Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengembangkan Aspek Kognitif Mengenal Lambang Bilangan dengan Model Make A Match, Numbered Head Together, dan Media Papan Flanel Munawarah, Raudatul; Noorhafizah, Noorhafizah
Gawi: Journal of Action Research Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v2i2.163

Abstract

Permasalahan yang diangkat dari studi ini adalah belum adanya perkembangan aspek kognitif pada anak dalam memahami lambang bilangan. Hal tersebut disebabkan anak belum bisa fokus, anak mudah bosan, anak tidak tertarik, anak lebih pendiam karena kurangnya stimulus, kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang beragam dan bervariatif, sehingga upaya pemecahan masalah menggunakan kombinasi model Make A Match, Numbered Head Together dan media papan flanel. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan guru dan anak dalam mencapai hasil perkembangan kognitif anak untuk mengenal lambang bilangan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi penilaian perkembangan kognitif. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 dikategorikan baik dengan skor 18, dan pada pertemuan 3 dikategorikan sangat baik dengan skor 24. Aktivitas anak pada pertemuan pertama dengan persentase 45% yang termasuk dalam kategori cukup aktif dan pada pertemuan ketiga aktivitas anak dinyatakan berkembang dengan persentse 99% yang termasuk dalam kategori sangat aktif.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Materi Statistika melalui Model Ekspositori Project Investigation Munawarah, Raudatul
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi statistika dikarenakan pembelajaran tidak berpusat kepada peserta didik sehingga kreativitas peserta didik belum berkembang. Disamping itu, peserta didik merasa bosan dan tidak tertantang. Guru perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  yang tepat dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini  mendeskripsikan aktivitas pendidik, menganalisis aktivitas peserta didik dan hasil belajar peserta didik pada materi statistika melalui metode ekspositori kombinasi model project based learning dan group investigation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus sebanyak empat kali pertemuan. Subyek penelitian adalah guru dan peserta didik kelas XII IPS 2 semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023, dengan jumlah peserta didik 22 orang.  Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik dan peerta didik. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pada pertemuan 1 mencapai kriteria baik, pertemuan 2 mencapai kriteria baik, pertemuan 3 mencapai kriteria sangat baik dan pertemuan 4 mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 mencapai kriteria cukup aktif, pertemuan 2 mencapai kriteria aktif, pertemuan 3 mencapai kriteria sangat aktif dan pertemuan 4 mencapai kriteria sangat aktif. Ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 mencapai 59%, pertemuan 2 mencapai 73%, pertemuan 3 mencapai 82%, dan pertemuan 4 mencapai 86%.
Hubungan PHBS dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 0–36 Bulan yang Tinggal di Pinggiran Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin [The Association between Clean and Healthy Living Behavior and the Incidence of Diarrhea among Infants Aged 0–36 Months Living in Riverside Areas within the Working Area of Pekauman Public Health Center Banjarmasin] Munawarah, Raudatul; Harun, Lukman; Suwandewi, Alit; Millati, Rida'
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261481

Abstract

Diarrhea in toddlers is one of the main causes of illness and death that still frequently occurs in residential areas with poor sanitation, including areas along rivers. This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) and the incidence of diarrhea in toddlers aged 0–36 months in the working area of the Pekauman Banjarmasin Community Health Center. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 98 respondents selected through purposive sampling. Data collection was conducted using a CHB questionnaire and a diarrhea incidence observation sheet. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that there was a significant relationship between PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers (p = 0.002). Toddlers with poor PHBS had a higher proportion of diarrhea cases (75.9%) compared to toddlers in families with good PHBS (45.5%). These findings indicate that poor PHBS practices, such as not washing hands with soap, using unclean water, inadequate sanitation, low rotavirus immunization coverage, and using unsanitary toilets, contribute to the high incidence of diarrhea. This study is expected to serve as a basis for health workers in improving PHBS education programs, especially through a family approach in riverside settlements. The research outputs, in the form of leaflets and PHBS education applications, can also be used as a medium for promotive-preventive interventions in efforts to reduce the incidence of diarrhea in toddlers. Abstrak. Diare pada balita merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian yang masih sering terjadi di daerah permukiman dengan sanitasi buruk, termasuk wilayah bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita usia 0–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PHBS dan lembar observasi kejadian diare. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian diare pada balita (p = 0,002). Balita dengan PHBS yang kurang baik memiliki proporsi kejadian diare yang lebih tinggi (75,9%) dibandingkan dengan balita pada keluarga dengan PHBS yang baik (45,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa praktik PHBS yang buruk, seperti tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air yang tidak bersih, sanitasi yang tidak memadai, rendahnya cakupan imunisasi rotavirus, serta penggunaan jamban yang tidak layak, berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam seperti tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air yang tidak bersih, sanitasi yang tidak memadai, rendahnya cakupan imunisasi rotavirus, serta penggunaan jamban yang tidak layak, berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam  meningkatkan program edukasi PHBS, khususnya melalui pendekatan keluarga di permukiman bantaran sungai. Luaran penelitian berupa leaflet dan aplikasi edukasi PHBS juga dapat dimanfaatkan sebagai media intervensi promotif-preventif dalam upaya menurunkan kejadian diare pada balita.