Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media NeuroModel Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada SubMateri Kelas XI IPA SMA Bima Ambulu Silsilatul Qomariyah; Risma Nurlim
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.488

Abstract

Pendidik di Indonesia sampai saat ini masih banyak yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Hal ini juga terjadi di SMA Bima Ambulu. Guru disekolah tersebut sampai saat ini masih menggunakan motode ceramah. Penerapan metode ceramah dalam pembelajaran ini kurang efektif terhadap pemahaman siswa karena merasa bosan dengan metode tersebut. Sehingga siswa tidak terlalu mendengarkan saat guru menjelaskan materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran menggunakan model discovery learning bantuan media NeuroModel pada submateri sistem saraf kelas XI di SMA BIMA AMBULU? 2) Pengaruh model discovery learning berbantuan media NeuroModel terhadap kemampuan berpikir kritis pada submateri sistem saraf kelas XI IPA di SMA BIMA AMBULU?. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi eksperimental design, bentuk penelitian adalah Pretest Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas XI IPA di SMA BIMA Ambulu dengan jumlah 5 kelas dengan total sebanyak 163 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 4 (kelas kontrol) terdiri dari 33 siswa dan XI IPA 5 (kelas eksperimen) terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji T menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dilihat dari skor rata-rata yang diperoleh pada kelas eksperimen sebesar 83,34 sedangkan kelas kontrol sebesar 74. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada kemampuan berpikir kritis siswa. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari model discovery learning berbantuan media NeuroModel terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000
Efektivitas Penggunaan Model Project Based Learning (PJBL) Berbasis Stem Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Materi Sistem Reproduksi Di SMA Negeri Balung Jember Tahun Ajaran 2024/2025 Firda Ayu Rahmawati; Risma Nurlim
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 7 (2025): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas belajar yang masih memanfaatkan model pembelajaran yang pasif dipercaya menjadi penyebab rendahnya kemampuan memecahkan masalah siswa. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat dijadikan sebagai sebuah solusi dengan menyediaan kegiatan belajar siswa yang aktif, kolaboratif, mengatasi masalah, dan terstuktur. Kombinasi antara PjBL berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) diyakini dapat menciptakan kegiatan belajar menjadi lebih optimal. Adapun penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengetahui pengaruh pembelajaran PjBL berbasis STEM terhadap kemampuan memecahkan masalah 2) Untuk mengetahui Efektivitas model pembelajaran PjBL berbasis STEM terhadap kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Adapun design penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive Sampling dari dua kelas yang berjumlah 72 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perlakuan pembelajaran berbasis STEM terhadap kemampuan memecahkan masalah didapatkan nilai posttest dengan skor rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dengan signifikan hasil uji T-test sebesar 0,002 < 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya posttest hasil belajar memiliki signifikansi. Hal ini menunjukkan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil kemampuan memecahkan akhir (Posttest) siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2) Perlakuan pembelajaran berbasis STEM terhadap kemampuan memecahkan masalah didapatkan nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 64,33 dengan kategori cukup tinggi, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 54,29 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model Project Based Learning berbasis STEM cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa.
Korelasi Pemahaman Materi Sistem Pencernaan dan Pengetahuan Gizi dengan Perilaku Menjaga Pola Makan Sehat Siswa Kelas XI SMA Muhammad Ichsan Eko Saputra; Risma Nurlim
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i3.4427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman materi sistem pencernaan dan pengetahuan gizi, mendeskripsikan perilaku menjaga pola makan sehat, serta menganalisis hubungan antara pemahaman materi sistem pencernaan dan pengetahuan gizi dengan perilaku menjaga pola makan sehat siswa kelas XI di SMA Negeri Rambipuji Tahun Ajaran 2024/2025. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan pola makan sehat meskipun telah mendapatkan pembelajaran terkait sistem pencernaan dan gizi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 99 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman sistem pencernaan, angket pengetahuan gizi, dan angket perilaku menjaga pola makan sehat, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi sistem pencernaan siswa berada dalam kategori cukup hingga baik dengan rata-rata 82,9, sementara pengetahuan gizi tergolong baik dengan rata-rata 91,7. Perilaku menjaga pola makan sehat siswa mayoritas dalam kategori tinggi dengan rata-rata 98,1. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara pemahaman sistem pencernaan dan pengetahuan gizi dengan perilaku menjaga pola makan sehat (p = 0,295; r = 0,159). Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman materi sistem pencernaan dan pengetahuan gizi hanya sebatas menyadarkan siswa akan pentingnya pola makan sehat, tetapi tidak cukup untuk membentuk kebiasaan atau mengubah perilaku makan mereka. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang lebih berpengaruh, seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, serta akses terhadap makanan sehat di sekolah. Kata kunci: Pemahaman Sistem Pencernaan; Pengetahuan Gizi; Pola Makan Sehat; Perilaku Siswa; Korelasi
Ethnobotanical Study Ethnobotanical Study and Phytochemical Review of Medicinal Plants Used by the Pandalungan Community in Taman Village, Bondowoso, Indonesia: An Insight into Traditional Knowledge and Bioactive Potential for Sustainable Utilization Nia, Imaniah Bazlina Wardani; Adzkafillah Nuruzzaman; Risma Nurlim; Nanda Eska Anugrah Nasution; Wahyu Anggar Wanto
Bionature Vol. 26 No. 2 (2025): (In Press) Oktober-Desember 2025
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v26i2.9416

Abstract

Indonesia, as a megadiverse country, holds extensive biodiversity and rich local knowledge, particularly in the use of medicinal plants. This study aimed to document the use of traditional medicinal plants by the Pandalungan community in Taman Village, Grujugan District, Bondowoso Regency, and to assess their phytochemical potential. A qualitative approach was employed through semi-structured interviews using purposive and snowball sampling. Data was collected covering plant species, parts used, and sources of acquisition. A literature-based phytochemical review was also conducted to evaluate the scientific potential of the identified species. The Use Value (UV) was calculated to determine the cultural importance of each species. A total of 25 medicinal plant species were documented, with 13 cultivated, 5 wild, and 7 sourced from traditional markets. The highest UV scores were recorded for Zingiber officinale, Piper betle, Moringa oleifera, and Syzygium polyanthum. Literature analysis revealed that these plants contain key phytochemicals such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, phenols, and essential oils. The findings indicate that local ethnobotanical knowledge holds significant potential for developing natural remedies based on local biodiversity, reinforcing the need for further research and conservation efforts.