Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Etika Penggunaan Media Sosial Melalui Pembelajaran Diskusi Kelompok Pada Siswa SMK Negeri 3 Baubau Nurfina; Wijaya, Rasman Sastra
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.286

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet, telah menghubungkan setiap manusia ke dalam sebuah dunia baru, dunia digital tanpa batas. Kemajuan teknologi berdampak pada cara komunikasi seseorang, berbagi berita, mencari informasi, gaya belajar, dan konten. Adab menggunakan media sosial adalah suatu sikap dan perilaku yang harus di kedepankan ketika berinteraksi dengan orang lain ketika menggunakan media sosial sehingga menghindari dari dampak negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain khususnya dikalangan remaja. Oleh karena itu, Pembelajaran ini dilakukan agar membiasakan sikap menggunakan media sosial yang santun, saling menghormati, bertanggung jawab, semangat kebangsaan dan cinta damai serta meyakini bahwa adab menggunakan media sosial dalam islam dapat memberi keselamatan bagi individu dan masyarakat. Tujuan Pembelajaran dapat meningkatkan adab siswi SMK Negeri 3 Baubau kelas XI kecantikan II dalam menggunakan media sosial. Pembelajaran ini menggunakan metode Diskusi yang membantu siswi memahami etika dalam menggunakan media sosial. Hasil dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan siswi kelas XI Kecantikan II mengenai adab menggunakan media sosial.
Peningkatan Etika Penggunaan Media Sosial Melalui Pembelajaran Diskusi Kelompok Pada Siswa SMK Negeri 3 Baubau Nurfina; Wijaya, Rasman Sastra
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.286

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet, telah menghubungkan setiap manusia ke dalam sebuah dunia baru, dunia digital tanpa batas. Kemajuan teknologi berdampak pada cara komunikasi seseorang, berbagi berita, mencari informasi, gaya belajar, dan konten. Adab menggunakan media sosial adalah suatu sikap dan perilaku yang harus di kedepankan ketika berinteraksi dengan orang lain ketika menggunakan media sosial sehingga menghindari dari dampak negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain khususnya dikalangan remaja. Oleh karena itu, Pembelajaran ini dilakukan agar membiasakan sikap menggunakan media sosial yang santun, saling menghormati, bertanggung jawab, semangat kebangsaan dan cinta damai serta meyakini bahwa adab menggunakan media sosial dalam islam dapat memberi keselamatan bagi individu dan masyarakat. Tujuan Pembelajaran dapat meningkatkan adab siswi SMK Negeri 3 Baubau kelas XI kecantikan II dalam menggunakan media sosial. Pembelajaran ini menggunakan metode Diskusi yang membantu siswi memahami etika dalam menggunakan media sosial. Hasil dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan siswi kelas XI Kecantikan II mengenai adab menggunakan media sosial.
MODEL EVALUASI SELF ASSESSMENT DAN PEER ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI AKHLAK MULIA DI SMAN 2 SUMBAWA BESAR Hendra Julianto; Lely Wahyu Ningrat; Yanda Amalia; Fandi Yuspika Irawan; Nurfina; Romelah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56782

Abstract

This study aims to describe the implementation of self-assessment and peer assessment evaluation models in an effort to improve learning outcomes and their impact on students regarding the subject matter of Noble Character (Akhlak Mulia) at SMAN 2 Sumbawa Besar. This study employs a qualitative approach with a case study research design, conducted at SMAN 2 Sumbawa Besar. The research informants consisted of a PAI (Islamic Religious Education) teacher with the initials NH, and four students comprising two male students with the initials B1 and B2, as well as two female students with the initials C1 and C2, all from class XI.13. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the theory of Miles, Huberman, and Saldana, with the following steps: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity testing was conducted using source triangulation. The findings indicate that the implementation of self-assessment and peer assessment-based evaluation models consistently promotes improvements in students' self-awareness, motivation, and internalization of noble character values. The reflective process facilitated by these instruments has been shown to strengthen a holistic understanding of noble character encompassing the cognitive, affective, and psychomotor domains. This study discusses the importance of integrating Wiggins-based authentic evaluation models into Islamic Religious Education (PAI) learning at the senior high school level.
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM BERBASIS DEEP LEARNING PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI KABUPATEN BULUKUMBA Jihan, Aulia Mufidaty; Dini Fatrika Sari; Putri Syahwalaty Rahim; Almaida; Nurfadillah; Nurfina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59401

Abstract

This research aims to describe teachers' readiness to implement the deep learning approach in the Economics subject at high schools in Bulukumba Regency. The research uses a descriptive qualitative method with a field research approach. Data were obtained thru interviews, observations, and documentation from the relevant parties at SMKN 1 Bulukumba, SMAN 1 Bulukumba, and MAN 2 Bulukumba. The technique for selecting informants uses purposive sampling. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that teachers' readiness to implement deep learning is generally in the fairly good category. Teachers have understood deep learning as a learning approach that emphasizes deep, contextual, and learner-centered understanding. Teachers have also begun to implement more active learning methods thru discussions, projects, field observations, and the use of digital media such as Canva, Google Form, Quizizz, and ChatGPT. Nevertheless, the implementation of deep learning still faces various obstacles, especially the limitations of internet connectivity, the uneven distribution of digital facilities, and the differences in technological proficiency among teachers. Therefore, strengthening technological competencies, enhancing training, and equalizing learning facilities are necessary for the optimal implementation of deep learning