Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI JEMBATAN ANTARA BUDAYA LOKAL DAN KONSEP MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VI Suhermi, Lulut
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5355

Abstract

This study aims to explore the role of traditional games rooted in the local culture of Karangsari Bojong in bridging the understanding of mathematical concepts in grade VI students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asy-Sya'ban Karangsari Bojong. Adopting a case study approach, this study involved grade VI students and mathematics teachers at MI Asy-Sya'ban. Data collection was conducted through participant observation in mathematics learning sessions that integrated traditional games typical of Karangsari Bojong, semi-structured interviews with students to understand their learning experiences and perceptions of the relationship between culture and mathematics through the games, and in-depth interviews with teachers regarding implementation strategies, challenges, and benefits observed. Qualitative data analysis revealed the specific types of traditional games used, how mathematical elements were integrated into them, and students' responses to this approach. Initial findings indicate that traditional games not only preserve aspects of local culture, but are also effective in concretizing abstract mathematical concepts, increasing student engagement, and creating a more contextual and enjoyable learning atmosphere. Student perceptions indicate an increase in mathematical understanding associated with culturally familiar play experiences. Teachers also identified the potential of traditional games in improving students' motivation and understanding. This study underlines the importance of utilizing local cultural richness as a relevant and innovative pedagogical resource in mathematics education at the elementary madrasah level. The implications of this study are the need for further development of traditional game integration models in the MI curriculum and teacher training to optimize their pedagogical potential in specific local cultural contexts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran permainan tradisional yang berakar dalam budaya lokal Karangsari Bojong dalam menjembatani pemahaman konsep matematika pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asy-Sya'ban Karangsari Bojong. Mengadopsi pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan siswa kelas VI dan guru matematika di MI Asy-Sya'ban. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pada sesi pembelajaran matematika yang mengintegrasikan permainan tradisional khas Karangsari Bojong, wawancara semi-terstruktur dengan siswa untuk memahami pengalaman belajar dan persepsi mereka tentang keterkaitan budaya dan matematika melalui permainan tersebut, serta wawancara mendalam dengan guru mengenai strategi implementasi, tantangan, dan manfaat yang diamati. Analisis data kualitatif mengungkapkan jenis-jenis permainan tradisional spesifik yang digunakan, bagaimana elemen matematika terintegrasi di dalamnya, dan respons siswa terhadap pendekatan ini. Temuan awal menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya melestarikan aspek budaya lokal, tetapi juga efektif dalam mengkonkretkan konsep matematika yang abstrak, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menciptakan suasana belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Persepsi siswa menunjukkan adanya peningkatan pemahaman matematika yang dikaitkan dengan pengalaman bermain yang familiar secara budaya. Guru juga mengidentifikasi potensi permainan tradisional dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai sumber daya pedagogis yang relevan dan inovatif dalam pendidikan matematika di tingkat madrasah ibtidaiyah. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan lebih lanjut model integrasi permainan tradisional dalam kurikulum MI dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan potensi pedagogisnya dalam konteks budaya lokal yang spesifik.
IMPLEMENTASI ASESMEN BERBASIS KARAKTER DISIPLIN UNTUK MENUMBUHKAN RASA TANGGUNG JAWAB PADA SISWA MIS ASY-SYA'BAN KARANGSARI Suhermi, Lulut
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5397

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the implementation of character-based assessment of discipline in fostering a sense of responsibility in elementary school students. Character assessment, which is integrated into daily learning, is expected to provide constructive and sustainable feedback, not only on cognitive aspects, but also on students' holistic development. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving teachers and students in grades III, IV, and V at MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Central Java. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with teachers and students, and document analysis such as lesson plans and anecdotal notes. The results of the study indicate that character-based assessment of discipline significantly helps students understand and apply the values ??of discipline, such as punctuality, neatness, and completion of tasks. This process, supported by direct feedback and open communication from teachers, gradually strengthens the internalization of students' sense of responsibility towards academic obligations, themselves, and the social environment. The implications of this study are the importance of developing more varied character assessment instruments and ongoing teacher training to implement character assessment effectively in order to form a generation with strong and responsible characters. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis efektivitas implementasi asesmen berbasis karakter disiplin dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sekolah dasar. Asesmen karakter, yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, diharapkan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkelanjutan, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan holistik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan guru dan siswa kelas III, IV, dan V di MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen seperti RPP dan catatan anekdot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis karakter disiplin secara signifikan membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai disiplin, seperti ketepatan waktu, kerapian, dan penyelesaian tugas. Proses ini, didukung oleh umpan balik langsung dan komunikasi terbuka dari guru, secara bertahap memperkuat internalisasi rasa tanggung jawab siswa terhadap kewajiban akademis, diri sendiri, dan lingkungan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan instrumen asesmen karakter yang lebih variatif dan pelatihan guru yang berkelanjutan untuk mengimplementasikan asesmen karakter secara efektif demi pembentukan generasi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab.
INOVASI MANAJEMEN KEUANGAN MELALUI KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN (EDUPRENEURSHIP) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI MI Suhermi, Lulut; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7560

