Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Notaris dalam Pendirian Perseroan Terbatas Pasca Dibentuknya UU Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penerapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Sa’adiya, Zahra; Putri, Nazwa Maulina; Ahla, Anisah; Afifah, Gusti Silma
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i2.1053

Abstract

Sebelum regulasi Cipta Kerja diterapkan, Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam UU Nomor 40 tahun 2007. Dalam ketentuan tersebut, pendirian PT harus dilakukan melalui akta notaris. Hal ini menunjukkan bahwa notaris memegang peranan penting dalam proses pendirian PT tersebut. UU Nomor 2 Tahun 2014 mengatakan bahwa notaris merupakan pejabat publik yang berhak membuat akta autentik, termasuk dokumen perseroan terbatas. Akan tetapi, sejak diterapkannya UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja terdapat perubahan dalam struktur hukum Perseroan Terbatas. Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, pendirian perseroan terbatas terbagi menjadi dua jenis, yaitu perseroan persekutuan modal dan perseroan perorangan. Pada pendirian perseroan perorangan, tidak lagi diwajibkan adanya akta autentik yang disusun oleh notaris. Dikarenakan perseroan perorangan hanya dapat didirikan oleh satu orang pendiri dan ditujukan untuk usaha berskala mikro atau kecil. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana peran notaris terhadap proses pendirian dan pengalihan status perseroan pasca perubahan dalam hukum perseroan terbatas. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa peraturan undang undang ditemukan adanya peran notaris dalam status perseroan mengalami perubahan dalam struktur hukum perseroan terbatas.
Dampak Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual Terhadap Industri Kreatif (Studi Kasus Penyebaran Film Bajakan Melalui Situs Streaming Ilegal “Indoxxi”) Salihah, Salihah; Putri, Nazwa Maulina; Afifah, Gusti Silma
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1623

Abstract

Industri kreatif adalah sektor yang berlandaskan pada inovasi, kreativitas, dan kapabilitas intelektual manusia, sehingga sangat bergantung pada perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Namun, kemajuan teknologi digital juga memunculkan berbagai pelanggaran terhadap HKI, salah satunya pembajakan karya film melalui situs streaming ilegal . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terhadap industri kreatif dengan studi kasus penyebaran film bajakan melalui situs IndoXXI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan fokus pada perundang-undangan dan studi kasus melalui analisis Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 mengenaai Hak Cipta serta terkait peraturan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembajakan film melalui situs streaming ilegal menimbulkan dampak yang signifikan terhadap industri kreatif, baik dari segi ekonomi, sosial, hukum, maupun etika. Pelanggaran tersebut bisa mengakibatkan kerugian finansial bagi para pencipta dan pelaku industri film dan juga dapat mengurangi penghargaan masyarakat terhadap karya asli. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan perlindungan hukum yang tegas serta meningkatkan kesadaran publik dalam menghormati Hak Kekayaan Intelektual.