waktu pengikatan ideal. Dosis Na₂O 10% menunjukkan rasio optimal antara 0,26 – 0,34, sedangkan pada dosis 8% optimum terjadi pada rasio 0,42, dan pada dosis 6% berada pada kisaran 0,38 – 0,40. Kuat tekan tertinggi sebesar 22,68 MPa diperoleh pada dosis Na₂O 10% dengan rasio air terhadap bahan pengikat sebesar 0,28 pada umur 28 hari.
Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Rasio Alkali Aktivator: Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Sri Nur Akifa; Akifa, Sri Nur; Tikara, Medi; Adam, Andi Arham; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3y5tev29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi alkali aktivator terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis abu terbang tipe F. Abu terbang diperoleh dari PLTU Mpanau dan diaktivasi menggunakan kombinasi Sodium Silikat (Na₂SiO₃) dan Sodium Hidroksida (NaOH). Benda uji berupa mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm, dengan rasio massa abu terbang terhadap pasir sebesar 1 : 2,75 dan rasio air terhadap padatan (w/s) sebesar 0,35. Variasi dosis aktivator yang digunakan adalah 25%, 40%, dan 55% terhadap berat abu terbang, dengan perbandingan Sodium Silikat terhadap total aktivator (W/A) sebesar 0; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan mekanik seiring waktu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis aktivator dan nilai W/A secara signifikan mempengaruhi karakteristik kuat tekan mortar. Kuat tekan optimum sebesar 24,72 MPa tercapai pada komposisi dosis aktivator 55% dan rasio W/A 0,5 pada umur 28 hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mortar geopolimer dengan komposisi tersebut memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural alternatif yang ramah lingkungan.
Analisis Stabilitas Lereng menggunakan Dinding Penahan Tanah dengan Perkuatan Mortar Busa Arief, Dede Irham; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Juni 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qr0mjb41

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di wilayah dengan kondisi topografi curam dan curah hujan tinggi, seperti di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab longsoran, mengetahui kondisi karakteristik tanah, serta merancang solusi penanganan stabilitas lereng menggunakan metode perkuatan mortar busa. Metodologi penelitian meliputi penyelidikan tanah melalui pengeboran, SPT serta analisis numerik menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan bantuan perangkat lunak Plaxis. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan mortar busa sebagai material perkuatan lereng mampu meningkatkan stabilitas lereng dengan nilai faktor keamanan (Safety Factor) sebesar 1,568 pada kondisi beban lalu lintas dan 1,145 pada kondisi gempa. Nilai tersebut telah memenuhi persyaratan standar keamanan berdasarkan SNI 8460:2017. Dengan demikian, penggunaan mortar busa dapat menjadi alternatif solusi yang efektif dalam meningkatkan stabilitas lereng serta mengurangi risiko longsor pada ruas jalan tersebut.
Kajian Perubahan Pola Transportasi Sedimen Pesisir Pascagempa 2018 terhadap Fasilitas Tambatan Perahu di Teluk Palu Mantong, Tiffani Mandasari Putri; Tiffani Mandasari Putri, Mantong; Karuru, Rezky Susmono; Akifa, Sri Nur; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Juni 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/antvrd93

Abstract

Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Teluk Palu pada tahun 2018 menyebabkan perubahan morfologi dasar laut yang berpotensi mempengaruhi dinamika hidrodinamika serta transport sedimen di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola transport sedimen pascabencana serta implikasinya terhadap kondisi pesisir dan fasilitas tambatan perahu di Pantai Talise, Teluk Palu. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan numerik hidrodinamika dan transport sedimen untuk memperoleh distribusi kecepatan arus, perubahan elevasi dasar laut (bed level change), serta perubahan garis pantai (shoreline change). Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan arus di wilayah kajian berkisar antara 0,002–0,018 m/s. Variasi nilai bed level change menunjukkan terjadinya proses erosi dan sedimentasi pada beberapa lokasi pengamatan. Hasil simulasi juga menunjukkan dominasi proses akresi di sepanjang Pantai Talise yang mengindikasikan adanya akumulasi sedimen di wilayah pesisir. Kondisi ini dapat meningkatkan stabilitas garis pantai, namun dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan pendangkalan pada perairan dangkal di sekitar tambatan perahu. Selain dipengaruhi oleh perubahan batimetri akibat tsunami, dinamika transport sedimen di wilayah kajian juga dipengaruhi oleh keberadaan struktur pelindung pantai seperti revetment yang dapat mengubah distribusi energi gelombang dan pola sedimentasi.