Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permainan Kartu Sila sebagai Alternatif Media Pembelajaran Mata Pelajaran PPKn Kelas IV Di SD N Pujiharjo Rendi anggara; Auliya Al Fakhri; Sandra Febri Prabekti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media permainan kartu sila sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas IV SD N Pujiharjo. Permainan kartu sila dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan bermain sambil belajar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kartu sila dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat ingatan terhadap materi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. "Anak-anak belajar paling baik ketika mereka aktif dan menikmati prosesnya."
LITERASI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI ERA Hera Wati; Arman; Ike Wulandari; Sandra Febri Prabekti; Afifatur Rifqiah; Nung Sari Asih; Farah Amelia
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran literasi digital guru sekolah dasar dalam pengembangan media pembelajaran interaktif di era 5.0. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian melibatkan 10 guru di SD Negeri 2 Sukoharjo 3 yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang memuat empat dimensi literasi digital, yaitu akses informasi digital, pemahaman dan evaluasi konten digital, penciptaan media pembelajaran interaktif, serta etika dan keamanan penggunaan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital guru berada pada kategori sangat tinggi, dengan capaian rata-rata 90%. Dimensi penciptaan media interaktif dan etika digital memperoleh capaian tertinggi (93,3%), sedangkan dimensi evaluasi konten digital memiliki capaian terendah (85%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah memiliki kompetensi digital yang baik dalam menggunakan teknologi pembelajaran, namun masih perlu penguatan pada aspek evaluasi konten digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kebijakan dalam merancang program peningkatan kompetensi literasi digital guru di era 5.0.