Abstract

Financial limitations are often the main obstacle in improving the quality of learning in Islamic Elementary Schools (MI). Funding from the government and parental contributions (SPP) are often insufficient to finance innovative infrastructure and learning programs. This study aims to analyze how financial management innovation through entrepreneurial activities (edupreneurship) can contribute to improving the quality of learning in MI. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies at MI Al-Ikhlas as the research locus. Data were analyzed interactively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that: (1) The implementation of edupreneurship through the "Market Day" program, plant cultivation, and handicraft production has successfully created new sources of income for the madrasah. (2) The resulting funds are managed with an innovative, transparent, and accountable financial management system, including planning, budgeting, implementing, and reporting. (3) The proceeds from this financial management are allocated directly to support improvements in the quality of learning, such as purchasing science teaching aids, procuring literacy-supporting reading materials, and providing training to improve teacher competency. Edupreneurship-based financial management innovation has proven effective not only in increasing the financial independence of madrasas but also significantly impacting the quality of learning input, process, and output. This model can be an alternative solution for other Islamic elementary schools (MIs) to overcome funding constraints while instilling an entrepreneurial spirit in students. ABSTRAKKeterbatasan finansial seringkali menjadi kendala utama dalam peningkatan mutu pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendanaan dari pemerintah dan iuran orang tua (SPP) seringkali belum mencukupi untuk membiayai sarana prasarana dan program pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi manajemen keuangan melalui kegiatan kewirausahaan (edupreneurship) dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di MI Al-Ikhlas sebagai lokus penelitian. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan edupreneurship melalui program "Market Day", budidaya tanaman, dan produksi kerajinan tangan berhasil menciptakan sumber pendapatan baru bagi madrasah. (2) Dana yang dihasilkan dikelola dengan sistem manajemen keuangan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, meliputi perencanaan (planning), penganggaran (budgeting), pelaksanaan (implementing), dan pelaporan (reporting). (3) Hasil dari pengelolaan keuangan ini dialokasikan secara langsung untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, seperti pembelian alat peraga IPA, pengadaan buku bacaan penunjang literasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru. Inovasi manajemen keuangan berbasis edupreneurship terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemandirian finansial madrasah tetapi juga secara signifikan berdampak pada peningkatan kualitas input, proses, dan output pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif solusi bagi MI-MI lain untuk mengatasi keterbatasan dana sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan kepada peserta didik.
EKSPLORASI MAKNA "TEMAN BELAJAR" BAGI SISWA KELAS II SD DALAM MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR Suhermi, Lulut; Restalia, Winda; Ani, Ani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7839

Abstract

Learning enthusiasm is a crucial factor in the academic achievement of elementary school students. In the second grade, social interactions with peers begin to play a significant role. This study focuses on understanding the meaning of "study buddy" from the students' own perspective and its contribution to building learning enthusiasm. It explores the meaning of "study buddy" and describes the role of study buddy in building learning enthusiasm according to second grade elementary school students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collection was conducted through passive participant observation and semi-structured in-depth interviews with 8 second grade elementary school students selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the Miles and Huberman data analysis model (data reduction, data presentation, and conclusion drawing). The research findings reveal three main themes. First, study buddy is interpreted as a "partner in difficulty" who is there to help each other with assignments. Second, study buddy as a "source of encouragement" through behaviors such as inviting, waiting, and providing verbal motivation. Third, study buddy as a "playmate" who makes the learning process feel fun and not boring. For second-grade elementary school students, a "study buddy" is not just a nearby individual, but rather a figure who provides academic, emotional, and social support. The presence of a study buddy creates a safe, enjoyable, and supportive learning environment, which ultimately significantly builds and maintains their enthusiasm for learning. The implications of this research can be considered by teachers to further encourage and design collaborative learning activities. ABSTRAKSemangat belajar merupakan faktor krusial dalam pencapaian akademik siswa sekolah dasar. Di jenjang kelas II SD, interaksi sosial dengan teman sebaya mulai memegang peran penting. Penelitian ini berfokus untuk memahami makna "teman belajar" dari perspektif siswa itu sendiri dan kontribusinya dalam membangun semangat belajar. Mengeksplorasi makna "teman belajar" dan mendeskripsikan peran yang dijalankan teman belajar dalam membangun semangat belajar menurut siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif dan wawancara mendalam secara semi-terstruktur terhadap 8 siswa kelas II SD yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama. Pertama, teman belajar dimaknai sebagai "partner dalam kesulitan" yang hadir untuk saling membantu mengerjakan tugas. Kedua, teman belajar sebagai "sumber semangat" melalui perilaku mengajak, menunggu, dan memberikan motivasi verbal. Ketiga, teman belajar sebagai "teman bermain" yang menjadikan proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi siswa kelas II SD, "teman belajar" bukan hanya sekadar individu yang berada di dekatnya, melainkan sebuah figur yang memberikan dukungan akademik, emosional, dan sosial. Keberadaan teman belajar menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan saling mendukung, yang pada akhirnya secara signifikan membangun dan menjaga semangat belajar mereka. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk lebih mendorong dan merancang aktivitas pembelajaran kolaboratif.