Fira Maghfiroh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dimensi Aksiologis Dakwah Dalam Era Digital: Transformasi Nilai Etika Dakwah Dalam Ruang Virtual Ferdiana Arif Huzaidi; Fira Maghfiroh; Umi Nailul Ula; Ali Hasan Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.425

Abstract

Dimensi aksiologis dakwah dalam era digital memperlihatkan bagaimana nilai dan etika keislaman mengalami transformasi signifikan ketika disampaikan melalui ruang virtual yang serba cepat, terbuka, dan tidak terbatas secara geografis. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah wajah dakwah dari yang bersifat lisan dan lokal menjadi digital dan global, dengan memanfaatkan media sosial, platform video, serta kanal interaktif lainnya. Dakwah digital tidak hanya memperluas jangkauan pesan-pesan Islam, tetapi juga mengubah pola hubungan antara da’i dan mad’u menjadi lebih horizontal dan partisipatif. Namun, perubahan ini turut menghadirkan tantangan serius, seperti diseminasi informasi yang tidak terverifikasi, penyebaran paham keagamaan yang tidak moderat, hingga komodifikasi agama melalui monetisasi konten dakwah. Dalam konteks ini, nilai-nilai seperti kejujuran, transparansi, akurasi, dan tanggung jawab menjadi fondasi etika yang mendesak untuk ditegakkan dalam praktik dakwah digital. Di sisi lain, ruang digital juga membuka peluang besar untuk membentuk ekosistem dakwah yang lebih inklusif, edukatif, dan kontekstual, sepanjang didukung oleh peningkatan literasi digital, regulasi etik yang adaptif, serta peran aktif institusi keagamaan dan akademisi dalam membimbing arah transformasi dakwah. Dengan demikian, dakwah di era digital tidak hanya menuntut inovasi teknologi, tetapi juga pendalaman nilai dan komitmen etik yang mampu menjaga integritas ajaran Islam dalam dunia maya yang terus berkembang.
Reformulasi Metode Analisis Dakwah Digital: Integrasi SWOT–Iceberg sebagai Solusi atas Stagnasi Pendekatan Ilmiah dalam Studi Dakwah Kontemporer Khaiza Lois Himmatul Ulya; Fira Maghfiroh; Amelia Rosanti; Ali Hasan Siswanto
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): December: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1670

Abstract

The development of digital da'wah demands a more in-depth, comprehensive, and data-driven methodological approach. However, contemporary da'wah research is still dominated by descriptive analysis that stops at mapping surface phenomena without exploring the underlying causal factors that determine the long-term effectiveness of da'wah. This weakness is increasingly apparent in the use of SWOT analysis, which has been widely applied in da'wah studies, but tends to be limited to producing categorization tables without an operational epistemic basis. Meanwhile, the era of digital da'wah presents a new, complex reality, where da'wah success is influenced not only by surface interactions such as the number of viewers, impressions, or follower growth, but also by latent factors such as audience cognitive motivation, platform algorithms, digital cultural context, identity construction, and societal value systems. This study aims to formulate a new methodological model through the integration of SWOT and the Iceberg approach to address this methodological stagnation. The research was conducted using qualitative methods based on literature analysis, comparative studies of strategic analysis models, and the construction of a conceptual model. The results show that the SWOT-Iceberg integration is able to produce a more multidimensional framework for digital da'wah analysis: SWOT diagnoses surface symptoms, while Iceberg explores patterns, causal structures, and mental models that shape phenomena. This combined model enables the development of more accurate, adaptive, and evidence-based da'wah strategies. It is concluded that the SWOT–Iceberg integration significantly contributes to the development of modern da'wah methodology by encouraging a shift from descriptive research to transformative diagnostic analysis, while simultaneously strengthening the scientific character of da'wah as an academic discipline based on a critical and measurable knowledge system.