p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Widya Kesehatan
Sugiarta, Ketut Merdana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widya Kesehatan

Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern: Ethnomedicine in Indonesia: From traditional perspectives to the modern landscape Adnyana , I Made Dwi Mertha; Jenar, Putut Dewantha; Suniartini, Ketut; Dewi, Ni Luh Made Noviana; Sugiarta, Ketut Merdana; Sridana, I Nyoman
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/s1dc9743

Abstract

Latar Belakang: Paradigma kesehatan tradisional Indonesia mengalami transformasi dari praktik berbasis adat-istiadat menuju pengobatan berdasarkan bukti empiris. Ethnomedicine berkembang sebagai integrasi pengetahuan, praktik, dan kepercayaan turun-temurun yang berakar dari antropologi medis, mencakup konsep sehat-sakit, pencegahan, dan penyembuhan dari perspektif budaya lokal. Tujuan: Menganalisis perkembangan ethnomedicine di Indonesia dari perspektif tradisional hingga lanskap modern, mengevaluasi potensi Indonesia sebagai pusat ethnomedicine dunia, dan mengidentifikasi tantangan serta peluang integrasi pengobatan tradisional dengan sistem kesehatan kontemporer. Metode: Analisis bibliometrik terhadap 2.783 artikel publikasi menggunakan kata kunci "Ethnomedicine", "Traditional medicine", "community medicine", dan "Indonesia" periode 1971-2024. Penelusuran literatur dilakukan untuk memetakan tren penelitian, kluster riset, dan densitas pengembangan ethnomedicine di Indonesia. Hasil: Terdapat 67.804 artikel ilmiah yang memberikan informasi klinis dan pra-klinis tentang kesehatan tradisional. Bali dan Sumatera Utara menunjukkan fokus tinggi dalam pengembangan obat bahan alam. Kluster riset difokuskan pada "drug", "jamu", "local knowledge", "traditional healer", dan "health care". Visualisasi tren menunjukkan penguatan elemen ethnomedicine dengan dominasi penelitian berbasis pengetahuan lokal dan pengembangan produk kesehatan komplementer. Kesimpulan: Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat ethnomedicine dunia dengan dukungan 25.000-30.000 spesies tumbuhan obat dan 300-700 etnis. Integrasi pengobatan tradisional-modern mencerminkan lanskap kesehatan dinamis. Keberlanjutan ethnomedicine memerlukan penguatan regulasi, fasilitas riset, kolaborasi global, dan pelestarian pengetahuan tradisional melalui digitalisasi dan program pendidikan berbasis budaya lokal.
Mitti Chikitsa: Pengobatan dengan unsur Prithivi: Mitti Chikitsa: Treatment with Prithivi elements Putut Dewantha Jenar; Ketut Merdana Sugiarta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/wrwge223

Abstract

Latar belakang: Mitti Chikitsa merupakan modalitas pengobatan tradisional yang memanfaatkan unsur tanah (Prithivi/Pertiwi) sebagai sarana terapeutik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi terapi tanah dalam sistem pengobatan tradisional dengan fokus khusus pada praktik pengobatan tradisional (Ayurweda dan Usada Bali). Metode: Penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian literatur dilakukan melalui database ilmiah PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci relevan. Hasil: Mitti Chikitsa telah dipraktikkan lintas peradaban dengan mekanisme kerja meliputi absorpsi toksin, efek termal, kandungan mineral terapeutik, dan aspek psiko-spiritual. Dalam konteks Ayurweda dan Usada Bali, penggunaan tanah terintegrasi dengan konsep Panca Maha Bhuta dan keseimbangan kausa penyakit sekala-niskala. Para pengobat tradisional menggunakan tanah dari tempat sakral yang dikombinasikan dengan ramuan herbal untuk membuat boreh atau pasta terapeutik. Penelitian ilmiah modern mengonfirmasi aktivitas antimikroba unsur tanah terhadap patogen resisten antibiotik, efektivitas anti-inflamasi pada gangguan reumatik, dan kemampuan detoksifikasi. Kesimpulan: integrasi pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern dapat menghasilkan modalitas terapi komplementer yang aman dan efektif. Dokumentasi sistematis praktik Mitti Chikitsa dalam Usada Bali diperlukan untuk pelestarian warisan pengetahuan tradisional dan pengembangan sistem kesehatan integratif yang mempertimbangkan dimensi bio-psiko-sosio-spiritual.