Shilvia Anugrah Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NILAI KARAKTER PADA TRADISI LAMPU COLOK DI KABUPATEN BENGKALIS Shilvia Anugrah Putri; Bella Khairunnisa; Sabrina Khairunnisa; Wan Rahmawati Saadah; Hendri Marhadi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v2i1.35

Abstract

Di Era kemajuan teknologi seperti saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi hal yang wajib digunakan oleh masyarakat. Kemajuan tersebut berdampak pada berbagai sisi kehidupan, salah satu pada tradisi dan kebudayaan masyarakat. Tradisi sudah banyak ditinggalkan dan sudah mulai punah karena kemajuan zaman, salah satunya tradisi lampu colok. Tradisi lampu colok atau pelita menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Bengkalis yang mewariskan secara turun-temurun. Kebiasaan tradisi lampu colok ini berawal dari masyarakat yang ingin membayar zakat fitrah pada malam 27 ramadhan dikarenakan belum ada aliran listrik maka lampu colok ini lah yang menjadi penerang. Seiring berjalannya waktu perayaan tradisi lampu colok juga dilakukan pada momen halal bihalal. Dari praktik tradisi lampu colok, terdapat nilai karakter yang dapat dipelajari lebih lanjut untuk mencerminkan gambaran harmoni dan kerjasama dalam masyarakat dan nilai karakter yang terdapat dalam tradisi Lampu Colok Di Kabupaten Bengkalis dapat juga dimanfaatkan untuk mengembangkan karakter siswa disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter pada tradisi lampu colok di Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi obeservasi, dan wawancara. Hasil penelitian dari analisis nilai-nilai karakter yang ada pada tradisi Lampu Colok Di Kabupaten Bengkalis, yaitu:(a) nilai karakter peduli sosial, (b) nilai karakter gotong royong, (c) nilai karakter kerja keras, (d) nilai karakter kreatif, (e) nilai karakter komunikatif, (f) nilai karakter peduli lingkungan, (g) nilai karakter religius, (h) nilai karakter disiplin dan (i) nilai karakter cinta tanah air. 
EKSPLORASI KAJIAN ETNOMATEMATIKA DALAM BUDAYA TABUIK PARIAMAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Shilvia Anugrah Putri; Fendrik, Muhammad; Permana, Dede
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49120

Abstract

This study aims to explore ethnomathematics in the Tabuik culture of Pariaman and its relation to mathematics learning in elementary schools. Tabuik is a cultural tradition of the Pariaman community, West Sumatra, which contains philosophical values and mathematical concepts in its architectural forms and cultural processions. This research used a qualitative approach with an ethnographic method. The research subjects consisted of traditional leaders, Tabuik craftsmen, community leaders, the Pariaman City Tourism and Culture Office, and elementary school teachers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the Tabuik culture contains various ethnomathematical activities such as counting, measuring, determining direction and location, and designing structures. In addition, several mathematical concepts were identified, including triangles, trapezoids, rectangles, semicircles, cylinders, blocks, and hemispheres. These concepts are closely related to geometry learning in elementary schools. The findings indicate that the Tabuik culture can be used as a contextual and meaningful learning resource to help students understand mathematical concepts while preserving local culture. Therefore, ethnomathematics-based learning can support more meaningful mathematics learning in elementary schools.