Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar satriana, desmi; Syukri, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3522

Abstract

Pokok permasalahan adalah gaya kepemimpinan yang di terapkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam meningkatkan kinerja pegawai di KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan KUA serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Gaya Kepemimpinan oleh Kepala KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melakukan wawancara bersama Kepala KUA dan pegawai KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu, Kepala KUA Kecamatan Pariangan menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis, partisipatif, transformasional, situasional dan adaptif. Penerapan kepemimpinan Kepala KUA didukung oleh kekompakan internal antar pegawai, suasana kerja yang kekeluargaan, serta pembinaan dari Kementerian Agama berupa pelatihan dan supervisi. Namun demikian, hambatan tetap ditemui, seperti kurangnya sinergi lintas sektor dengan instansi lain, dan perbedaan orientasi program. Meskipun demikian, hambatan ini diatasi dengan pendekatan informal, kekeluargaan, dan personal dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Strategi ini sejalan dengan teori kepemimpinan situasional yang menuntut fleksibilitas sesuai kondisi sosial dan budaya lokal.
Analisis Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja melalui Inovasi Digital SILATAR pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Satriana, Desmi; Edwarsya, Taufik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5684

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan pelayanan publik di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar melalui inovasi digital SILATAR (Sistem Informasi Layanan dan Administrasi Tanah Datar) sebagai media implementasi Lima Nilai Budaya Kerja, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Berbagai tantangan, seperti rendahnya disiplin pegawai, keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, serta belum optimalnya pelayanan publik, mendorong perlunya analisis mendalam terhadap efektivitas integrasi nilai budaya kerja dalam sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai budaya kerja melalui SILATAR, mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dihadapi, serta menilai perkembangan pelayanan publik yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap pimpinan dan staf, observasi partisipan, serta analisis dokumen kebijakan dan arsip aplikasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SILATAR efektif mendukung implementasi nilai budaya kerja melalui peningkatan transparansi, efisiensi kinerja, inovasi berkelanjutan, tanggung jawab administratif, dan keteladanan aparatur. Tantangan yang ada direspons melalui penguatan SDM, pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan integritas digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi inovasi digital dan nilai budaya kerja mampu memperkuat tata kelola pelayanan publik, meskipun memerlukan komitmen kolektif dan dukungan infrastruktur yang memadai.